TOO MUCH QUESTION......



Sudah lama banget rasanya nggak ngafe. dismaping karena sudah malas keluar malam hingga larut malam (tepatnya menjelang dini hari). juga gue malas dengan kemacetan yang tidak kenal waktu. terutama di daerah Kemang. 

Ampun dah....

Mau bersantai ngilangin stress saja sudah dibuat stress duluan karena berhadapan dgn macet. Nyali gue sudah ciut duluan sebelum hang out menerima undangan teman-teman untuk ngafe. itu sebabnya gue lebih banyak menolak ajakan ber hang out ketimbang meng'iya'kan. mata keburu pengen tidur.

Setelah sekian bulan nggak ngider kemang, akhirnya tadi malam gue menyanggupin ajakan teman untuk ngafe di salah satu kafe baru yang konon katanya masih soft opening. Jadi judulnya masih waiting list gitu deh untuk dijadikan tempat tongkrongan baru bagi kaum urban di Kemang. Beberapa pemiliknya adalah nama-nama selebrtis yang lumayan kondang. lokasinya sudah cukup familiar buat gue. karena jauh sebelum kafe ini berdiri sudah banyak nama-nama kafe yang 'tewas' karena ditinggal peminatnya. jadi jangan heran kalo usia kafe-kafe di ibukota jarang yang awet. malah kebanyakan Gugur sebelum bertarung melawan persaingan. hanya saja, istilah patah tumbuh hilang berganti emang masih erat hubungannya dengan perkafean (maksa banget ya istilahnya)

Setelah berhasil melintasi kemacetan, mobil parkir di depan gedung berlantai dua. kafenya agak menorok ke dalam. Tampak dari luar gue sudah menyukai interior kafe tersebut. tidak WAH dengan benda2 sakralnya elainkan UNIK dengan benda2 JADULnya. beberapa benda jadul dipajang didinding dengan tatanan yang minimalis. pencahayaan lampunya juga cukup pas. ada sofa dibagian pojokan sangat cocok untuk ber-rendezvous-ria dengan selir atau selingkuhan elo. juga ada ruang yang sangat cocok beramai2 ngopi, nge bir nge-wine,  dan nge nge nge lainnya.

Seorang waiter menghampiri kami sambil membawa buku menu. dia berdiri tegak di depan kami mirip satpam yang bertugas di bank-bank atau di mal-mal..
"Ntar kalo sudah mau order kami panggil ya mas...." ucap gue menolak secara halus agar dia tidak usah berdiri tega begitu. 
kemudian...
kami pun mulai order...
berhubung masih kenyang orderan malam itu cukup simple dan kami makannya saling share. takut nggak habis. 

gue dan teman pesan CORONA.
lalu, pesan Nasi Goreng (katanya recomended) <---ternyata biasa sajaaaa...!!
lalu, beef steak welldone
mineral water
Tuna Sallad

Beberapa saat minuman dengan gelas putih muncul.....miirp teh manis. lalu gue tanya dong...
"Ini apa mas? kayaknya nggak ada yang pesan tehh manis.."
"Oh, ini Corona mas, berhubung bulan puasa Corona-nya ditarok digelas. (ngaruh gak sih..??)

kemudian orderan nasi goreng datang.... kami langsung makan sepiring bertiga. dan tradisi tersebut sering kami lakukan kalo sedang ngumpul bareng2. makanan apa saja yang terhidang dimakannya boleh rame2 tanpa ada rasa sungkan atau nggak senang. 

masih lagi mulut aktif mengunyah nasi goreng yang rasanya biasa-biasa saja, si pelayan sudah berdiri di depan kami dan bertanya.." Gimana rasanya mas, mbak..?"

Kami saling bertatapan lalu menjawab dengan anggukan.."Hmm... lumayan..."
"Makasih mbak.. mas..."
Kemudian Steak datang.... kami pun kembali makan beramain2 (eh bertiga ding!). beberapa saat kemudian si pelayan datang kembali dengan sneyum terlalu lebar berdiri di depan meja kami dan kembali bertanya," Mbak, mas.. gimana rasa steaknya?"
kami bertatapan lagi... dan menjawab," Hmmm... lumayan..."

beberapa saat selanjutnya, orderan Burger datang dan langsung kami sikat dan seperti kejadian diatas, si pelayan datang berdiri dan tersenyum lebar kemudian bertanya," MAaf mbak, mas, gimaan rasa burgernya..?"

KESAL NGGAK SIHHHHHHHHHH.....????

Apakah setiap makanan dan minuman yang kami order harus kah kami memberikan tetsimonial????
Apakah dia harus bertanya terus...????

menjelang malam, rombongan teman yang lain datang. kami pun semakin ramai (bertujuh). mereka pesan makanan dan minuman. gue kembali pesan Corona  3 dengan CATATAN tidak pake gelas tapi Botol!. awalnya si bar tender memberi alasan yang sok bijak.."maaf mas, kita nggak bisa ngasih  Corona pake botol. kalau mau pake gelas.." gue menolak karena rasanya beda banget minum pake gelas. 
karena dia bilang nggak bisa pake botol tapi harus pake gelas, gue batal order. jelas itu merugikan mereka bukan..??
mungkin setelah berembuk dengan manager-nya akhirnya 3 botol corona nongol di meja kami dengan potongan jeruk nipis berdiri kokoh di muncung botol Corona. langsung deh kami TOSSSS...!!!

eh, ternyata si pelayan senum lebar datang lagi..."gimana mas, rasa Coronanya. beda ya kalo pake Gelas?"
terlanjur kesal, dan kekesalan yang sudah tidak terbendung lagi, gue pun menegur si pelayan,
"MAS...BISA NGGAK SI MAS  JANGAN TERLALU BANYAK NANYA. KARENA PERTANYAAN SI MAS TERLALU BASA BASI. DAN SAYA TIDAK SUKA BASA BASI. BASIIII TAU...!!!"

Budaya basa basi yang seharusnya nggak perlu dilestarikan ya seperti itu. jika pengen minta testimonial dari pengunjungm cukup sodorkan secarik kertas dan suruh tulis kesan2nya saat makan, minum di kafe tersebut. bukan harus nanya sepanjang orderan dipesan. yang ada kita merasa terganggu dan tidak menikmati suasana.

Jangan sampe kafe yang belum resmi di buka akan Gugur sebelum bertarung melawan persaingan. Ramah boleh tapi jangan TOO MUCH..!!


Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....