OH, PANTAI KUTA...

Sewaktu berada di Lombok menuju Gili Trawangan, kebetulan mendapat teman seperjalanan perempuan bule berasal dari Norwegia. Kemudian perempuan tersebut bercerita panjang lebar tentang pengalaman dia yang baru saja berlibur dari bali. 

Si bule begitu sangat kecewa dengan Pantai Kuta yang begitu banyak sampah gentayangan disepanjang bibir pantai. bahkan sangkin kecewanya si bule hampir menangis melihat KECUEKAN warga setempat yang tidak peduli akan kebersihan..
kira-kira sepeti inilah perbincangan gue dengan si bule setelah di translate pake bahasa TARZAN..!!

" Bagaimana mungkin Pantai Kuta yang begitu indah menjadi penuh sampah? saya sangat kecewa.."
"Emangnya sampahnya ada dimana saja..?"
"Hampir disemua kawasan pantai, saya melihat banyak sampah. mulai dari Kuta, Seminyak dan Dreamland, Tapi anehnya kenapa local people tidak begitu peduli dengan sampah-sampah itu?"
"Ya, begitulah..permasalahan terbesar di negeri ini masalah SAMPAH. Bukan dipantai Kuta saja, tapi hampir disemua kawasan.."
"Tapi kenapa tidak ditanggulangi.,?"
"Dunno.."
"Saya sendiri sebagai turis prihatin dan hampir setiap saat jika saya sedang di pantai, saya tidak sungkan memungut sampah-sampah itu. Tapi kenapa kalian local people tidak melakukan hal yang sama..?"

Hmmm... gue nggak bisa berkata-kata. yang jelas, apa yang dikatakan si bule benar adanya. Bule saja peduli, kenapa kita tidak..???

Mau tau seperti apa sampah-sampah itu..?? lihat saja foto-foto di bawah ini...
 

Bayangkan Tumpukan sampah yang menggunung di pantai Kuta

Traktor mengangkat tumpukan sampah

memprihatinkan bukan..?

Setiap hari permasalahan terbesar di Pantai Kuta adalah Sampah!

Kita juga harus ambil peduli untuk menjaga keindahan Pantai Kuta

Comments

  1. itu memang wajar dan sering terjadi, sampah2 tersebut bermigrasi dari satu wilayah ke wilayah lain, Berbagai jenis sampah yang terdampar di Kuta merupakan sampah kiriman dari luar Bali.Sampah ini bukan produk lokal, datangnya dari luar Kuta semua. Kuta hanya jadi korban, sampah yang terdampar di Pantai Kuta selama ini antara lain kayu gelondongan, batang kelapa, dan aneka jenis sampah lainnya. Seperti kita ketahui di Bali tidak ada hutan, tapi sampah yang datang ke Kuta bentuknya kayu gelondongan. Juga banyak sampah plastik yang tentu tidak berasal dari Kuta, masyarakat tentu sangat peduli, tapi ap daya diperlukan alat berat utk membersihkan..jadi ikut terpaksa menunggu pemerintah menurunkan bantuan alat berat ;) and still we love bali :D

    ReplyDelete
  2. belum pernah ke bali sih.. tapi sungguh disayangkan apabila pulau dewata nusantara ini jadi rusak citra nya dikarenakan oknum yg tidak bertanggung jawab dalam memelihara lingkungannya... semoga menjadi koreksi pribadi juga agar lebih baik....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sandhee: sebenarnya kalo semua peduli akan Sampah, maka hal tersebut tidak akan terjadi... hanya sebagian saja yg peduli sementara banyak yg tidak peduli akan hal itu...

      Delete
  3. noituac908:27:00

    itu foto diambil kapan???!!

    setahu saya, foto-foto itu memang pernah ada dan waktu itu sedang ada gelombang tinggi dari laut selatan. dan sejak agustus 2011 sampai februari 2012 Kuta TIDAK pernah seperti itu!!!

