SANG PENARI (Highly Recomended)

Prisia dan Oka... Totallll....


ANTARA CINTA, POLITIK DAN BUDAYA

Tadi malam, dalam kondisi badan masih meriang, teman-teman gue ‘memaksa’ gue ikut nonton film SANG PENARI di bioskop BSM. Kebetulan nggak jauh dari rumah jadi terpasa deh gue ikut. Meski sesungguhnya ada rasa males juga nonton film ini. judulnya kok Nggak Menarik ya... Tapi berkat rekomendasi teman dan dia menyakinkan kalo gue PASTI SUKA akan film ini, jadi deh hati gue luluh.
Nyampe di BSM kita langsung beli tiket. Tapi alngkah kagetnya ketika nyampe di tempat penjual TIKET, kok jumah penonton belom ada? Padahal jam sudah menunjukkan 15 menit lagi film akan main. 20.55 WIB. Tapi, bagi kami nggak masalah ada ato nggak penonton sejauh film diputar kami akan terus nonton.

20.55 WIB...
Eh, bener aja, penonton film SANG PENARI cuma 4 orang doang. BUSYETTTTTTTT...!!!! apa salah film ini ya? Kok sampe nggak ada penontonnya?  Apa mungkin film ini bener-bener jelek..? kami pun mulai was-was. Biasanya ramai tidaknya film mencerminkan film tersebut bagus (meski nggak 100 persen bener)

Film dimulai....
Adegan Rasus (Oka Antara) berseragam tentara muncul di desa yang sepi di Dukuh Paruk.  Bertemu seorang kakek buta yang dengan eajah ketakutan. Cerita bergulir hingga akhirnya terjadi flashback....
Dari awal main gue sudah penasaran akan film  yang diangkat dari novel berjudul Ronggeng DUKUH Paruk karya Ahmad Tahori.  Kisah yang diangkat pada masa tahun 1960-an, benar-benar membawa kita masuk ke era tahun tersebut. Kejelian sutradara Ifa Isfansyah pada film ini patut diacungin jempol. 

Rasus yang seorang tentara mencari kekasih hatinya  Srintil, seorang penari RONGGENG  yang dimainkan dengan GEMILANG,TOTAL dan APIK oleh bintang sinetron yang juga mantan atlet Prisia Nasution. Jujur gue suka banget sama akting Prisia disini. Perannya sebagai Srintil benar-benar membuat gue terpesona. Kecantikan wajah Prisia di film ini mengingatkan gue akan sosok artis China GONG LI. Cantik yang benar-benar natural.

Adegan demi adegan yang dimainkan semua pemainnya sangat PAS pada porsinya. Tidak ada yang berlebihan dan juga tidak ada yang over acting. Begitu juga dengan penata musiknya yang membuat kita penonton larut dan terbuai akan alur cerita dengan alunan musik yang diracik apik oleh pasangan suami istri AHSAN dan TITI SYUMAN.

Totalitas Prisia Nasution pantes diacungin jempol


Sulit bagi gue untuk menuturkan secara detail film ini. yang jelas, film ini mengangkat kisah percintaan antara  Srintil dan Rasus yang terbina sejak mereka masih kecil hingga dewasa. Juga pertikaian politik di era 60-an  mewarnai kisah percintaan mereka. Indah dan luwesnya gerak gerik tubuh Srintil menari Ronggeng ternyata bukan sembarang tarian. Karena untuk menjadi penari Ronggeng, di kampung tersebut  mereka memiliki tradisi yang sakral dan turun temurun. Minta petuah sama sesepuh. Melihat keluwesan Sritil menari sesepuh sekaligus dukun dikampung tersebut Srintil dianggap titisan Ronggeng. film ini bener-bener perpaduan antara kisah percintaan, budaya dan politik.

Film ini tidak membuat kita bosen duduk  hingga  111 menit ditempat duduk. Justru waktu yang ‘angka cantik itu terasa begitu cepat berputar dan film berangsur selesai...

BAGI KAMU YANG NGAKU PECINTA FILM INDONESIA...KUDU,HARUS dan WAJIB nonton film ini... BAGUS benerrrrr....!!!!
Buat Oka dan Pia...SELAMAT..!! U R SO BRILIANT IN THIS MOVIE...
Semoga Pia bisa meraih Piala Citra...





Comments

Popular posts from this blog

Cerita tentang Seorang Ibu Tukang Pijat di Atas Kereta

10 Pantai Indah Yang Wajib diKunjungi Saat Ke Sulawesi Selatan