ADA MUSEUM MANUSIA PURBA SANGIRAN, SOLO, LHO....

Patung manusia purba di Solo

Menyebut nama kota Solo, pasti dibenak kita sudah terdoktrin dengan Batik Solo-nya. Tidak bisa dipungkiri kalau kota Solo terkenal dengan aneka kerajinan batiknya.
Tapi, kenapa tidak mencari desinasi lain selain hanya batik dan batik? lupakan sejenak ciri khas Batik. Mari kita mencari destinasi lain selain berburu oleh-oleh batik itu.

Saat melakukan trip ke Solo kemaren, gue diajak untuk mengunjungi museum. Hmm, sempat miris mendengar kata Museum. Sejujurnya gue nggak suka hal-hal yang berhubungan dengan Museum. Karena setiap menyebut Museum, kita pasti sudah membayangkan kalo lokasi tersebut akan membosankan, kuno, monoton dan juga sangat kaku.



Pintu Masuk


Tapi teman gue menyakinkan kalo museum ini jelas berbeda. Ditambah lagi ini bukan sembarang museum. Karena ini merupakan salah satu museum Manusia Purba terbesar di dunia dan sudah terdaftar sebagai situs warisan dunia UNESCO sebagai World Heritage (No. 593, dokumen WHC-96/Conf.201/21).

 Dan sejak itu, alangkah bangganya kita sebagai bangsa Indonesia (Khususnya warga Solo, karena Sangiran ditetapkannya sebagai World Heritage oleh UNESCO.

15 Desember kemaren bertepatan dengan diresmikannya Museum Manusia Purba oleh wakil Mentri Bidang Kebudayaan, Prof, DR.Wiendu Noeryati.P.Hd.  akhirnya gue turut hadir ditengah-tengah sahabat serta beberapa pakar Arkeologi, Geologi, Paleonanthropologi dan juga Biologi yang ingin menyaksikan peresmian museum Manusia Purba itu.  Kami berkumpul di Museum itu untuk melihat langsung bagaimana sih isi dari Museum yang digadang-gadangkan sebagai museum Manusia Purba terbesar di dunia?

Setelah gunting pita, dan bersama wakil mentri juga bupati Sragen, kami pun melangkah pasti ke dalam museum yang memiliki luas 1.6 hektar itu.

Damn...!!!

Baru kali ini gue bisa merasakan bagaimana sensasi sebuah museum (purba). Di dalam itu gue melihat  secara detil satu persatu gambar serta keterangan yang menempel di dinding bagaimana proses manusia berevolusi, bagaimana bentuk tengkorak manusia yang hidup di jaman purba, juga bentuk tanah dari tahun ke tahun. Bahkan tanah dari 1.5 juta tahun lalu, serta hal-hal yang diluar bayangan gue.

Alangkah mengagumkan museum ini. Mata gue yang selama ini tertutup rapat akan ARKEOLOGI akhirnya bisa melek. Melihat step by step proses manusia jaman purba bertahan untuk hidup, serta beberapa kerangka manusia purba yang masih terawat dengan baik.


di depan gambar manusia berevolusi
Mungkin untuk menikmati museum ‘BAGUS’ ini tidak cukup untuk sehari. Karena kita harus membaca dengan detil satu persatu apa yang ada di museum tersebut. Ya, jika sedang melancong ke Solo, ada baiknya anda  datang ke Museum manusia purba ini yang terletak di sebelah utara Solo, desa Sangiran kecamatan Kalijambe.

Museum ini juga sengaja dibangun menempel pada sebuah bukit dan memutar sampai puncaknya. Kita harus berjalan mengitari lereng bukit untuk bisa sampai ke ruangan masuk sebuah museum tersebut. Masuk ke ruangan pertama disambut dengan gambar-gambar bagaimana bumi terbentuk dan evolusi manusia jaman purba.


dengan latar belakang manusia purba

Agar tidak terjebak dengan jadwal beroperasinya museum, coba pantengin agenda jam buka Museum ini.  
Buka setiap selasa – minggu,
pukul 08:00 – 16:00 WIB
Dengan harga tiket :
Pengunjung lokal Rp 3.000
Penguncung bule RP 7.500,
Cukup Murah bukan..???

AYO KITA MENCOBA UNTUK MENCINTAI MUSEUM. JANGAN HANYA CUMA BISA MENCINTAI BATIK MULU ...!!!

Comments

  1. Buat warga sekitar lokasi malah gratis. Sayangnya sepertinya ini pun kurang mendapat perhatian serius dari Pemerintah Pusat, meresmikan saja yang datang hanya wakil menteri, bukan mentrinya atau presiden langsung. Padahal ini warisan dunia, terbesar lagi. Bahkan awal pengembangannya, kalau bukan kerena kritik dunia, terutama Perancis, tidak pernah dipikirkan, alias diabaikan. Bravo buat Francois Semah, thanks for your supports...

    ReplyDelete
  2. Anonymous10:03:00

    Lebaran kemarin saya sekeluarga kesana. Masih direnovasi, jadi belum semuanya bisa dilihat. Museum bagus.
    Buat mas penulisnya, ada kesalahan tuh artikelnya : "Setelah gunting pita, dan bersama wakil mentri juga bupati Sangiran, kami pun melangkah....."
    Nggak ada tuh bupati Sangiran, Bupati Sragen kali.

    ReplyDelete
  3. wah... tiketnya 3.000 patut dikunjungi ni klo main2 ke slo :)

    ReplyDelete
  4. anonymous : iya soriii.... bupati Sragen yang betul bukan bupati Sangiran.. thanks koreksinya yaaaa....

    ReplyDelete
  5. mas emmul: betull..... di negeri kita ini museum belum menjadi lokasi yg favorit ya untuk dikunjungi. padahal sarat dengan ilmu pengetahuan..setelah di kritik baru deh di bangun...

    ReplyDelete
  6. emingko: ayo kita membudayakan visit museum.. seru kok..!!!

    ReplyDelete
  7. Anonymous12:50:00

    Maketingnya kurang agresif... museum ini padahal keren banget menurut saya. Sewaktu saya kesana, saya masih gak percaya kalo tempat itu banyak fosil purba, walaupun kenyataannya benar adanya...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

10 Pantai Indah Yang Wajib diKunjungi Saat Ke Sulawesi Selatan