    Ssaya bukan orang Bali, saya cuma *sangat* sering kesana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. noituac: foto itu saya ambil di bulan tgl 3 FBERURI 2012 bung....dan saya bukan menulis mengada2 dan itu apa yg saya lihat dan saya abadikan sebagai barang bukti untuk sebuah tulisan... silahkan anda datang ke bali sekarang juga, maka anda bisa melihat sampah... bukan masalah gelombang besar saja...

      saya bukan orang bali juga..tapi saya jauh lebh sering ke sana.....

      Delete
  4. ironis bule menangis lihat banyak sampah di kuta dan tempat lain, sementara pribumi tambah asyik buang sampah sembarangan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Narto: bahkan si bule same begitu menggebu2 bercerita kalau dia mengajak turis2 yg duduk2 di pantai untuk memunguti sampah eh malah ditertawakan.... prihatinnn...!!!

      Delete
  5. seharusnya kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dibiasakan dan diajarkan semenjak kecil. pertama dilingkugnan keluarga dan tentunya di sekolah. dan sebagai orang dewasa kita tidak boleh memberikan contoh yang kurang baik pada anak anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mamangcooper: SANGAT SETUJUUUU...!!!!

      Delete
  6. Biasa itu klo musim hujan. hari ini ud bersih, besok pagi badai sampah dtg lg dari laut. bulan mei ke atas ud bersih lagi kq. ntr akhir tahun - awal tahun gtu lagi sampah nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. albertus: sampah sebenarnya tidak mengenal musim jika semua org peduli akan TIDAK MEMBUANG SAMPAH sembarangan. krn setiap hari pengunjung yg dtg ke bali bawa makanan, kantongan pastik minuman kaleng dan sebagainya..mereka tidak mengenal musim kan..??? jadi solusinya..kita sama2 menjaga kebersihan lingkungan dimulai dari diri sendiri....

      Delete
  7. Anonymous08:56:00

    Kalau diatas dibilang Bahwa sampah bukan dari Bali, tp dr luar Bali sy tdk tahu acuannya... selalu saja dalam pikirannya terlintas bahwa yg jelek2 selalu dr luar Bali... intinya bgt. Terlalu premordiallah. Coba kita berpikir rasional. Banyak sungai di Bali yg ujung2nya di laut antara Kuta sampai gilimanuk. Hutan Bali Barat selalu saja digerogoti setiap saat. Kayu2 hutan ditebang utk bancakan. Sisa2 kayu jg berserakan disana sini. Juga kalau org Kota ke gunung selalu bawa sampah. Sampah ke sungai dan dr sungai ke laut. Jangan jauh2 ke gunung disekitar jl Petitenget ke utara sampah bangunan dan sampah rumah tangga, sisa2 pertanian, luar biasa banyaknya... sampah plastik seenaknya dibuang dialiran sungai. Kalau jalan2 banjir akhirnya semuanya juga ke laut... jadinya jg numpuk di KUta dan sekitarnya. Coba saja kalau pas hujan deras dan jalan banjir. Kemana larinya sampah? Soal sampah kiriman itu juga bs...sampah ke laut dan terbawa arus.. tp kalau maksudnya, di Bali sendiri tdk membuat sampah terlalu munafiklah...sungai2 yg dulu jernis banyak tercemar limbah dan kalau hujan jadi pekat campur oli. Sampah sdh jd masalah nasional krn memang kesadaran masyarakat Indonesia terhadap sampah rendah. Bukan hanya sampah yg besar2. Kesadaran buang puntung rokok jg sangat rendah mungkin malah g ada. Buang puntung seenaknya. Merokok dimana saja bahkan sambil menggendong anaknya ada yg masih merokok. Disamping sisi jelek, bagian lain dr Indonesia jg ada sisi bagusnya. Bayangkan jika tdk ada pasokan listrik dr luar Bali? Pernah beberapa kali listrik mati, masyarakat sdh teriak2, bayangkan jk tydk ada pasokan BBM dr luar Bali, bayangkan jk tdk ada buruh2 dr luar Bali (siapa yg betulin pipa PDAM?, siapa yg pasang kabel2 listrik? Siapa yg mau masangin atap utk bangunan2 bertingkat? siapa yg akan supply janur ke Bali, siapa yg akan bawa pisang ke Bali?), juga seandainya tdk ada orang dr luar Bali, pasti mrk yg punya kos2an g dapat uang, yg punya hotel2 melati kosong, g ada penjual tahu dan tempe, dan dipastikan harga akan mahal...Jaman global mesti berpikir global jg krn manusia akan semakin tergantung satu sama lain dan tdk bs mengatasi masalah secara parsial..

