KEMPING DI RANCA UPAS



Bingung menentukan destinasi saat akhir pekan? Bosen ke mal dan mal terus? Juga bosan berada di dalam kota saja? Kenapa tidak mencoba destinasi lain dari yang lain?

Kemping misalnya…

Ha?
Kemping?
Kemana..? ke gunung? Takut ah, takut nyasar…

Begitulah komentar teman-teman ketika bingung menghabiskan weekend yang begitu-begitu saja. Tapi, ketika gue menawarkan liburan singkat dengan berkemah, teman-teman pada kaget, bingung namun tergoda untuk mencobanya.

Maka, jadi deh, gue dan teman-teman sepakat untuk kemping di Ranca Upas, Ciwidey. Ya, sebelumnya kawasan ini terkenal dengan nama Bumi Perkemahan Ranca Upas. Tapi, sejak setahun atau lebih, nama ini dirubah menjadi KAMPUNG CAI RANCA UPAS.  

Pada hari H, teman-teman berangkat dari Jakarta sekitar pukul 9 pagi. Ya, kalau berangkat siang takut terjebak macet di lalu lintas  tol Cipularang disaat weekend.

Tepat pukul 12 siang, teman-teman tiba di Bandung langsung menjemput gue yang emang tinggal di Bandung. Sebelum melanjutkan perjalan kami langsung mencari resto untuk lunch bareng. Siang itu cuaca sedikit tidak bersahabat karena hujan mulai mengganggu perjalanan kami. Sempat timbul keragu-raguan melihat kondisi cuaca yang cenderun turun hujan. Tapi berkat motivasi teman-teman lainnya, akhirnya perjalanan menuju Ranca Upas dilanjutkan.


Pukul 2.30 siang, mobil tiba di lokasi yang memiliki area seluas 215 ha. Setelah dua tahun tidak berkunjung kesini, apakah kawasan ini ada perubahan? Karena pada kemping tahun 2010 lalu, saya sangat menyukai lokasi ini. Masih sangat natural dengan lokasi yang masih dikelilingi hutan lebat dan udaranya juga masih sejuk.

Sebelum masuk ke kawasan Ranca Upas, saya melihat papan petunjuk yang sebelumnya bertuliskan BUMI PERKEMAHAN RANCA UPAS kini sudah berganti nama menjadi KAMPUNG CAI RANCA UPAS. Dan disitu terlihat gambar kolam renang, air mancur dan juga beberapa fasilitas Outbound lainnya. Saya sempat miris, kenapa kawasan alam terbuka ini sudah berrubah wujud menjadi kawasan komersil. Jadi kurang terasa berada ditengah-tengah alam bebas nan alami.



Untuk masuk ke dalam kawasan Ranca Upas perorangnya dikenakan biara Rp. 10.000,- sedangkan karcis mobil Rp.10.000,-. Setelah urusan registrasi selesai, mobil masuk ke dalam kawasan yang berada di atas ketinggian 1.700 dpl. Menjelang sore udara disekitar terasa sangat dingin. Suhu udara sekitar 18 hingga 23  derajat celsius.(konon katanya, menjelang tengah malam, suhu pernah mencapai 0 drajat celsius).

Asyiknya kemping di Ranca Upas, kita nggak perlu bercapek-capek berjalan kaki berkilo-kilo meter untuk bisa mencapai lokasi. Disini kita bisa membawa kendaraan (mobil dan motor) dan lokasi parkirnya juga cukup luas dan strategis.

Saat sudah berada di dalam area perkemahan, saya mulai terperangah dan kaget. Karena ada beberapa perubahan di sisi kiri jalan. Jika sebelumnya disisi kiri terbentang luas danau air hangat, kini danau tersebut dibelah dan diperkecil, kemudian dibangunlah wahana bermain seperti kolam renang. Juga, lahan yang sebelumnya ditanami pepohonan dan rumput yang hijau, kini dibangun pondok dan wahana bermain untuk outbound seperti Swing Stairs, Shake Stairs, Burma Bridge, Water ball, Flying Fox, Cargo Net Climbing dan Ladder Climbing. Kemudian, disebuah pohon besar dibangun sebuah rumah pohon yang berdiri diatas pohon.



Kemudian kami pun mendirikan tenda dan mempersiapkan segalanya. Ditambah lagi udara sudah mulai dingin dan menusuk tulang. Selain kami, banyak juga orang-orang secara datang berkelompok (besar dan kecil) untuk berkemah disini. Ada yang mendirikan tenda saling berdampingan dan ada juga yang hanya berkemah berdua saja. Yang jelas, menikmati akhir pekan sambil berkemah cukup seru juga lho. Ada baiknya anda mencobanya untuk menghilangkan kejenuhan dengan aktivitas yang monoton….

Cukup menarik bukan?  





Comments

  1. Anonymous21:16:00

    baguus,mantab, habis musim hujan pasti ke rancaupas..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

Cerita tentang Seorang Ibu Tukang Pijat di Atas Kereta