Traveling, Planning & Searching

foto di bandara Thailand

Traveling ke luar negeri emang tidak bisa disamakan dengan traveling di dalam negeri. Kalau liburan di dalam negeri, kita masih bisa menebak sedang musim apa. soalnya kita hanya memiliki dua musim. Kalau tidak musim panas ya musim hujan. Berbeda kalau di luar negeri yang memiliki 4 musim. Kalau tidak jeli dan tidak mencari tahu masalah cuaca disana, kalo nggak jeli yang ada kita bisa 'bangkrut' karena harus merogoh kocek untuk membeli keperluan yang mendesak untuk membeli pakaian hangat saat diketahui sedang musim dingin.). Atau kalo pun mau traveling ke luar negeri mending memilih stay di satu negara yang sudah jelas sedang musim apa.

Seperti yang gue alami bersama teman-teman saat liburan akhir tahun kemaren. Menurut gue itu adalah liburan yang" terbodoh" yang pernah kami lakukan. Haya gara-gara tergoda tiket murah ke beberapa negara, akhirnya dengan 'RAKUS' nya, kami membeli tiket murah tersebut untuk menjelajahinya. meski perbedaan musim jelas sangat terasa.

Destinasi  negara pertama yang kami kunjungi adalah Hongkong. Sebelum berangkat kami sudah tahu kalau di Hongkong suhu udaranya mencapai 5 hingga 10 derajat. Tentu dinginnya terasa banget bukan? Untuk mengantisipasinya, kami membawa baju hangat, sweater, topi kupluk, sarung tangan, syall dan teman-temannya deh. Yang jelas, untuk membawa perlengkapan penangkal dingin saja sudah memenuhi satu TAS BESAR gue.  

Nyampe di Hongkong udara bener-bener dinginnnnnnnnya nampol sampe membuat gigi berdisko. Selain udaranya yang dingin, anginnya juga sangat kencang. hembusan anginnya bisa mmebuat kepala sampai migren Setelah tiba disana, ternyata membawa satu macam (warna) baju dingin tidaklah  cukup. Masak untuk 'property' foto-foto narsis baju yang dipakai cuma itu-itu doang? Jelas itu tindakan yang salah. Karena hasil foto akan monoton dan tidak menggoda yang melihatnya. Alhasil demi semua eksistensi, kami pun mulai berbelanja beberapa baju hangat dengan warna yang cukup cerah dimusim dingin. Kebetulan lagi beberapa toko dengan brand ternama menggelar diskon gede-gedean. Kami pun kalap dan lupa diri. Alhasil, tas yang kami bawa  sudah sesak sesakan dengan isi sebelumnya, kini jadi bertambah penuh lagi dengan "penghuni" barunya. Alhasil, tas yang sudah segede gaban yang awalnya gue pikir terlalu "gede" justru tidak cukup menampung barang-barang yang baru dibeli. Dengan berat hati terpakasa gue harus beli koper berukuran besar lagi.

Hmmm.... (pe-er banget bukan?)

MACAU

Usai liburan satu minggu di Hongkong, kami melanjut perjalanan ke Macau. Untung saja di Macau udaranya masih sama dingin dengan Hongkong. Jadi baju-baju hangat masih berfungsi selama disana.  Ngider-ngider Macau 3 hari sudah cukup puas deh. Karena kota judi ini tidak cukup membuat gue betah berlama-lama. Kecuali gue ingin berpetualang main judi di meja judi. Karena sarana perjudian bertebaran disini.

SHENCHEN & GHUANGZHO

Dari Macau kami lanjut ke Shenchen dan Ghuangzho naik kereta. Sepanjang perjalanan di Kereta benar-benar adventure banget deh. Keretanya mirip kereta ekonomi di Indonesia. Trus, stasiunnya juga rada-rada jorse alias jorok sekali. Bau nyengat. Hmm.. ternyata disini tingkat kebersihan masih kurang. Tiba di Shenchen udara mulai terasa gerah. Baju-baju yang menempel di badan satu persatu mulai ditanggalkan. Rasanya pengen bertlanjang dada sangkin gerahnya. Tas yang segede gaban mulai menjadi beban sepanjang perjalanan. Karena setiap pindah dari satu transportasi ke transportasi lainnya, kami harus mendorong-dorong si "GABAN" tadi...

Wadohhh....

THAILAND

Yang lebih parah ketika kami melanjutkan perjalanan ke Thailand yang terkenal dengan udara panasnya. Koper-koper kami yang gede-gede tadi semakin menyiksa banget. KArena sejak turun dari pesawat sampai mencari penginapan, kami harus mendorong dan menenteng tas yang gede-gede. Sementara  sejak tiba di Bangkok, nyaris baju-baju tebal kami tidak tersentuh. Berganti menjadi tank top dan celana pendek. Kebayang kan, berapa banyak baju-baju dan celana yang tebal-tebal tidak terpakai selama di bangkok. Melihat tumpukan pakaian di koper saja pengen muntah. Maklum, 2 koper besar berisi baju-baju hangat rasanya kok nyesal belinya ya?  Sangkin banyaknya, rasanya pengen ditinggalin aja deh itu barang-barang. Karena BERATTTTTTTT...!!!! Belum lagi harus nambah biaya bagasi Saat pulangnya.

Alhasil..
Usai traveling ke beberapa negara, kami jadi tertawa melihat kebodohan kami membawa koper besar mirip pengungsian. Kami pun mulai mikir untuk memilah-milih negara mana yang harus dikunjungi tanpa harus MENDERITA dengan saltum saat tiba di Bangkok.Kan nggak mungkin juga setibanya di Bangkok kami pakai COAT, sweater, sarung tangan dan teman-temannya.

Jadi, pelajaran yang berharga adalah, jika ingin traveling ke luar negeri, ada baiknya searching negara yang kamu kunjungi sedang musim apa. Suhunya berapa derajat dan apa yang wajib di bawa.

foto bersama teman-teman di hongkong

narsis di stasiun MRT Hongkong

Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....