    ReplyDelete
    Replies
    1. anony: setuju..Sampah sudah menjadi masalah Nasional.....

      Delete
  8. Anonymous09:02:00

    Ehm tapi memang beda banget kalo di Gold Coast Australia pantainya bersih banget dah gitu di sepanjang pantai disediakan tempat sampah dan yg paling penting itu sebenarnya kesadaran dari diri sendiri kok untuk ga buang sampah sembarangan, dendanya bisa ratusan dollar loch. jadi kangen pengen pulang kampung :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. anonym: setuju... DENDA !!!! tapi disini undang2nya suka musiman.. buang sampah sembarangan di DENDA..eh realitanya apa..??? nggak ada hukumannya...!!!

      Delete
  9. saya juga kecewa waktu ke kuta awal bulan februari 2012 ini.. memang benar banyak sekali sampah berserakan. dan itu di sepanjang bibir pantai. sampah didominasi sampah plastik dari bungkus makanan ataupun minuman. saya tidak tau sampah2 ini berasal dari mana. pengen rasanya mungutin sampah2 itu, tapi melihat sampahnya yang begitu banyak rasanya hanya sia2 kalau seorang diri..

    ReplyDelete
    Replies
    1. TRI: setuju sama apa yg anda perbuat..saya juga ingin memunguti sampah2 tersebut. karena cukup mengganggu...dan benar jika cuma kita saja yg peduli yg lain tidak sampah tdk akan terselamatkan......

      Delete
  10. Anonymous09:50:00

    walo saya belum pernah ke singapur dan membuktikan sendiri faktanya, tapi saya setuju kalo di bali juga para pembuang sampah sembarangan ini perlu di beri denda dan sanksi yang tegas.....kayak di singapur sana....

    ReplyDelete
    Replies
    1. anonym: bener..di negar2 tetangga memberlakukan denda buang sampah sembarangan..nyeberang jalan sembarang juga di denda..di negara kita bagaimana...????

      Delete
  11. Anonymous10:05:00

    warga setempat buang sampah? eh buset yang piknik tuh justru bule-bule pada bawa makanan buang sampah sembarangan

    ReplyDelete
  12. Anonymous10:14:00

    terkubur sampah....
    tinggal kenangan...

    ReplyDelete
  13. Saya dua kali ke Kuta. Yang pertama, memang banyak sekali sampah plastik bungkus deterjen, bungkus Indom*e, dan sampah plastik lainnya yg bikin enggan nyebur ke pantai. Tapi kedatangan saya kali kedua, Pantai Kuta sudah bersih dari sampah. Semoga semua pihak punya cara penanggulangan sampah ini kalau memang asal sampahnya bukan dari Bali.

    ReplyDelete
  14. Emang foto ini benar dan foto ini diambil bang very tgl 3 feb 2012 sy bersama dia wktu itu

    ReplyDelete
  15. Anonymous10:27:00

    kok gelombang pake disalah2in sih -,- dari jaman baheula juga tuh gelombang emang udah ada.

    ReplyDelete
  16. Mungkin urusan sampah organik dan anorganik adalah nomor sekian ribu setelah sampah koruptor ya? Jadi selama sampah bernama koruptor belum tersapu maka sampah di jalanan atau dimanapun susah buat di garuk....

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

Cerita tentang Seorang Ibu Tukang Pijat di Atas Kereta