Lika Liku Ngurus Visa ke Jepang

NEGERI MATAHARI TERBIT
Selasa kemaren (7 agustus), gue mulai berbenah untuk mengurus VISA ke Jepang. Sebulan sebelum keberangkatan konon katanya Visa harus sudah ready. Untuk itu gue dan travel buddy mulai mempersiapkan segalanya. Secara kami bukan karyawan diperusahaan manapun. Alias tidak terikat di satu instansi atau perusahaan. Jadi konon katanya harus ada referensi dari perusahaan, harus ada bukti slip gaji tiga bulan kebelakang dan harus ada tetek bengek lainnya. (Paspor di copy dari halaman pertama sampe akhir. begitu juga dengan buku tabungan)

Gue yang belum pernah ke negeri sakura itu sebenarnya excited banget untuk kesana. tapi kalo sudah urusannya ribet semangat gue suka kendor deh. Secara tiket yang gue dan teman beli sudah ada sejak taon lalu. kebayang bukan, beli tiket ke Jepang taon lalu berangkatnya taon ini. sempat lupa tuh kalo tiket Jepang sudah dibeli. (murah lho... untuk tiket saja kami beli nggak nyampe 2 juta PP). uursan di jepang tentu kami bukan penikmat gaya hidup high end melainkan backpacker-an. mau tidur gelar tikar ya gelar deh kenikmatannya jauh lebih 'dapet' ketimbang yang mewah2...(peresss...!! bilang aja kagak ada duit!)
SEMOGA NGGAK DITOLAK YA...
Akhirnya, selasa kemaren urusan referensi selesai dengan minta tolong ke sodara yang punya perusahaan. jadi seolah2 kami bekerja di perusahaan tersbeut dengan posisi general manager dan gaji 30 juta perbulan (yaolooooo...!!!! beneran tuh gaji?)
fotokopi paspor dan tabungan kelar... trus paspoto yang sudah gue persiapkan untuk ukran 4x6 dengan latar belakang biru pun kelar. tapi ternyata SALAH..!!!
ukuran bukan 4x6 melainkan 4.5x4.5 cm.. sialan deh teman gue itu yang suka asal sebut ukuran. untung saja di koscek. Kalo nggak VISA bisa ditolak dan GAGAL deh ke Jepang!  (eh, urusan belum kelar nih..!!)

Setelah semua beres......

Eh ternyata masih ada lagi masalah yang harus kami hadapi. kami harus mengisi itenerary selama di Jepang dan juga harus ada bukti kalo kami sudah membooking penginapan di Jepang (mungki mereka tidak pengen kami jadi GEMBEL dinegaranya kali ya...)

Berhubung karena kami belum membooking penginapan di Jepang, maka niat untuk ngantri ke Dutaan Jepang akan dilanjutkan Senen  depan (13 Agustus). Karena kami harus searching penginapan yang murah. Maklum, konon kata teman yang sudah trip kesana biaya yang paling besar ke luar adalah untuk penginapan dan transportasi. Kalo makan mah kita makan apa saja bisa. (makan orang juga bisa kok!)

Dengan wajah memelas gue dan teman pun harus bersabar untuk mengajukan permohonan VISA senen depan. Semoga deh tidak ada alasan untuk di TOLAK.... dan dengan penuh keyakinan Pengajuan Visanya pasti di terima. Kalo urusan VISA beres, maka di penghujung September gue dan teman akan melakukan petualangan ala si BOLANG di Negeri sakura selama 2 Minggu....
BERDOA DENGAN KHUSUK SEMOGA VISA DITERIMA...

Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

Cerita tentang Seorang Ibu Tukang Pijat di Atas Kereta