"OM EDDO, MANA....."

Pertanyaan Miris..
Cerita ini masih ada hubungannya dengan kisah pemakaman sahabat gue yang kemaren. ketika membuka foto2 pemakaman, gue teringat dengan boca kecil yang ada di foto ini.

Siang itu, gue dan dua teman memilih menunggu di pemakaman ketimbang harus datang ke rumah duka di kawasan Cilincing, sementara  jika kami kebut kerumah Duka waktunya sangat mepet. Takut selisih dijalan, jadi gue, Deddy dan Irman menunggu di TPU Rawamangun.

Tiba di TPU, gue melihat ada seorang ibu paroh baya, perempuan muda (30-an) bersama anak laki2nya. Mereka terlihat sedang gelisah menanyakan ke petugas pemakaman, dimana letak makam Eddo. Perempuan paroh baya tersebut ternyata Bude dari sahabat gue Eddo.
petugas menunjuk ke arah  gundukan tanah yang baru digali.
kami pun langsung bersapa ria....
si ibu mengenalkan dirinya bude kandung Eddo..dan perempuan itu sepupunya Eddo..
kemudian anak kecil itu anak dari sepupunya.....

Ketika sedang asyik-asyik bercerita tentang sahabat kami itu....tiba2 si bocak kecil ini terus bertanya..
"Om Eddo-nya mana ma...."
"Bentar lagi datang.....Sabar ya..."
"Om Eddo datang naik apa ma..?"
"Ntar naik mobil..."

Si ibu bercerita kalau minggu lalu mereka baru membesuk sahabat kami di RS bersama si bocah itu. kebetulan Eddo sangat dekat dengan bocah tersebut yang merupakan keponakannya. setiap bertemu pasti bocah kecil itu selalu dimanjakan Eddo dengan mainan dan juga diajak bermain. tidak heran kalau si bocah ini terus bertanya keberadaan sahabat kami.

Si bocah diam sejenak... gue dan kedua teman gue pun saling bertatapan. miris rasanya jika si bocah kecil ini tau kalau om yang disayanginya sudah meninggal dunia. tapi, di usia yang masih 3 tahun tentu mustahil kalau dia faham akan kematian.

Beberapa saat kemudian si Bocah kembali bertanya....
"Om Eddo-nya kok lama sih ma...? Om Eddo-nya mana ma..."
"Sabar sayang..Om Eddo lagi di Jalan.."
"Naik Mobil ya Ma..?"
"Iya...."

Tiba-tiba dari kejauhan suara sirine terdengar. gue yakin itu mobil jenazah yang mengakut Eddo ke TPU. gue pun bergegas ambil posisi untuk mengabadikan kedatangan jenasah sahabat gue itu..
"Itu Om Eddo datang.." ucap ibunya masih terdengar oleh gue.
"Kok mobil ambulance Ma.?"

Gue sudah tidak mendengar pembicaraan mereka, karena posisi gue semakin menjauh dari mereka. isak tangis pecah dari semua yang menghantar Eddo ke peristirahatan terakhirnya. melihat istri sahabat kami begitu terupukul, smeua teman2nya juga ikut meneteskan airmata (termasuk gue...)

Prosesi pemakaman terus berlangsung mulai jenasah ditrunkan dari mobil ambulance, dibuka ikatan kafan hingga dimasukkan kelubang kubur. semua gue abadikan lewat kamera gue.

sampai akhirnya gue kembali berdiri persis disebelah si ibu dan anaknya. si ibu terus menangisi saat jenasah Eddo dimasukkan ke lubang kubur. si anak kembali bertanya...
"Ma, Om Eddo-nya mana..?"
"Itu sayang.. om Eddo sudah dimasukkan ke dalam kuburannya sayang.."
jawab si ibu sambil terus terisak
"Kok tidak kelihatan Om Eddo-nya ma..?"

Pertanyaan tentang keberadaan Om Eddo terus dipertanyakan hingga pemakaman selesai.
Mungkin semakin bertambahnya usia si bocah ini, dia akan tau kalau Om Eddo kesayangannya telah pergi untuk selama-lamanya........
Begitu juga dengan anak Eddo yang mungkin belum mengerti akan kepergian ayahnya ke alam baka...

Selamat jalan Sahabat......



Comments

Popular posts from this blog

10 Pantai Indah Yang Wajib diKunjungi Saat Ke Sulawesi Selatan

Cerita tentang Seorang Ibu Tukang Pijat di Atas Kereta