Floating Market Damnoen Saduak,Bangkok


Floating market Damnoe Saduak Bangkok


Pukul 07:00 waktu setempat, saya dan rombongan sudah standby di dalam mobil minivan yang siap menghantarkan kami untuk mengider objek wisata di Thailand. Kali ini sasaran kami adalah floating market (Pasar apung) Damnoen Saduak, yang merupakan pasar apung terbesar dari beberapa pasar apung yang ada di Bangkok.
Butuh waktu dua jam untuk tiba di Damnoen Saduak melintasi jalur bebas hambatan (highway). Karena  Damnoen Saduak merupakan suatu distrik di profinsi Ratchaburi yang berada di sebelah selatan Bangkok. Ada sekitar 109 km jarak yang harus ditempuh. Jadi, berhubung karena mata masih terasa berat, waktu dua jam saya manfaatkan untuk memejamkan mata sejenak. Lumayan untuk mengecas energi yang masih belum full.
Setelah menempuh perjalanan selama dua jam, saya dan rombongan tiba di Terminal bus Damnoen Saduak. Terik matahari langsung menyerang kami. Langsung deh sibuk mencari kacamata penangkal silau. Kemudian disusul dengan hadirnya sosok perempuan bertopi lebar yang menawarkan perahu untuk menjelajahi pasar apu ng. Untuk menyewa perahu perorangnya dikenakan biaya THB 300. Berhubung satu perahu tidak cukup untuk kami (jumlahnya 13 orang), maka kami menyewa 2 perahu plus seorang pengemudi perahu (nakhoda).
Perlahan-lahan perayu mulai meninggalkan dermaga kecil melintasi kanal-kanal yang lumayan panjang untuk bisa mencapai pasar apung yang ukurannya lebih luas. Perahu berjalan tersendat-sendat karena selain kanalnya terlalu kecil, sehingga setiap berpapasan denga parahu lainnya, maka salah satu dari perahu harus berhenti dan mempersilahkan perahu lainnya melintas. Kendala lainnya adalah, baling-baling perahu sering ‘ngadat’ karena tersangkut sampah-sampah plastik atau tali yang banyak di dasar sungai. Beberapa kali si nakhoda mengangkat baling-baling kemudian membersihkan sampah-sampah yang tersangkut. Kemudian perjalanan dilanjutkan kembali.
Menikmati buah-buahan segar adalah saran yang paling tepat. Meski harga sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan pedagang buah-buahan yang ada di sekitar Pratunam, platinum atau disekitar objek wisata lainnya. Untuk itu, setiap hendak membeli sesuatu wajib hukumnya melakukan tawar menawar dengan urat berkerut.
Setelah10 menit berada di atas perahu, kami mulai berpapasan dengan beberapa pengunjung pasar apung dan para pedagang-pedagang yang melintas disebelah perahu kami. Mulai dari pedagang buah-buahan (mangga, pepaya, duku, anggur, apel, nanas, nangka, durian dan buah-buahan lainnya), juga ada yang menjual makanan seperti mie kuah, mie goreng, mango sticky rice. Juga menjual aneka souvenir, kaso, topi, lukisan dan banyak lagi. Semua dijual diatas perahu. Meski ada juga yang berjualan persis dipinggir kanal. Namun untuk tawar menawar agak repot. 
Kemudian perahu menepi disalah satu pusat penjualan souvenir dan makanan, kami pun turun dan menjelajahi tempat tersebut sambil melihat-lihat souvenir yang dijual.  Disitu juga ada cara pembuatan gula dari kelapa. Mulai dari proses pengolahannya hingga sudah dibuat ke dalam bentuk kemasan. Sangkin penasarannya, saya sempat mencoba ikut menggodok pakai sendok besar gula yang ada di dalam wajan besar. Mirip seperti membuat dodol.
Hampir setiap hari pasar apung ini dipadati pengunjung dan pedagang. Jam-jam ramainya sekitar pukul 08 pagi hingga 11 siang. Sampan-sampan dayung kecil saling berpapasan, bahkan sering juga terjadi kemacetan karena sampan dan perahu berhenti pada lokasi yang bersamaan. Cukup ramai namun cukup menarik untuk dilihat. Seperti saya yang jarang melihat pemandangan seperti ini tidak pernah lepas mengabadikan transaksi melalui kamera Nikon saya.
Puas berkeliling sambil menikmati makanan yang dijual, saya dan rombongan kembali ke dermaga kecil untuk mengakhiri petualangan di pasar Apung Damnoen Saduak. Tidak menyesal deh bisa menjelajahi salah satu objek wisata terpopular di Thailand ini.
Sebagai gambaran, Damnoen Saduak bisa dicapai dengan naik mobil dari Bangkok lewat Highway No. 4 (Phechakasem Road). Pada km ke 80 belok ke kanan sejauh kurang lebih 25 km lagi (sepanjang Bangpae – Damnoen Saduak Road). Naik bus umum ke Damnoen Saduak juga tidak membuat jidat kamu berkerut kok. Karena dari Southern Bus Terminal Sai Tai di Pinklao-Nakhonchaisi Road kamu bisa menaiki bus tersebut. Yang perlu dicatat adalah jadwal keberangkatannya. Jangan sampai kamu tertinggalan bus. Meski kalau tertinggal juga masih ada bus bus berikutnya. Karena hampir setiap 40 menit akan berangkat menuju rute yang kita tuju. Tariff untuk naik bus sekitar 49 Bath untuk sekali jalan bus ber AC. Sedangkan untuk yang non AC hanya membayar 30 Bath. 
Obyek wisata lainnya yang di dekat Damnoen Saduak adalah Rose Garden dan stupa Phra Phatom di Nakhom Pathom. Jangan lupa untuk menyisir semua objek wisata yang ada disekitarnya. Karena sangat sayang jika tidak melihat sementara sudah berada dilokasi.
Enjoy your trip guys..!!
floating market Damnoe Saduak




Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....