REBUTAN KURSI DI DALAM PESAWAT.....




Waktu itu saya hendak pulang ke Jakarta dari liburan panjang saya di Bali.  Apesnya, pesawat Lion Air yang saya tumpangi men-delay penerbangan tanpa batas waktu yang pasti. Sialan! Saya paling mati gaya kalau sudah ada pengumuman delay dari maskapai penerbangan.

Pesawat yang saya tumpangi seharusnya berangkat pukul 15: 45 WITA. Tapi aba-aba delay yang diumumkan dipengeras suara tidak hanya sekali saja. Dari pukul 15:45 WITA mundur menjadi 16: 30 WITA, kemudian berubah lagi ke 18:00 WITA, Hingga akhirnya, setelah tingkat kesabaran penumpang sudah mengendur dan voltase emosi jiwa sudah sampai tahap puncaknya, baru deh pesawan yang saya tumbangi mengumumkan kalau pesawat akan berangkat pukul 19:00 WITA (bayangin aja hampir 4 jam menunggu ketidak pastian. Siapa yang tidak emosi coba?)

Pukul 18: 45 WITA, para penumpang dipersilahkan masuk ke dalam pesawat. Saya pun masuk ke dalam perut pesawat dengan mata merem melek karena sudah tidak kuasa menahan kantuk campur bosan dan kesal.

Setelah menempelkan pantat ini ke tempat duduk yang sesuai nomer yang ada di tiket, saya langsung merebahkan badan dan mencoba untuk melanjutkan tidur yang tertunda tadi. Tapi, dibelakang tempat duduk saya sedang terjadi debat kusir antara penumpang pria (seorang bapak) dengan seorang ibu dan anak gadisnya. Perdebatan mereka jelas soal memperebutkan kursi.  (Hmm, ternyata Nggak di gedung DPR saja yang terjadi rebutan kursi, di dalam pesawat juga perebutan kursi. )

Si bapak bertahan kalau tempat duduk yang didudukinnya benar-benar sesuai dengan nomer yang ada di tiketnya. Begitu juga dengan si ibu nggak kalah ngototnya kalau nomer tempat duduk itu juga sama persis dengan nomor yang ada di tiketnya juga. Intinya mereka adu mulut dengan suara yang sangat menggangu. Pakai adegan bentak-bentakan segala lagi.  

Ibu : Bapak nomer berapa?
Bapak : Nomer 15 A-B
Ibu : Saya juga nomer 15 A-B. Coba lihat tiket bapak..?!
Bapak : Ibu gak percaya ya…? (membentak) Ini tiket saya! Jangan ibu kira tiket saya palsu ya.  ( Ha? Emang ada tiket pesawat palsu? Kirain tiket konser musik aja ada yang palsu)
Ibu : Tiket saya juga asli. Gak mungkin palsu! Pokoknya ini tempat duduk saya.(ngotot bertahan duduk di jok kursi)
Bapak : Tidak! Ini tempat saya! (diulang-ulang sampe 10 kali…)

Perdebatan semakin seru dan kyaknya tidak berujung, membuat lorong jalan terjadi kemacetan dan sulit dilalui penumpang lain. Maka terjadilah penumpukan di lorong jalan.  Akhirnya datang deh si Pramugari mencoba menenangkan dua mahluk yang tengah memperebutkan kursi pesawat.

Pramugari : Bisa lihat tiketnya pak…bu..….

Si bapak dan si ibu lalu memberikan tiket ke pramugari dengan gaya sombong versi masing-masing. Parahnya lagi si pramugari juga tidak memiliki ketelitian yang tinggi untuk memeriksa tiket dua penumpang itu. Dia malah ikut-ikutan bingung.

Pramugari :  Kok nomernya bisa sama ya? ( pasang mimik bingung) Bentar ya, saya tanya dulu sama teman saya. (Si pramugari nyamperin temannya yang lain dan menanyakan soal nomer tempat duduk  yang sama).

Sebenarnya mata saya sudah sangat ngantuk dan pengen langsung tidur tapi karena ada keributan persis dibelakang tempat duduk saya, saya pun langsung ikut nimbrung. Sebenarnya penumpang yang lain juga sudah kesal, resah dan gelisah. Tapi kedua mahluk ini tidak peduli dan serasa aktor pemeran utama di adegan debat kusir ini.

Saya : Ibu tiketnya berangkat yang jam berapa?
Ibu : (Ngotot dan semakin marah) Saya berangkat jam 5.  Emang kenapa, kamu nggak usah ikut campur urusan orang!

Busyet dah, galak bener ibu ini. Ditanya baik-baik malah membentak dengan ketus.  Karena dapat angin segar untuk menjatuhkan kesombongan si ibu, saya langsung bilang, kalau keberangkatan ini adalah keberangkatan yang jam 4.  Bahkan sebelum saya melontarkan kalimat-kalimat saya, penumpang lain sudah duluan bersuara. Intinya semua bilang,

 “ Oalaaa...Pantas aja nomornya sama…”

Saya : Ibu tau nggak?  Ini pesawat yg berangkat jam 3:45. Kita di delay  3 jam lebih. Jadi mungkin pesawat ibu berangkat jam 12 malam nanti.

Seakan mendapat angin surga ada ‘pencerahan’ dalam pemecahan masalah rebutan kursi ini,  si bapak yang tadinya sudah hampir KO langsung kembali bergelora dan berkoar-koar lagi.

Bapak : Makanya sebelum naik nanya dulu dong. Jangan asal ngomel-ngomel dan nudug saya merebut kursi anda!
   
Merasa berada dalam posisi yang salah, nyali si ibu langsung ciut. Mirip kucing habis kesiram air sebaskom. Wajah garangnya jadi layu (secara tadi merekah-rekah mirip bunga matahari). Eh, sekarang wajah galak itu ditutupi pake tas tangannya. lalu dengan tergopoh-gopoh si ibu menarik anaknya untuk turun dari pesawat. Saat berpapasan dengan si pramugari, si ibu langsung merampas tiketnya yang masih dipegang si pramugari. Gerakannya sangat cepat dan tangkas.

Semua penumpang yang sudah teramat kelelahan menunggu keberangkatan akhirnya lega dan pesawat pun siap-siap untuk take off. Silahkan matikan suara anda, tutup rapat-rapat moncong anda dan silahkan tidur…

Perhatian-perhatian! Sebelum naik ke dalam pesawat, ada baiknya diperhatikan tiket dan nomer temta duduk anda! Jangan sampai anda mengalami nasib seperti ibu yang ada dalam kisah ini.  

Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....