Pengalaman Seru Saat THAI MASSAGE ++ di Bangkok





            Pengalaman pijat ala Thai Massage ++ (baca: plus-plus) benar-benar membuat saya ilfil. Tujuan saya datang ke tempat pijat karena badan saya bener-bener  3L (Lemah Letih Lesu) karena selama di bangkok terlalu banyak berjalan kaki. Jadi solusi terbaik adalah thai Massage bukan untuk pijat yang ada paket plus-plusnya.

Waktu saya trip ke Bangkok, Harga hotelnya juga nggak mahal. Dengan fasilitas AC, TV, Water heater dan breakfast kami hanya membayar sekitar 1000 Baht atau setara dengan Rp.300 ribu.

Tapi karena tujuan datang ke Bangkok bukan hanya untuk makan dan shopping di Platinum, alhasil hotel yang semula kami anggap strategis tetap aja nggak berpengaruh dengan rencana jalan-jalan kami yang cukup banyak. Ujung-ujungnya setiap lokasi wisata yang akan kami kunjungi mengharuskan berjalan kaki berkil-kilo. Intinya kalo liburan ya emang harus banyak berjalan kaki bukan?
           
Pada hari keempat di Bangkok dengan segala penjuru lokasi wisata yang dikunjungi, akhirnya badan kami gempor juga. Seluruh persendian serasa mau copot. Terlebih-lebih di bagian paha dan kaki. Bangun dari tempat tidur rasanya berat dan susah. Waduh, jangan sampai kaki kami jadi lumpuh gara-gara nggak bisa berjalan lagi.  

BACA JUGA: CERITA TENTANG PIJAT

Akhirnya kami memutuskan mencari tempatpijat (biasanya banyak bertebaran dipinggir jalan). Kebetulan lagi, sebelum memilih hotel tersebut, kami melihat banyak tempat massage disekitar hotel. Bahkan gue sempat nyeletuk keteman,” ntar kalo kita capek-capek tinggal jalan kaki aja ketempat Thai massage.”  Ternyata keinginan itu   terwujud juga.

Dengan langkah gontai ala 3L (lemah, letih, lesu), kami menyambangi tempat massage yang lokasinya tidak jauh dari hotel. Karena ada beberapa tempat massage yang posisinya berdekatan (bahkan hadap-hadapan), kami pun mencoba memilih mana yang pas dan nyaman. Terlebih-lebih nyaman dikantong. Masing-masing tempat massage memajang harga massage segede poster di depan pintu kaca hitam mereka. Tidak ketinggalan berdiri cewek cantik berpakaian minim, plus make up tebal di depan pintu sebagai pemanis sambil membagi-bagikan brosur harga massage dan jenis massage yang diinginkan.

BACA JUGA: KULINER BANGKOK

Disitu tertera harga muai dari 180 Baht/hour, 200 Baht/hour, 250 Baht/hour hingga ada juga yang memasang tarif terendah 100 Baht atau setara dengan Rp.75 ribu, Rp.60 ribu hingga Rp. 30 ribu. Kami pun menerima beberpaa brosur yang dibagikan cewek-cewek centil itu

Meski kaki sudah gempor, tapi kami tetap saja memilih-milih mana yang lebih murah. Hingga akhirnya kami mencoba memasuki satu persatu tempat massage dari harga mahal hingga yang termurah. Tepatnya kami ngecek kebenaran harganya. Karena banyak harga yang tertera di depan pintu harga bohongan. Biasanya mereka menjebak pelanggan setelah masuk dan dipijat, mereka akan menambahkan plus-plus lainnya. Misalnya harga 100 Baht itu belum termasuk minyak pijat, belum termasuk pijat kaki, belum tips  dan macem-macem.  (Untuk itu, sebelum pijat ada baiknya anda bertanya terlebih dahulu).

Ternyata dugaan kami benar. Harga yang termurah itu masih harga dasar yang harus ada  biaya plus-plusnya lagi. Begitu juga dengan yang harga 200 Baht. Alhasil kami memutuskan pijat di tempat massage dengan harga 250 Baht. Selain tempatnya sejuk, yang massage juga terlihat ramah-ramah (tidak genit). Kami dipersilahkan masuk ke bilik yang hanya ditutupi kami atau gordyn. Disitu sudah tersedia tempat duduk multi fungsi. Karena kalau lipatannya di setting bisa berubah menjadi tempat tidur .

