Vietnam & Trik Aksi Tukang Tipu

Tukang semir sepatu plus pemalak

Kasihan bapak tua yang ada di foto ini. Maksud hati ingin menolong orang susah di negeri orang, eh, justru malah dia yang dipalak habis-habisan.
Untk itu, apa pun kondisinya, ada baiknya kita sebagai turis alias pendatang dinegeri orang bersikap acuh pada orang-orang yang kita anggap asing. baik itu pengemis, tukang jual kaos, tukang semir sepatu atau anak-anak kecil yang menjajakan dagangannya.  karena tidak tidak pernah tau strategi tipu muslihat apa yang mereka akan lakukan terhadap mangsannya yang kebanyakan adalah turis-turis yang tidak mengerti bahasa mereka.

Kejadian ini terjadi ketika gue bersama beberapa rombongan ibu-ibu dan bapak-bapak traveling ke Vietnam (gue dan sahabat menjadi tour guide-nya). Setiap membawa rombongan kita wajib memberitahukan DOs & DON'Ts selama di negeri orang. Seperti kejadian tas di silet saat asyik belanja di night market (baca blog sebelumnya), dan uang jutaan rupiah melayang...

Begitu juga dengan kasus si bapak ini.  Siang itu kami lunch dikawasan Dong Du Street yang kebetulan banyak restoran-restoran berlabel halal. jadi kami memutuskan mencarai makanan hala untuk rombongan yang kebetulan banyak yang muslim.
sebelum masuk ke resto rombongan ibu-ibu dan bapak-bapak sudah dijegat oleh beberapa pedagang keliling yang tugasnya emang ngetem di depan resto-resto yang banyak dikunjungi turis-turis. tapi, karena lapar si pedagang dan penjual jasa lainnya dicuekin.

Usai makan,
Si bapak lagi pengen keluar dari resto. kemudian disamperin seorang tukang semir sepatu. karena sama-sama tidak bisa bahasa Inggersi, si bapak rela sepatunya disemir dengan perkiraan ntar dikasih upah sekitar 20.000 dong (setara dengan Rp.10.000).



Ketika sepatu sedang disemir, si bapak juga disamperin seorang pedagang kaos-kaos berciri khas Vietnam. parahnya lagi si penjual kaos ini terus kekeh menyerang si bapak. meski sudah ditolak pake bahasa tarzan, tetap saja mendekat.

Sepatu selesai disemir, kemudian di bapak menyerahkan 20.000 Dong. tapi si tukang semir tidak mau. dia menolak mentah-mentah sambil tangannya menunjuk ke uang 100.000 dong dua lembar.  tapi si bapak tidak mau memberi. namun si tukang semir terus memaksa minta 200 ribu Dong. (setara 100 ribu).  si bapak yang masih belum ngerti kelipatan kelipatan mata uang Vietnam, hampir memberi 200.000 Dong. tapi, secepat kilat  gue menyamperin si bapak yang sedang berdebat sengit dengan si tukang semir.

Gue menanya berapa upah sekali semir. si tuang semir menjawab sambil menunjuk uang 100 ribu dong 2x. gue langsung marah dan membentak-bentak si tukang semir. gue marah karena dimana-mana menyemir sepatu tidak pernah sampai semahal itu. Tapi dia tetap memaksa. karena teman-temannya semakin ramai mengerumunin, akhirnya si Bapak gue suruh kembali masuk ke resto agar bebas dari 'palakan' tukang semir and the gank....

Mereka tetap menunggu....
dan kami tetap berada di dalam resto...

Sampai akhirnya,  tour guide lokal yang membawa kami ke resto menjadi juru menolong yang bisa berbahasa vietnam dan menjelaskan pada tukang semir and the gank agar bersikap ramah terhadap turis. jangan memeras apalagi memalak. dan dengan bantuan si tour guide lokal, si bapak tidak jadi menyerahkan 200.000 Dong untuk si tukang semir sialan itu. dia hanya mendapat bagian 40.000 Dong (20 ribu rupiah..)

Kami langsung meninggalkan resto dan masuk ke dalam bus...

Pembelajaran yang dapat dipetik adalah:
Kita boleh iba, prihatin, kasihan atau apa pun bentuk simpati kita terhadap orang-orang tidak mampu. tapi ada baiknya waspada dan acuh saja terhadap mereka. apalagi kita tidak tau karakter mereka-mereka yang 'bertopeng' wajah memelas tapi punya niat memeras..

Waspadalah.....

Comments

  1. Nice post, salam kenal berkunjung balik ya ke blog ane

    http://www.info-yazid.com/2012/04/harga-dan-spesifikasi-blackberry-curve.html

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

Cerita tentang Seorang Ibu Tukang Pijat di Atas Kereta