RENDANG DAN IKAN TERI YANG MALANG........



Apa jadinya jika bekal ikan teri sambal kacang dan rendang yang sudah kamu persiapkan sebelum keberangkatan untuk liburan ke Negara orang ternyata tidak disentuh dan terbuang sia-sia?

Mengingat kejadian ini saya tidak tau untuk menjabarkan perasaan saya. Antara pengen tertawa geli atau merasa prihatin. Capek-capek membawa rendang sapi dan ikan teri sambal kacang yang terkenal gurih dan lezat itu ternyata saat tiba di Bangkok malah tidak dilirik sama sekali.
 
Waktu itu saya dan teman membawa rombongan tour jalan-jalan ke Bangkok City, jumlah rombongan sebanyak 13 orang yang kebanyakan ibu-ibu dari daerah Sumatra Utara. Sudah bisa dibayangkan bagaimana hebohnya jika ibu-ibu pergi jalan-jalan bareng. Sebelum berangkat saja kejadian-kejadian heboh sudah mewarnai keberangakatan kami.  Ada yang sibuk membawa rendang dan ikan teri untuk bekal selema di Bangkok. Meski sebenarnya saya sudah menjelaskan kalau di Bangkok kita tidak perlu khawatir soal makanan. Karena disana makanan, buah-buahan dan juga jajanannya sangat lezat dan segar. Tapi, dasar mereka lebih percaya pada naluri keibuan mereka ketimbang saya yang sebagai tour leader selama perjalanan ini.
“Saya tidak bisa makan kalau tidak ada ikan teri sambal. Jadi lebih baik saya bawa bekal dari rumah ketimbang saya mati kelaparan disana,” ucap seorang ibu dengan logat Bataknya yang kental.
Ada juga seorang ibu yang sudah mempersiapkan baju dingin, syall dan juga topi kupluk untuk menahan dingin. (emang Bangkok Negara bersalju bu?) , bahkan ada juga yang sudah pernah ke Bangkok tapi merasa sudah berpengalaman dengan Negara tersebut. Kemudian dia memberikan informasi tentang Bangkok ke rekan-rekannya yang baru kali pertama menginjakkan kaki ke Negara dengan julukan Gajah Putih itu. (meski sesungguhnya informasi yang dia berikan kebanyakan salah.)

Tiba di Bangkok, kami pun langsung mencari makanan. Saya merekomendasikan untuk mencicipi Tom Yam makanan khas Negara tersebut. Semua rombongan langsung mencicipi Tom Yam Seafood dan Tom Yam Kung. Masakan yang benar-benar segar karena diolah setelah dipesan (bukan di panasi setelah dipesan seperti kebanyakan resto Thailland di Indonesia). Rasanya yang mak nyus membuat semua rombongan tak henti-hentinya berdecak kagum dan puas.
“Enak kali bah (logat Medan) masakan ini. Rasanya pas dilidah. Daging Seafoodnya juga banyak dan segar-segar kali…” puji seorang ibu sambil mebersihkan keringat di dahinya.

Sementara ibu yang membawa bekal rendang dan ikan teri tadi tidak jadi mengeluarkan bekalnya dari dalam tas dengan alasan, buat besok saja, karena sudah terlanjur mencicipi Tom Yam Seafood. “ternyata masakannya enak ya…” pujinya.

Keesokan harinya, sebelum mengubek-ubek pusat perbelanjaan grosir di Platinum dan Pratunam, kami pun breakfast di hotel. Si ibu dan temannya yang selalu setia membawa bekal di dalam wadah Tupperware transparan pun masuk ke dalam restoran, lalu melihat-lihat menu yang ada di meja prasmanan. Kemudian dia tertarik dengan nasi goreng ala Thailand (secara kita tau, beras Thailand rasanya sangat pulen dan harum, sehingga diolah menjadi apa saja pasti renyah).Lalu temannya mencicipi nasi goreng plus mie goreng dan ikan tuna yang diolah dengan aneka sayuran.
“Hmm, rasanya nasi gorengnya enak ya…” pujinya. “Ikan Tunannya juga lezat” lanjutnya.
Temannya pun mengangguk dan kembali mengambil salad, buah-buahan, pudding dan juga kopi susu. Hampir semua makanan dan minuman yang terhidang di meja dicicipi. Akhirnya, mereka pun lupa untuk membuka Rendang dan ikan teri yang mereka bawa tadi.  Dengan alasan, sarapan paginya juga enak!

Siang hari, setelah puas berbelanja (bahkan masih kurang), kami break untuk makan siang di lantai enam Platinum. Disitu tersedia food court yang menjual anekan makanan lezat.  Tiba di Lantai enam, lagi-lagi rombongan mirip orang kesetanan yang sedang lapar berat dan tidak pernah melihat makanan. Setelah menukarkan uang ke bentuk voucer, mereka langsung mendatangai setiap booth yang menjual aneka makanan. Ada yang lagi-lagi pesan Tom Yam Seafood karena ketagihan, ada juga yang pesan nasi goreng, ada yang pesan Kebab, juga ada yang pesan Pad Thai dan jenis makanan lainnya.
Selesai makan makanan berat, saya menyarankan untuk mencoba Mango sticky rice yang juga lezat. Awalnya mereka ragu, masak makan mangga campur ketan, apa enaknya. Tapi setelah saya suruh mencoba, alhasil mereka ketagihan. Bahkan sampai disuruh bungkus untuk dimakan di hotel. Ada yang pesan es campur dan juga ada yang beli durian. Benar-benar puas dan kalap melihat makanan yang lezat dan cara penyajiannya yang bersih.

Hingga hari ke lima di Bangkok dan setelah puas berbelanja dan jalan-jalan, akhirnya tiba waktunya untuk check out dari hotel dan kembali ke Bandara    Suvarnabhumi untuk kembali ke Indonesia. Meski saat berangkat rombongan tidak ada yang memesan bagasi. Tapi saat pulangnya masing-masing memesan bagasi minimal 15 kilo. Kebayang bukan, begitu banyak yang mereka beli di Bangkok ini.
Tapi anehnya, saat hendak check out, dua orang ibu yang sejak berangkat heboh dengan bekal makanannya, tiba-tiba membisikkan sesuatu kepada saya.

“Ver, rendang dan ikan terinya belum di makan lho. Sayang kalau dibuang. Apa kita kasih saja sama petugas resepsionis atau bellboy?”
“Apa? Jadi selama disini bekal kalian belum pernah dimakan?”
“Iya….”
“Kenapa?”
“Ternyata betul apa yang kamu bilang. Makanan disini enak-enak. Bahkan sangat enak. Makanya rendang dan ikan terinya tidak dilirik sama sekali.”
“Saya bilang juga apa. Masakan disini masih pas dilidah kita orang Indonesia. Jadi jangan takut kelaparan.”
“Iya, akhirnya kami merasakannya. Tapi, bagaimana dengan nasib rendang dan ikan teri ini? Masak dibawa pulang lagi?”

Akhirnya, dengan sopan dan santun, saya memanggil seorang bellboy yang cukup ramah dan baik telah mengangkati tas ibu-ibu yang cukup berat itu ke dalam mobil. Selain memberikan tips saya juga memberikan bekal rendang dan ikan teri yang amsih terbungkus rapi. Saya menyakinkan kalau makanan itu enak dan bersih. Khas Indonesia.

Sambil tersenyum dia pun mengucapkan Khobkhun krab yang artinya, terimakasih….



Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

Cerita tentang Seorang Ibu Tukang Pijat di Atas Kereta