Traveling to Medan.....



Part 1 : 26 June 2011
From Bandung to Medan
Pukul 4.30 WIB
Alaram Blackberry gue berdering dengan brisiknya. Tidur senyenyak apa pun kalau mendengar suara alarm se annoying itu semua orang pasti terbangun. (maklum lah, deringnya salah setting). Meski dongkol, gue harus tetap bangun! Kalo tidak alamat bisa ketinggalan pesawat. Mana ada istilah pesawat menunggu penumpang! Apalagi penumpang sekelas gue.

Bangun tidur langsung cuci muka (nggak mungkin gue mandi di pagi subuh yang supper dupper dingin hanya gara-gara mau berangkat ke Medan!). sikat gigi sudah paling top deh. Kemudian, buat teh manis dan makan roti sekedarnya saja asal ada ganjelan perut. Sambil breakFAST (bener2 cepat), gue sempatkan memberi makan dan bermain-main dengan 2 anjing kesayangan gue Bouffy dan Kimmot. Maklum, ini hari terakhir gue bercengkrama sebelum meninggalkan mereka selama 2 minggu. Serasa tau mau ditinggal lama, 2 puppies gue nggak mau lepas dari pangkuan gue. Pengen nempel terus. Tapi sekali lagi maaf ya B and K, kalian harus gue tinggal sementara waktu. Tenang aja, masih ada teman yang menjaga kalian kok. Pasti aman!




Pukul 05:00 WIB
Taksi yang gue booking kemaren sudah klakson-klakson brisik. Gue langsung cabut meninggalkan B and K hanya berdua dirumah. Meski was-was tapi tetap yakin mereka save! (karena teman gue yang mau jaga akan datang kerumah sekitar jam 8 pagi).
Taksi langsung tancap gas ke bandara Husen Sastranegara. Nggak nyampe 15 menit, taksi sudah nyampe aja di depan terminal Husen yang tergolong terminal kecil untuk ukuran terminal yang mulai membuka rute luar negeri KL dan Singapura. Check in dan kemudian gue langsung menunggu di ruang tunggu.

Banyak penumpang yang berasal dari kota Medan hendak kembali ke Medan. Dari raut wajah dan karakter tingkah lakuknya gue yakin mereka bener-bener asli orang Sumatra. Kalau bicara nggak bisa pelan. Sekali berbicara suara langsung bergema terdengar hampir di seluruh rungan. Belum lagi kalo sudah adu arguen dengan petugas bandara gara-gara barang bawaan mereka sudah overloaded. Meski dilarang dibawa ke dalam kabin namun tetap keke jumekeh membawa ke dalam kabin.
“Ini ininya oleh-oleh. Kalo rusak mau kau bertanggung jawab,” ucap seorang ibu dengan logat Batak yang kental. Akhirnya si petugas hanya bisa pasrah dibrojoli umpatan dipagi hari (kasihan pagi-pagi sarapannya omelan inang-inang)

pukul 05:30
penumpang disuruh masuk ke dalam pesawat. Meski yakin semua kedapatan tempat duduk, entah kenapa mau masuk ke dalam perut pesawat saja pun harus saling berebutan dan saling sikut (parahh....!!).
Sabar woiiii...!!!

Setelah semua penumpang berada di dalam pesawat, pramugari memberi aba-aba yang stabdart, kemudian pesawat TAKE OFF...
Bye Bandung....!!!!!

Di dalm pesawat gue melihat SUNRISE bener-bener indah banget. Pagi itu cuaca cukup bersahabat menghantarkan gue ke Medan. Tidak ada turbulance dan selama 2 jam 5 menit penerbangan semua berjalan dengan lancar... gue yang masih menyimpan rasa kantuk bisa memejamkan mata selama 1 jam...
Saat terbangung tiba-tiba pramugari sudah memberi aba-aba kalo pesawat sebentar lagi akan tiba di Medan....

Welcome to Medan.......

Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

Cerita tentang Seorang Ibu Tukang Pijat di Atas Kereta