CERITA TRAVELING SERU BERSAMA TAKSI

Di dalam Taksi menikmati kemacetan Jakarta


Jika kamu pecinta traveling tentu banyak kisah menarik yang bisa dijadikan untuk bahan tulisan. Terkadang kisah yang ‘tidak biasa’ yang terjadi saat traveling justru akan menjadi suguhan yang menarik dan unforgetable moment.  Mulai dari rasa kagum kita akan keindahan negara yang sedang kita kunjungi, keramah tahaman masyarakatnya, budayanya, hingga soal makanan dan tempat tinggal acap kali kita bahas dalam cerita traveling.

Tapi bagaimana dengan kisah seru ketika kita sedang menggunakan jasa transportasi taksi? Tentu juga punya kisah yang sulit untuk dilupakan juga bukan? Seperti yang saya alami saya berpergian ke beberapa negara di Asia dan juga beberapa kota di Indonesia. Masing-masing memiliki kisah yang membuat saya sulit untuk melupakannya.

Berikut ini saya berbagi kisah tentang pengalaman seru saya saat naik taksi di beberapa negara dan kota.Catatan! Ini berdasarkan pengalaman saya lho. Kali aja para traveller memiliki pengalaman yang berbeda. I don’t care!
1.    
SiSingapura
Saya suka sama pelayanan taksi di negara Singa ini. karena selain sopan mereka juga sangat menghargai profesi mereka sebagai supir taksi. Selalu berpakaian rapi (pakai jas) dan juga tidak pernah ‘korupsi’ dengan mengambil uang kembalian penumpang. Berapa sen pun kembalian ongkos taksi selalu dibalikin ke penumpang. Saluttt!!! Beberapa kali ke Singapura selalu mendapatkan supir taksi berwajah oriental.

2.    Malaysia
Berbeda dengan supir taksi Malaysia, saya justru menemukan supir taksi yang selalu pakai sorban untuk menutupi kepalanya. Berkulit gelap alias orang Tamil atau India. Terlalu banyak bertanya pada penumpang dan rasa ingin taunya berlebihan darimana asal muasal kita. Meski ramah, tapi tidak semua penumpang suka diajak berbicara saat berada di dalam taksi.

3.    Bangkok
Setiap naik taksi di Bangkok kepala gue sering pusing karena aroma dupa yang diletakkan di atas dashboard (dekat stir) sangat menyengat. Saya pernah bertanya pada supirnya kenapa harus pakai dupa. Jawabnya, agar terhindar dari malapetaka dan diberikan rezeki yang banyak. (ups!)
Banyak juga supir taksi di Bangkok yang tidak mengerti bahasa Inggris, sehingga sering terjadi kesalah fahaman.

4.    Macau
Supir taksi yang pelit berbicara. Waktu naik, kami menunjukkan alamat yang kami tuju, lalu si supir melaju mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga sampai ditujuan. Sampai, bayar selesai.... mungkin si supir pakai motto “Talk less do more!”

5.    Shenchen
Pengalaman yang paling seru selama naik taksi. Terjebak di dalam kebingungan. Waktu itu saya dan teman-teman baru nyampe di Shenchen dan naik taksi minta dianterin ke hotel. Berhubung si supir sangat sangat tidak menguasai bahasa Inggris, maka kami harus mengeluarkan tenaga ekstra menjelaskan nama Hotel serta alamatnya. Tapi sayang supir taksinya tetap saja tidak mengerti. Bahkan parahnya lagi, kami sudah menunjukkan buku petunjuk (guide book) dimana letaknya pun si supir tidak mengerti. Sampai akhirnya si supir minta bantuan pada operator melalui ‘handtalkie’. Dan lagi-lagi si operator tidak tau dan tidak faham bahasa Inggris.
Gosh! Bayangkan, hampir satu jam kami terjebak di dalam taksi yang sempit dan pengap hanya untuk mencari hotel yang kami tuju. Karena tidak ada solusi lagi, maka kami minta diantarkan ke pusat keramaian dan minta bantuan pada orang-orang yang ada disitu. Akhirnya kami selamat dari kebodohan supit taksi tersebut.

6.    Hongkong
Supir taksi di Hongkong sangat berpacu dengan waktu. Meski kota Hongkong dipadati dengan pejalan kaki, namun supir-supir taksi disini sudah lihat dan cekatan. Kecepatan yang mereka pakai sangat maksimal. Bahkan saat tikungan sekali pun. Saya yang di dalam taksinya justru ketar-ketir takut menabrak pejalan kaki. Tapi ternyata aman-aman saja tuh!

7.    Bali
Naik taksi di Bali harus ektra hati-hati. Ada baiknya melihat  nama armada-nya sebelum naik. Karena banyak taksi yang memberlakukan ‘argo tembak’ jika kita naik taksi malam hari. Parahnya lagi, kalau kita habis dugem, pasti supir taksi mematok harga yang tidak make sense. Setinggi langit.  Pernah saya dan teman-teman naik taksi dari Seminyak ke Legian (tentu jarak yang cukup dekat). Kalau pakai argo tidak sampai Rp.20 ribu. Tapi, pada saat kami mau naik si supir memator harga Rp.150 ribu. Hmm... harga yang fantastis bukan!!!

8.    Medan
Rata-rata Supir taksi di Medan bertempramen tinggi. Suka main nyelonong dan tidak peduli dengan traffic light! Tapi, yang bikin saya kesal naik taksi di Meda adalah, supir taksinya dengan seenaknya merokok sambil mengemudi. Tidak menyalakan ac dan sebagai penumpang kita sangat tidak dihargai. Disuruh nyalain ac eh malah dibentak dan berkata,”saya kan lagi merokok!(dengan logat Batak yang kental). Selain itu, taksi-taksi di Medan juga jarang pakai argo meter (meski taksi yang ‘santun’ tetap menggunakan argo meter)

9.    Bandung
Taksi di Bandung hampir sama dengan taksi di Medan. Suka bikin harga seenaknya. Tapi mereka bicaranya masih sopan dan santun. Ya, maklum, orang Sunda. Tapi kalau sudah pakai acara tawar menawar kan itu bukan naik taksi namanya tapi belanja di pasar! Untuk itu pilih lah armada taksi yang memiliki reputasi yang baik.

10. Jakarta
Bicara soal pengalaman naik taksi jelas saya tidak akan pernah lupa dengan supir-supir taksi di Jakarta. Baik itu taksi yang punya reputasi baik atau tidak, mereka selalu rakus dengan uang kembalian. Kalau sudah melihat uang kembalian dibawah Rp.10 ribu-an maka dengan cueknya mereka tidak mengembalikan uang tersebut ke penumpang. Ya, pura-pura bego gitu deh. Atau istilah yang paling basi yang sering mereka pakai adalah,” aduh, nggak ada kembaliannya mas. Baru narik nih!!!” ya, karena buru-buru terpaksa kita iklaskan deh kembalian yang lumayan itu. Tapi kalo nggak buru-buru, saya suruh aja di menukarkan sampai ada kembalian! Karena saya tau itu taksi yang sudah basi!

Comments

  1. keren euy! maenannya taksi :)

    tiap kali jalan2 cuman sekali tu nyobain taksi di Bangkok gara2 macet & kalo pake bus bisa telat nyampe Bandara....

    sisanya, pake angkot! :)

    nice blog, sleek, dibanding pny gw yg acak2an... hahaha!

    ReplyDelete
  2. hahhaaa..siplah...

    ReplyDelete
  3. Taksi-taksi indonesia emang gak ada bagusnya... eh salah, gak ada duanya ..he.he.he..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....