ALIBI SEORANG IBU DI BINIS CLASS....

PISSSS.....




Waktu itu gue dan beberapa teman sedang liburan ke Batu Malang. Tepatnya sih liburan colongan. Karena usai mengisi acara bergengsi di salah satu tv swasta, kami sempat menjelajahi kuliner di kota Batu. Udara nan sejuk membuat kami bawaannya pengen makan mulu...
Tapi sori, disini gue cerita bukan soal liburannya. Melainkan USAI liburannya. Jadi, usai liburan kami langsung pulang ke Jakarta naik pesawat Lion Air dari Juanda airport Surabaya. Semula kami nggak ‘ngeh’ kalo ternyata kami mendapat tiket di bussiness class. Bukan sok gaya-gayaan ya duduk di bisnis class. Namanya juga dikasih tiket gratis sama bapak Walikota, Jadi siapa mau nolak? Kecuali kalo gue harus beli tiket sediri dan milih kelas bisnis. Itu namanya gila-gilaan bukan gaya-gayaan. Maklum lah, harga tiket bisnis kan dua kali lebih mahal dari harga tiket ekonomi.
Padahal perbedaannya cuma di tempat duduk yang lebih gede dikit. Trus, saat pesawat sudah take off si mbak pramugari langsung melayani kita bak ratu dan raja. Minuman dan makanan disuguhin dengan senyum terindah mereka. Trus, juga disediain selimut kalo kedinginan. Hmm... itu aja kok perbedaannya. Soal nyampe toh sama-sama nyampe kok!
Akhirnya gue dan teman-teman duduk dengan manisnya di bisnis class(lumayan juga bisa nyicipin kelas bisnis). Setelah gue hitung-hitung jumlah penghuni di bisnis hanya ada 7 kepala. Selebihnya tempat duduk kosong (Ada tersedia 12 tempat duduk bisnis class).
Tiba-tiba masuk seorang ibu dengan jalan sedikit tergopoh-gopoh karena sudah hampir tertinggal alias si  ibu datang telat. Lalu, karena melihat ada tempat duduk kosong di bisnis (persis disebelah gue), si ibu langsung duduk di kursi yang kosong. Karena letih atau karena trik semata, si ibu langsung memasang kacamata hitamnya dan selonjoran dengan sedapnya.  Gue pikir si ibu memang beli tiket di bisnis class, jadi i don’t care what she did!
Kemudian,
Datang lah si mbak pramugari menghampiri si ibu. Dengan senyum ramah si mbak nanya gini:
"Maaf bu, bisa lihat tiketnya?"
Si ibu dengan wajah juteknya bilang gini:
"Aduh, tiketnya ada di dalam tas, saya malas bongkar-bongkar tas."
Si mbak pramugari tetep dengan senyum manisnya bertanya lagi.
"Tapi saya harus lihat tiketn ibu. Siapa tau nomer tempat duduknya beda."
"Aduh, kan sudah saya bilang tiketnya ada di tas. Saya malas buka tas. Sudah lah....."
Akhirnya si mbak pramugari meninggalkan si ibu. Wajah si ibu terlihat lega dan kembali duduk selonjoran di kursi empuknya.
Sesaat kemudian, Si mbak Pramugari yang lain datang menghampiri si ibu sambil membawa catatan (kertas).  Mungkin kertas catatan itu adalah daftar penumpang yang duduk di bisnis class dan ekonomi. 
Melihat sosok mbak Pramugari sudah nongol lagi didepannya, si ibu kembali terusik. Kemudian kembali berakting pura-pura sibuk mengobok-obok isi tasnya.
“Maaf bu, bisa lihat tiketnya?
“Kenapa si nanya-nanya tiket mulu?”
“Maaf bu, kita hanya ingin mendata aja. Apa betul tempat duduk ibu nomernya benar ato salah.”
“Kalo salah juga kan gak apa-apa. Yang penting kursi yg saya duduki ini kosong.”
“Tidak bisa begitu bu. Penumpang harus duduk sesuai dengan tempat duduk yg ada di tiket.”
Karena terus-menerus diintrogasi, si ibu kesal dan dongkol.
“Kalo begitu saya pindah kusi lain saja deh. Kalian terlalu menggangu saya dan sibuk banget nanya-nanya mulu.”
Si ibu mengangkat semua tas-nya dan meninggalkan kursi bisnis class lalu melangkah menuju ekonomi class.
Hmmm... Pantes saja dari tadi si ibu sengaja pura-pura bingung meletakkan tiketnya dimana. Ternyata sesungguhnya si ibu mencoba mengalibi petugas agar dia bisa duduk di bisnis class meski beli tiket di ekonomi class.
Apesnya TRIK si ibu diketahui oleh petugas.

Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

Cerita tentang Seorang Ibu Tukang Pijat di Atas Kereta