VISITING MONAS And I'M PROUD OF IT....

Megahnya Monas...

Pernah melihat Tugu MONAS? 
Tentu sering bukan? Bahkan hampir setiap hari elo melintasi kawasan Monumen Nasional nan megah itu. Begitu juga dengan gue. Sering, bahkan teramat sering melihat dan melintasi Tugu Monas.
Tapi, kalo ditanya, kapan terakhir kali mengunjungi Tugu Monas? Atau pernah nggak masuk ke dalam kawasan Monas? Mungkin 70 persen jawabannya adalah BELUM! Atau kalo pun jawabannya PERNAH itu juga mungkin tahun jebot atau saat pertama kali elo menginjak kan kaki di Ibukota Jakarta.

Begitu juga dengan gue! Kalo ditanya apakah gue pernah berkunjungi ke Monas? Jawabnya sih pernah! Tapi itu juga sudah 11 tahun yang lalu. Waktu kali pertama memilih tinggal di Jakarta. Mengunjungi Monas juga hanya sebatas melihat-lihat di luarnya saja. Nggak sampe masuk ke dalam dan naik ke puncak Monas.

Trus, kalo ditanya, apakah elu mau mengunjungi Monas lagi????
Eh, ternyata kebanyakan jawabnya TIDAK! Dengan alasan ntar dikira Orang Kampung. Bahkan mereka menganggap mengunjungi Monas sama dengan Orang Kampung yang baru kali pertama menginjakkan kaki di Jakarta.

TAPI, ENTAH KENAPA,
Keinginan untuk mengunjungi Monas tiba-tiba muncul dibenak gue. Apalagi sejak gue mengunjungi beberapa tempat bersejarah di negara-negara asing. Rasanya gue penasaran, masak sih di negara sendiri nggak ada tempat bersejarah yang layak untuk dikunjungi?
Apalagi sejak gue mengunjungi Cuchi Tunnel di Vietnam beberapa waktu lalu. Gue merasa kok mereka bisa membuat lokasi yang ‘fenomenal’ itu asyik untuk dikunjungi dan bisa menggugah turis untuk berbondong-bondong datang ke Cuchi. 
Apakah di negara kita nggak ada yang layak untuk dikunjungi? Begitu juga saat di Kuala Lumpur, kenap TWIN TOWER bisa menjadi kebanggaan turis untuk ber-mejeng ria dengan background menara kembar itu? Apa di Indonesia nggak ada yang bisa di Banggakan..??
Gue yakin ada! Salah satunya MONAS!

Untuk itu, setelah hampir 13 tahun tinggal di Jakarta, akhirnya kemaren siang, weekday, (tentu tidak ramai pengunjung), gue melangkah dengan pasti mengunjungi MONAS seorang diri. Bener-bener prestasi nih bisa ke Monas dengan tekat yang bulan tanpa butuh bantuan teman atau siapalah yang bisa diajak menjadi dayang-dayang. Persiapan yang gue bawa adalah kamera DSLR dan Lumix.

Saat menuju Monas, sinar matahari lumayan menantang tapi bukan berarti gue menyerah. Semua prosesi dari awal menginjakkan kaki ke area Monas hingga sampai ke puncaknya gue abadikan dengan kamera gue.

Satu hal yang perlu di CATAT setelah gue masuk ke area Monas hingga naik ke puncak Monas, I’m Proud of MONAS. Jujur gue bangga nih bisa berada di Monas dan menikmati setiap sudut Tugu Monumen Nasional yang diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1961.

Apakah elo masih malu berkunjung ke Monas...? atau semakin penasaran?  atau jangan sampe emas yang ada dipuncak Monas yang beratnya mencapai 35 kilogram itu hilang baru elo mengunjungi Monas..??

Welcome to Monas guys..!!!

Halte Busway  Monumen Nasional

Monas Entrance

Pedagang souvenir di pintu masuk Tugu Monas

Aneka Souvenir

Loket Karcis Masuk

Masuk melalui lorong

Tiket masuk Rp. 2500

Tiket naik ke pUncak Monas Rp.7500

Tiket naik ke puncak monas Rp.7500

Antrian hendak naik Lift ke Puncak

Masjid Istiqal dilihat dari Puncak Monas

Landscape Jakarta dari puncak Monas

Redtop Hotel dari puncak Monas

Landscape Monas awesome...

It's me......

Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....