DIKOLONG JEMBATAN BELAJAR BERSAMA ANAK JALANAN






Ada satu kebahagiaan yang tidak bisa dilukiskan ketika gue dan teman-teman berkumpul bersama anak-anak jalanan.  Meski lokasi yang menurut banyak orang tidak layak untuk dikunjungi yaitu dibawah kolong Fly-Over Grogol, namun bagi kami tempat tidak menjadi alasan untuk tidak peduli akan nasib anak-anak jalanan.

Minggu siang kemaren, saya dan teman-teman Volunteer kembali berkunjung ke bawah kolong Fly-Over Grogol. Persis di di depan Citra Land dan Kampur Trisakti. disana anak-anak jalanan sudah berkumpul untuk belajar.
Ya, agenda rutin yang kerap dilakukan teman-teman Volunteer adalah memberikan 'ilmu' bagi anak-anak jalanan dikawasan Grogol. dari usia 5 tahun hingga yang sudah beranjak remaja (15 atau 17 tahun). 

Setelah semua berkumpul, teman-teman Volunteer membagi-bagi anak Jalanan secara berkelompok. mulai dari kelompok usia yang sangat belia hingga remaja. karena dengan dibagi-baginya kelompok berdasarkan usia, kita bisa memberikan pelajara yang sesuai dengan kemampuan mereka.

Seperti anak usia 5 - 6 tahun, teman-teman mengajarkan soal pengenalan huruf-huruf. ulai A sampe Z. kemudian anak berusia  7 hingga 8 tahun belajar bahasa Indonesia. mengenal nama-nama benda, flora dan fauna.
anak berusia 9 -11 tahun belajar bahasa inggris dan juga menulis.
Anak SMP  belajar matematika dan juga bahasa Inggris.
Anak SMA belajar Akutansi dan sebagainya

Melihat anak-anak jalanan yang begitu antusias menerima pelajara dari kakak-kakak volunteer ada rasa senang bisa berbagi ilmu. dan berharap kelak mereka bisa hijrah dari profesi 'anak jalanan' yang dicap sebagai anak buangan yang juga dianggap sampah masyarakat. padahal jika kita membuka mata dan sedikit peduli terhadap nasib mereka, lihat lah, mereka sangat ingin MOVE ON dari kondisi mereka yang sangat memprihatinkan.
buktinya mereka rela meluangkan waktunya di hari minggu untuk menuntut ilmu secara cuma-cuma. tidak mengamen dan meimnta-minta.
"Kami juga ingin menjadi orang yang berguna kak. kami tidak ingin masa depan kami suram," ucap salah seorang anak jalanan yang bercita-cita bisa melanjutkan pendidikan hingga bangku kuliah (Kabulkan lah Tuhan...amin..)

Kurang lebih 3 jam belajar bersama anak jalanan, acara belajar mengajar diakhiri dengan membagikan makanan ringan dan minuman (susu coklat) dari Starbuck yang selalu peduli akan nasib anak-anak jalanan. puluhan hingga ratusan minuman dan makanan dibagi-bagikan secara cuma-cuma untuk anak-anak jalanan dan juga ibu-ibu mereka yang setia menanti anak-anaknya belajar.

Untuk peduli terhadap nasib anak jalanan, kita tidak perlu menunggu orang besar atau partai besar atau kelompok orang kaya yang berkedok 'PEDULI' tapi berembel-embel kampanye mengajak kita turun ke jalan. Jika kita punya PASSION dalam diri untuk ambil bagian, kenapa tidak dimulai dari hal yang kecil? Masa depan mereka ada ditangan kita. Terkesan klise tapi realitanya memang demi kian.





<a target="_blank" href="http://202.43.169.236/page/lomba-blog-sampoerna-school-education-“menjadi-pendidik”"><img border="0" src="http://202.43.169.236/sites/default/files/images/webbanner_blogcomp_openhouse2.jpg"></a>
 

Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

Cerita tentang Seorang Ibu Tukang Pijat di Atas Kereta