MENIKMATI MALAM OGOH-OGOH DAN HARI RAYA NYEPI DI BALI

Ogoh-Ogoh


    
OGOH-OGOH
Berhubung karena nanti malam merupakan malam Ogoh-Ogoh, seluruh penghuni hotel memilih mengungsi keluar dari Pulau Bali. Bahkan beberapa teman mengajak saya untuk ikut mereka ke Lombok. Alasannya menjelang hari raya Nyepi, Bali akan menjadi seperti pulau Mati. Sepi!
Saya datang ke Bali justru ingin merasakan bagaimana sensasi sepi di Hari Raya Nyepi. Ngapain juga saya ikut-ikutan kabur meninggalkan Bali?
Pihak Hostel tempat saya mengiap juga menganjurkan agar saya menginap di rumah kerabat yang benar-benar warga Bali. Alasannya agar benar-benar bisa merasakan Nyepi yang sesungguhnya. Jika saya tinggal di hotel seorang diri tanpa ada cahaya lampu sedikitpun, yang ada saya bisa lari ketakutan.
Akhirnya, atas saran pemilik hostel, saya pun memutuskan menginap dirumah teman dikawasan Sesetan. Kebetulan teman saya yang satu ini asli orang Bali dan merayakan Hari Raya Nyepi.  Saya mengemas barang-barang saya dan pindah ke rumah teman.
Tiba dirumahnya saya disambut dengan senyum yang teramat ramah oleh keluarganya. Saya disediakan kamar layaknya nginap di hotel. Berhubung menjelang Nyepi, umat Hindu melakukan ritul puasa. Maka itu, sebelum malam menjelang, sebelum acara pawai Ogoh-Ogoh digelar, saya diajak teman pergi ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan selama Hari Raya Nyepi.
“Seperti biasa, sebelum Nyepi, semua umat Hindu akan belanja dipasar untuk menyediakan persediaan makanan selama Nyepi. Karena saat Nyepi tidak ada aktivitas apa pun selain sembahyang di rumah.”ucap teman saya.

Tiba di super market alangkah kagetnya saya, karena suasana begitu tumpah ruah dipenuhi oleh pembeli. Semua memborong makanan dan minuman. Saya sendiri bingung melihat pengunjung belanja makanan sampai kalap begitu.
“Sebenarnya Hari Raya Nyepi berapa hari sih?”
“Satu hari. Emang kenapa..?”
“Kok yang belanja pada borong makanan seakan-akan Hari Raya Nyepi seminggu lamanya.”
“Ya, tradisi disini memang begitu. Sebelum Nyepi mereka belanja gila-gilaan. Padahal Nyepi-nya cuma sehari semalam doang. Pada Kalap tuh kalau sudah mau Nyepi,” balas teman saya sambil tersenyum.  

Malam pun tiba, saya bersama teman-teman (teannya teman saya) ikut meramaikan acara arak-arakan Ogoh-Ogoh. Saya dipakaikan sarung ala pria-pria Bali, kemudian kelapa saya ikatkan kain yang disimpul menjadi mirip blangkon. Ya, wujud saya berubah menjadi pria Bali.  Suasana malam itu benar-benar ramai dipadati oleh masyarakat yang ingin menyaksikan langsung Ogoh-Ogoh. Saya yang baru kali pertama melihat dan ikut meramaikan pawai Ogoh-ogoh hanya bisa speecless. Karena semua warga dari semua kalangan usia menyambut pawai itu dengan riang gembira.  Ogoh-Ogoh yang sebelumnya berdiri di pinggir jalan kini mulai di gotong beramai-ramai. (satu Ogoh-Ogoh digotong sampai 8 hingga 15 orang. Tergantung ukuran dan berat ogoh-ogoh). Awalnya saya ingin mencoba bagaimana sih rasanya memopang ogoh-ogoh, tapi akhirnya saya menyerah karena mereka begitu ahli menggotong Ogoh-ogoh sambil berjalan dan terkadang berlari.

Menurut teman-teman, sebelum acara arak-arakan dimulai, biasanya anak-anak muda yang menggotong ogoh-ogoh melakukan acara minum-minuman beralkohol dahulu. Alasannya biar staminanya kuat atau biar lebih berani.  Tidak heran beberapa diantara mereka terlihat seperti orang kesurupan. Mata merah dan terlihat bringas.

