TRAGEDI KAMAR SEBELAH....




Apa jadinya jika terjadi keributan di hostel tempat anda menginap. Parahnya lagi keributan tersebut berada persis disebelah kamar anda…

  Pagi  itu, di hostel tempat saya menginap terjadi keributan. Sumbernya berasal dari kamar sebelah yang terdengan suara gaduh teramat brisik. Gara-gara suara brisik itu, konsentrasi tidur jadi kacau balau. Dengan terpaksa saya terbangun meski sesungguhnya belum waktunya untuk bangun. Lengkingan suara perempuan disebelah kamarku begitu bergema. Mirip suara penyanyi seriosa yang sedang adu ketangkasan bernyanyi. Sejujurnya saya nggak mau ikut campur urusan orang lain. Apalagi kejadian ini saat saya sedang menikmati liburan di Bali. Tapi karena penasaran yang begitu besar, saya pun mencoba mencari tau, ada apa gerangan? Kok pagi-pagi sudah terjadi kericuhan perang mulut.

  Saya pun bertanya pada pria yang sedang melintas di kamar saya. Kebetulan si pria muda tersebut sedang menjalankan tugasnya mengantar breakfast untuk tamu-tamu yang nginap di hostel murah meriah tersebut. Ternyata oh ternyata ‘perang’ mulut terjadi antara penghuni hostel dengan si pemilik hostel.
Lho, kok bisa…?
Menurut si room service, permasalahan ini sebenarnya sudah terjadi untuk yang kesekian kalinya. Si penghuni hostel sudah hampir  tiga minggu nginap di hostel tersebut tapi sudah seminggu tidak membayar sewa kamar. (sebelumnya pembayaran lancar-lancar saja). Ketika ditagih si perempuan selalu menghindar bahkan marah-marah. Dan yang membuat pemilik hostel marah, setiap pulang ke hotel perempuan tersebut sering dalam keadaan setengah sadar alias mabok dan juga sering gonta-ganti laki-laki.
   “Si bapak kesal karena dia (perempuan itu) sering bohong. Janjinya memelunasi sewa kamar. Eh, nggak taunya menghilang.” Ucapnya dengan logat Bali yang kental.
“O, begitu. Kenapa tidak ditagih setiap hari saja?”
“Itu lah masalahnya. Dia suka janji-janji palsu. Giliran ditangih suka nggak tepat janji.”
“wajar dong si bapak marah. “
 “Trus, dia suka bawa laki-laki. Tiap malam beda-beda. Jadi kamar ini dijadikan kamar maksiat!”
“Busyet. Berarti dia nyewa kamar untuk dijadikan tempat mesum dong?”
“Betullll. Dia sering bawa bule-bule ke kamarnya. Mungkin dia dibayar sama bule-bule itu. ”
Sampai akhirnya, kesabaran si pemilik hostel sudah diambang batas kesabaran. Ditambah lagi malam kemaren si perempuan membawa 3 bule ke kamarnya (4 in 1 ato Orgy ya?) Hingga pagi harinya bule-bule tersebut belum juga angkat kaki dari kamar itu. Dan setelah diselidiki, mereka bener-bener ‘sex party’ dikamar tersebut.

 Merasa kamar hostel disalahgunakan, si pemilik hostel memutuskan agar si perempuan itu angkat kaki dari kamar hostel sekaligus membayar sisa kamar hotel yang sudah menunggak seminggu lamanya. Maka terjadilah ‘perang’ mulut antara si pemilik hostel dan perempuan malam itu. Si perempuan mengeluarkan kata-kata bijak versi mulut cadas dan juga mengumpat-umpat dengan kalimat-kalimat berawalan F*** words.
Anehnya dia merasa terhina karena diusir dari penginapannya.  Juga dia mungkin merasa gagal untuk memulai profesinya sebagai pelacur kelas bule-bule. Sementara si pemilik hotel merasa terzolimi karena kamar hostelnya dijadikan tempat mesum gratis oleh si perempuan tadi.
Endingnya?
Si perempuan keluar dari kamar dengan membawa koper gede-nya. Wajahnya masih wajah bantal tanpa polesan make up. Kucel dan wajah ‘pembantaian’. Rabutnya awut-awutan. Perempuan tersebut masih belum sempat berdandan sebelum hengkang dari hostel karena si pemilik hostel sudah tidak mau berurusan dengan perempuan sial tadi.
Perang pun usai. Si pemilik hostel langsung menyuruh laki-laki muda tadi membersihkan semua isi kamar yang baru dikosongkan perempuan itu.

 Lalu, saya pun kembali melanjutkan tidur yang sempat terganggu tadi.  

Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....