SUKA DUKA NAIK BIS DI NEGERI ORANG...

serunya naik bis di vietnam

Yang membuat traveling menjadi 'berwarna' adalah ketika kita berani mencoba sesuatu yang baru di negeri kita kunjungi. Misalkan mencoba mencicipi makanan yang menjadi ciri khas setempat. Beda negara jelas beda tradisi dan budaya juga makanan. Meski terkadang perbedaan itu tipis. Nggak ada salahnya mencoba bukan? begitu juga dengan mengunjungi tempat-tempat keramaian seperti pasar tradisional, night market atau juga night club-nya. jelas banyak perbedaan yang bakal kita temui. mulai dari transaksi hingga benda-benda yang didagangkan.

Yang paling menarik adalah ketika kita mencoba transportasi di negara setempat. meski judulnya dimana-mana transportasi ya tetap saja transportasi. tapi jangan salah, pasti tetap saja ada perbedaannya. Misalkan, stir kemudi dinegara kita berada di sebelah kanan tapi dibeberapa negara posisinya ada disebelah kiri. jadi saat hendak naik taksi dan pegen duduk di depan, jangan asal buka pintu di depan. karena bisa-bisa si supir taksi yang sedang asyik duduk di tempat kemudinya akan terjadi saat anda membuka pintunya. karena anda sudah terbiasa naik taksi di negeri ini tempat duduk disebelah supir pasti kosong. tapi apa jadinya ketika anda buka pintu teryata posisi pintu yang anda buka adalah posisi dimana si supir sedang duduk. (ya, karena kemudinya berada di sebelah kiri)

begitulah yang dialami teman gue saat trip kemaren, dengan terburu-buru kami nyetop taksi di bandara Tan Son Nhat, Ho Chi Minh, ketika melihat taksi sudah menepi, kami langsung naik ke dalam taksi. teman gue yang pengen duduk di depan langsung membuka pintu sebelah kiri kemudian langsung nyerobot masuk. alangkah kagetnya kami ketika si supir taksi yang sedang bersender di jok pintu akhirnya terjatuh ke aspal karena pintu dibuka dengan spontan. 
Teman gue yang emang kagak tau soal posisi supir taksi berada di sebelah kiri ikutan kaget dan campur malu juga merasa bersalah. Kami mencoba menolong si supir yang masih tetap tersenyum meski sudah dibuat tidak nyaman...
"No problem... saya sudah sering mengalami seperti ini setiap penumpang dari negara asing (Indonesia atau negara2 yang stir kemudinya berada di sebelah kanan kali ya...)"

meski si supir tetap tersenyum tapi kami tetap merasa bersalah. bahkan kami sepakat setelah turun kami akan memberikan tips untuk si supir...

TAPI apa yang terjadi....
saat hendak dikasih tips si supir menolak. karena peraturannya ya seperti itu. dilarang menerima tips...

Wah, kalo supir taksi di negara kita Indonesia... RATA-RATA supir taksinya mata duitan. dikasih duit pas wajahnya langsung kayak jeruk purut kecut dan berkerut-kerut. kalo dikasih uang lebih pasti banyak saja alasan untuk tidak mengembalikan..."maaf mas, baru narik jadi belum ada kembalian." atau pura-pura Amnesia lupa mengembalikan sisanya.....

Parah bener..!!!

rata2 supir taksi di negara lain jarang menerima tips kecuali dipaksa. kalau supir taksi kita.. jarang menolak tips (jarang mengembalikan tepatnya) kalau tidak dipaksa untuk mengembalikan...

Begitu juga dengan naik bis...
kalau di negara asing ketika kita hendak naik bis, kita tinggal nunggu di halte kemudian saat bis datang kita naik kemudian memasukkan koin lalu duduk atau berdiri (meski berdiri tapi tetap aman, nyaman dan adem).

Kalau di negara kita...???
berdiri di halte bis, lu harus waspada lihat kiri kana dan mata harus sigap melihat orang disebelah elu. kali aja segerombolan copet yang berpura-pura menjadi penumpang.  jika tidak waspada, tas anda sudah bolong akibat besetan pisau silet atau cutter lalu isi tas (dompet/gadget) sudah berpindah tangan. yang ada, anda bukannya naik bis tapi meraung-raung menjerit karena harta benda anda sudah hilang. 

saat bis datang pun, meski anda sudah waspada, anda harus berhadapan dengan penumpang yang beraneka rasa aroma bau badan. syukur-syukur kalo disebelah anda penumpang beraroma parfume HERMES. kalo aroma BURKET?? siap-siap saja migren 7 hari 7 malam. 

Kalau di luar (negeri), kita duduk di dalam bis bisa menikmati pemandangan kota yang menakjubkan. tapi kalau dinegara kita? boro-boro bisa melihat pemandangan dengan damai sejahtera. yang ada suara pengamen yang tiada henti silih berganti mirip kontes idol-Idol kampung gitu deh. suara kemana, musik kemana.... kagak ada harmonisasinya....
belum lagi pedagang asongan yang juga menjadikan bus berjalan sebagai wadah bertelemarketing.."Ayo ibu..beli satu dapat dua...beli tiga dapat empat..beli lima dapat si supir...."

Ya, begitulah lika liku naik bis di negeri orang juga di negeri sendiri. meski suka tetap duka..dan emski duka ya mau nggak mau harus di suka sukai...namanya juga kendaraan umum. jadi emang diciptakan untuk umum....

Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....