Acara ogoh-ogoh berlangsung hingga tengah malam. Setelah pawai ogoh-ogoh berakhir dilapangan terbuka, semua ogoh-ogoh biasanya dibakar hingga tinggal puing-puing saja. Itu pertanda semua roh-roh jahat yang ada di bumi ini ikut terbakar  dan meninggalkan bumi. Dan saat  Hari raya Nyepi tiba, maka semua Umat Hindu kembali bersih dari segala dosa.

MENYEPI DI HARI RAYA NYEPI

Sabtu 5 maret, memasuki pukul 00:00 WITA semua lampu  di seluruh pulau Dewata dipadamkan. Bahkan bandara Ngurah Rai pun tidak beroperasi selama satu hari penuh. Semua tampak Gelap gulita. Pulau Bali bak kota Mati yang tak berdenyut. Kami yang sudah berada di dalam rumah hanya diterangi cahaya dari Blackberry. Itu juga kalau ketahuan Pecalang bisa ditangkap.
   “Jangan sampai cahayanya terlihat dari luar. Nanti kita bisa dimarahi.” Ucap teman saya.
Sedikit menyeramkan memang. Karena tidak ada setitik cahaya pun yang bisa membantu melihat jika tidak ada cahaya dari BB. Untungnya lagi saya berkumpul dirumah teman saya bersama teman-temannya juga. Jadi cukup terhibur juga.  Meski sulit untuk memejamkan mata, namun saya mencoba untuk tertidur. Ditambah lagi cerita-cerita menyeramkan yang terlontar dari mulut teman-teman membuat bulu kuduk saya merinding. Banyak kisah mistis terjadi disaat  Ogoh-Ogoh dan hari raya Nyepi berlangsung.

Berhubung mata tidak bisa terpejam, teman mengajak saya untuk keluar rumah secara diam-diam. Agar saya bisa melihat bagaimana sensasi Nyepi di hari Raya Nyepi. Lalu saya pun mengikuti ajakkan teman untuk keluar rumah, dengan catatan tidak boleh ada cahaya lampu dan tidak boleh berisik. Karena jika ketahuan sama pecalang kalau  ada warga yang berada diluar rumah, maka kami akan ditangkap, dibawa ke posko lalu dihukum.
Tiba diluar rumah suasana semakin mencekam karena benar-benar gelap gulita. Kami mencoba berjalan keluar gang, namun bulu kuduk saya semakin berdiri karena sangat menyeramkan. Akhirnya saya mengajak teman-teman kembali ke rumah.
“Sudah bisa merasakan suasana Sepi di Hari Raya Nyepi kan? Jadi  elu tidak penasaran lagi.”
“Ya, dan ternyata sensasinya luar biasa..” jawab saya sambil memilih tidur.

Keesokan harinya, saya masih berada dirumah teman dan tidak boleh keluar rumah. Jadi hari raya Nyepi itu, kita benar-benar diajak untuk mengintropeksi diri dan berhenti melakukan aktivitas apa pun. Dianjurkan sih untuk merenung, berdoa dan mengucap syukur. 
Dan saya bersyukur karena berada ditengah-tengah keluarga yang merayakan hari raya Nyepi dan dapat merasakan bagaimana damainya hidup ini tanpa ada keributan.

Ya, begitulah pengalaman saya menikmati Sepi di Hari Raya Nyepi di Bali.




 



Comments

  1. selamat hari raya nyepi bagi umat yg merayakannya :)

    ReplyDelete
  2. Berbagi Kisah, Informasi dan Foto

    Tentang Indahnya INDONESIA

    www.jelajah-nesia.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. waduwh, baru tahu tradisi Bali. thanks for share..
    salam kenal ya, kalau ada waktu berkunjung dan berkomentar jg d blog ane.

    ReplyDelete
  4. Anonymous12:59:00

    makasih ya infonya...tadinya mao ke sana sehari sebelum nyepi...tapi setelah baca ini ga jadi deh..ubah tanggal aja..

    salam kenal 'n mampir2 ya ke www.kairafi.blogdetik.com

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

Cerita tentang Seorang Ibu Tukang Pijat di Atas Kereta