Me, Camera and Laptop

foot ini di candid teman di Da Nang Vietnam


Kalo ditanya sejak kapan gue suka fotografi, mungkin jawabnya sejak gue masih duduk dibangku High School, kemudian lanjut ke Universitas hingga akhirnya sampai ke pekerjaan. Meski dulu gue seorang Jurnalis (di tabloid dan infotainmen), tapi menggunakan kamera wajib hukumnya harus tau. Jadi sampai sekarang pun hari-hari gue nggak lepas dari dunia fotografi. Kebetulan gue dan beberapa teman membuka STUDIO FOTO di kota Bandung. Meski kecil-kecilan tapi custumer nggak pernah kecewa dengan hasil foto yang TEAM gue kerjakan di Studio 79 Bandung.(cieee... promo nih...)

Urusan bagus nggaknya sebuah foto menurut gue nggak ada filosofi yang harus dijadikan PAKEM, sejauh hasil foto kita bisa dinikmati orang dan orang lain mengerti arti dan apa yang kita foto. that’s it! (ini untuk versi gue ya...)
Kebetulan gue suka memotret yang HUMAN INTEREST jadi lebih punya cerita dan orang yang melihatnya bisa langsung menebak foto apa yang gue jepret.

ENIWEI....
Karena gue suka foto, setiap traveling bersama teman-teman pasti mereka mewanti-wanti,
”JANGAN LUPA BAWA KAMERA LO YA....”
“NTAR FOTO GUE YANG BANYAK YA....”
“FOTO GUE SECARA CANDID YA. GUE SUKA CANDID KAMERA LO..”
yang jelas kalo gue dan teman-teman melakukan TRIP nggak perlu khawatir deh, pasti setiap langkah mereka ada fotonya. Setiap sudut, setiap angel, setiap gaya dan setiap saat deh......

TAPI...
Nggak enaknya jadi juru foto adalah, Foto diri sendiri malah nggak ada. Giliran mau mindahin foto ke laptop, baru deh tersadar bahwa nggak ada satu pun foto gue dilokasi tersebut. Maka itu, agar tidak kehilangan momen SAKRAL itu, gue mewanti-wanti teman agar memoto gue juga. Meski tidak banyak yang penting ada....


 Nah, bagaimana caranya agar duit kita bisa kembali? Ya, dengan cara menulis di berbagai majalah traveling dan juga menulis buku. Jadi duit bisa balik deh.....maka itu, setiap selesai traveling gue wajib menulis pengalaman gue selama traveling untuk beberapa majalah traveling. Untuk itu, saran gue jadilah Traveler yang Samart. Yang artinya, jangan hanya ngabisin duit saat traveling tapi gimana caranya agar duit elo yang habis itu bisa kembali atau bahkan bisa makin bertambah. So, easy bukan..?? 






Lg asyik motoin para ngenedara sepeta motor yg suka kebut-kebutan

Disaat teman2 asyik di dunia jejaringan, gue sibukdengan ketikan naskah traveling gue...



LAPTOP
Begitu juga dengan profesi gue sebagai penulis buku, travel writer dan penulis blog, gue wajib mengabadikan setiap sudut kota yang gue kunjungi, tradisi, budaya dan hal-hal unik di kota tersebut. Karena semua itu bisa menjadi UANG. Jadi kemana pun gue pergi yang nggak pernah lupa gue bawa adalah Latop dan Kamera.  Dan kedua benda tersebut sangat berfungsi sepanjang perjalanan.  Laptop berfusngi saat gue sedang berada di hotel, hostel atau judul penginapan backpacker lainnya. Laptop akan lebih BERGAIRAH lagi hidupnya jika WIFI di penginapan menyala senyala-nyalanya. Jadi gue bisa menulis sambil browsing dengan senyum lima jari. Saat traveling WIFI is like OXYGEN yang bis abikin hidup lebih bergairah....




CAO DAI TEMPLE...

Comments

Popular posts from this blog

10 Pantai Indah Yang Wajib diKunjungi Saat Ke Sulawesi Selatan

Cerita tentang Seorang Ibu Tukang Pijat di Atas Kereta