STOP ANIMAL CRUELTY



Setiap melihat aktraksi TOPENG MONYET prapatan lampu merah, rasanya gue pengen marah sama si pelakon yang memaksa si Monyet beraktraksi. Masalahnya adegan2 tersebut menurut TIDAK LUCU dan justru MENYIKSA si monyet.
kalau si pelakon membela diri mengatas namakan tuntutan PEKERJAAN, apakah kita pantas mengatakan itu pekerjaan? bukannya si monyetnya yang jauh lebih bekerja keras ketimbang orang yangmemandu si monyet?  Dia hanya duduk2 sambil menarik2 tali yang terikat dileher si monyet. memainkan alat musik yang ala kadarnya dan memaksa si monyet beraktraksi sesuai perintah tanpa kenal lelah....(ada beberapa aktraksi yang harus dipertunjukkannya demi mendapat recehan dari pengendara motor, mobil dll..)

OMIGOD....

Kenapa ya pemerintah kita tidak aware terhadap nasib satwa? (boro2 satwa Ver.......)
kenapa Topeng Monyet dijadikan BUDAYA yang menurut gue justru Budaya untuk Mengajarkan anak2 menyiksa satwa. Sampai kapan ini disebut budaya...????

Banyak kejadian memilukan yang terjadi pada si monyet dibalik  dia beraktraksi yang membuat sebagian orang tersenyum dan kemudian melemparkan recehan kepada si pawang atau apalah sebutan untuk orang yang mengyuruh si monyet bekerja. Terkadang kaki si monyet sampai luka, lecet dan mengkak. Matanya berair dan juga tatapan mata yang hopeless..(pernah memperhatikan monyet2 tersebut saat berdiam diri? mereka itu bener2 hopeless dengan hidup mereka)



Pernah juga satu ketika,  gue baru balik ke Bandung, dari pool travel car Cipaganti Pasteur gue naik taksi menuju rumah. Tiba di prapatan lampu merah depan lapangan Gasibu, gue melihat dari jendela ada 3 orang anak kecil yang sedang memukul2 seekor monyet yang sedang duduk di gerobak sampah. Meski banyak orang yang berlalu lalang dan melihat adegan tersebut, tapi tidak ada satu pun yang mencoba menasihati atau melarang atau juga memarahi ketiga bocah perempuan itu. Gengan mata kepala sendiri gue melihat monyet yang masih kecil itu mencoba menghindar dari pukulan demi pukulan dengan sandal yang dilakukan oleh ketiga bocah itu. Apadaya, tali yang terikat dileher si monyet terlalu pendek sehingga membuat si monyet susah bergerak.  si monyet hanya bisa menjerit dan menjerit.

Emosi gue bener2 sudah nggak terkontrol melihat adegan tersebut. sementara traffic light masih berwarna merah. gue buka kaca jendela dan berteriak ke arah anak2 BANGSAT itu...

"Heiiiii...!!! kenapa dipukulin? Jangan dipukul...kasihan..."

Tapi ketiga bocah itu tidak peduli dan malah tertawa dan kembali melakukan adegan pukul memukul terhadap si monyet yang sudah menjerit kesakitan...
Waduh....
Ini bukan tindakan yang terpuji untuk ukuran bocah-bocah kecil itu. Kalau dibiarkan maka nanti akan ada siksaan siksaan terhadap monyet lainnya ketika mereka melihat atau berpapasan dengan monyet.

Gue turun dari taksi (meski perjalanan ke rumah masih jauh). gue bayar ongkosnya dan langsung menghampiri ketiga bocah BANGSAT itu.
"Hei, kenapa dipukuli? apa salah monyetnya?"
"Nggak apa-apa. biarin saja..." jawab salah satu bocah yang ternyata mereka pengamen jalanan.
"Hewan gak boleh disiksa ya..."
"Biarin..."
"Kalau kalian dipukul sama orang yang lebih gede dari kalian marah nggak?"
".........." <------- terdiam
"Sakit nggak kalau badan kalian dipukul berkali2 pakai sandal..?"
"..........." <------terus terdiam
"Pasti sakit kan? begitu juga dengan monyet ini. Dia kan tidak bersalah, kenapa dipukul? dia pasti kesakitan...kasihani monyet ini ya Dik...."

Tanpa menggubris gue bicara, eh ketiga bocah itu langsung pergi meninggalkan si monyet. kemudian gue perhatikan monyet kecil itu begitu ketakutan. takut gue juga ikut memukulnya.  sementara pemilik monyet sedang pergi entah kemana. yang jelas si monyet terikat di gerobak pemulung yang isinya kardus-kardus dan botol aqua kosong.

Kepedulian harus dimulai dari diri sendiri, kemudian disalurkan keorang lain. agar semua mahluk yang hidup di dunia ini sama-sama memiliki hak untuk hidup tanpa harus ada rasa takut dalam hidupnya. Takut teraniaya atau tertindas.....

STOP ANIMAL CRUELTY...........

Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

Cerita tentang Seorang Ibu Tukang Pijat di Atas Kereta