PELAJARAN BERHARGA SAAT MENJADI TRAVEL GUIDE

Tumpukan Tiket dan Paspor yang harus diurus


Akhirnya gue menuntaskan juga perjalanan ke Ho Chi Minh dan Hanoi selama 1 minggu lamanya. Kali ini gue pergi bukan sekedar  ber-backpackers bersama travel buddy saja. Melainkan membawa rombongan orang yang jumlahnya sekitar 23 orang. (bisa kebayangkan gimana repotnya ngurus 23 orang dengan sifat dan karakter berbeda?)
Kemudian jumlah 23 orang tersebut adalah kebanyakan ibu-ibu yang suaminya bekerja disalah satu instansi pemerintahan Bonafit. ya, semua pengen menjadi prioritas.!

Gue dan Glen (my travel buddy) harus kerja ekstra untuk mengurus semua keperluan ibu-ibu yang gue sebut "Nyonya2 Jetset". mulai dari tiket, paspor, bagasi, hotel, makan sampai keurusan belanja segala. Maklum, disini posisi kami sebagai TRAVEL GUIDE dan juga AGENT (buka www.mendadakturis.com )  wajar kalo kami mengurus segala-galanya dari keberangkatan hingga pulang kembali ketanah air.

Pelajaran yang gue dapat saat menjadi travel guide dan ber-traveling membawa rombongan yang jumlahnya lumayan banyak adalah:

1. Gue harus melatih kesabaran untuk berbagai macam permintaan para ibu-ibu (rombongan)

2. Menyiapkan stamina ketika rombongan minta bantuan mengangkatkan koper atau tas mereka yang ukurannya segeda gaban (bayangin aja, mau berangkat saja rata2 berat koper 20-30 kilo. Kebayang pulangnya kan..?)

3. Mempelajari sifat dan karakter masing-masing orang, dan memahaminya.(ternyata ibu-ibu banyak yang seru juga ya...)

4. Menyadari kalau membawa rombongan, hal yang menjadi prioritas adalah rombongan bukan diri sendiri. Secapek dan sekesal apa pun kita, harus bisa bersikap manis terhadap rombongan.

5. Berusaha membuat mereka tertawa atau memberikan guyonan-guyonan yang mampu mencairkan suasana ketika kepanikan datang. Meski sesungguhnya kita jauh lebih panik dari mereka.

6. Harus siap menghadapai kejadian-kejadian yang tak terduga saat traveling berlangsung. (unpredictable moment seperti kehilangan dompet, paspor tertinggal, makanan gak cocok, over bagasi dll)

7. Tapi sebagai Travel guide, kita juga harus tetap punya harga diri yang tidak bisa diremehkan alias diperbudak. Mereka harus memahami Gue dan teman bukan BUDAK atau KULI yang bisa seenaknya disuruh-suruh. Jadi sebisa mungkin bersikap bijaksana, namun bukan untuk diperintah-perintah.(kalo pengen jalan melenggang, silahkan bawa asisten pribadi...)

8. Harus bisa menjadi penengah ketika ada percekcokan diantara sesama rombongan (wajar itu terjadi, asal tidak sampai merusak suasana)

9. Berusaha mengingatkan rombongan kalau traveling ini ramai-ramai bukan private traveling. jadi harus bisa mengatur waktu tanpa harus diteriakin dulu baru keluar dari kamar.

10. Bisa membuat rombongan tersenyum saat traveling berakhir. bukan menyumpahi...


Koper-koper juga ikut ngantri

Koper dengan berat yang menyiksa badan

Comments

  1. Hello there!
    Seru banget baca pengalamannya mas (hmm, saya panggil "mas" gapapa yaah hehehe)..

    Saya seorang fresh graduate yg cita2nya pengen jadi travel guide mas. karena passion saya, ketemu orang2 yg macem2, suka cari pengalaman baru, dan suka banget liburan. selama ini saya sudah beberapa kali pengalaman jadi Liaison Officer, dan ngerasa kalo "pekerjaan" ini cocok banget buat saya...

    so, mas pnya tips2 untuk saya? :D
    terimakasih sebelumnya..
    have a good day!

    ReplyDelete
    Replies
    1. vanessa: hai vanessa,,,thank u ya sudah baca blog saya...kalo soal cita2nya pengen jadi travel guide yang pasti bisa aja. saran saya sih diperbanyak wawasan ttg dunia trip. minimal vanesssa juga suka traveling jd saat bergabung diperusahaan travel tinggal enjoy the job... gitu....hehhehe

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

Cerita tentang Seorang Ibu Tukang Pijat di Atas Kereta