BACA JUGA: SALT FISH BANGKOK

Setelah  membuka baju (tinggal celana pendek doang) masuklah seorang masseur perempuan. Badannya bohay, payudaranya besar dan dandanannya cukup menor. Baju yang dipakai pun sangat tidak menggoda. Kaos you can see warna pink, lengannya terlihat lebih kokoh mirip lengan popeye setelah minum ramuan bayam satu kaleng. Gue hampir shock karena dalam benak gue yang masseur cewek cantik nan sintal dengan body ala-ala JLO gitu deh. Tapi si masseur tidak peduli dengan kepanikan gue saat melihat body gempalnya. Malah dia asyik melemparkan senyum manisnya ke arah gue. Mula-mula dia menyapa dengan bahasa Thailand,

” Sa Wat Dii Kha..” (haloo..)

Gue pun membalas sapaannya dengan tersenyum saja. Lalu dia mulai memijat telapak kaki gue. Perlahan tapi pasti lama kelamaan gue baru merasakan pijatannya benar-benar enak dan pas untuk ukuran badan gue yang besar ini. Hmm.. akhirnya gue mikir, mungkin si pemilik massage tau kalau gue harus dipijat sama perempuan berbadan bohay yang memiliki tenaga super dupper. Sangkit enaknya pijatannya gue pun tertidur. Entah karena rasa letih yang teramat sangat atau juga karena pijatannya yang mampu membuat syaraf-syaraf sekujur  tubuh gue ikut rileks.  Gue pun bablas tertidur. (entah mendengkur atau tidak, cuma dia dan rekan-rekannya lah yang tau!)

BACA JUGA: GRAND PALACE,BANGKOK

Sampai akhirnya gue terbangun dari tidur dan kembali dikagetkan setengah mampus saat melihat wajah si perempuan berbody bohay tadi berada persis di depan wajah gue. Ditambah lagi posisi payudaranya nan besar melebih payudara Julia Perez sudah menggelantung hampir mengenai dada gue. Dia hanya melempar senyum genitnya (lagi) sambil tangannya terus memijat dada gue. Melihat posisi wajahnya hampir bersentuhan dengan wajah gue, dengan senyum dipaksakan gue pun berkata:
“Excuse me, don’t stay too close to me,”

Tapi malang nasib gue, dia tidak mengerti bahasa Inggris. Malah semakin mendekatkan wajahnya ke wajah gue. Tangannya meremas-remas dada gue penuh gairah kayak meremas kelapa parut yang banyak santannya. Bahkan payudaranya pun ikut bergerak-gerak sesuai irama gerakan tangannya dan mulai menempel di dada gue. Mirip balon berisi air kemudian mengantung-gantung di dada. (hmm..Apakah payudaranya itu asli atau silikon ya?)



Waduh, kalau terus dibiarkan, mungkin dia akan menelanjangi tubuh gue nih. Karena dia sama sekali tidak mengerti aba-aba apa yang gue ucapkan. Bahkan ekspresi mimik wajah gue yang jelas-jelas mencerminkan tidak suka malah diacuhkan. Dia terus melancarkan pijatan hingga sampai ke perut dan hampir membuka celana pendek gue. Dibalurinya minyak ke bagian perut. Kemudian dipijat-pijatnya dengan lembut hingga hampir menyentuh area kekuasaan 'junior' gue. Tatapan matanya benar-benar ingin minta di tampol deh. Sok menggoda meski sesungguhnya sangat tidak menggoda. Sampai akhirnya, jari-jari lentiknya mulai membuka celana pendek gue dan sontak gue bangun dari kursi dan membentak.
“Sorry, just massage please!”
“Yes, massage..” jawabnya singkat.  Mungkin cuma itu perbendaharaan bahasa Inggris yang dia kuasai. Sampai-sampai dia tidak sadar gue sudah marah padanya. Gue langsung berdiri dan menyuruh dia berhenti memijat. gue memakai baju dan keluar dari bilik mesum tadi.

BACA JUGA:  PATONG BEACH, PHUKET

Di luar gue melihat teman gue tersenyum dan gue mulai curiga kenapa dia langsung tersenyum kearah gue. Selesai membayar upah plus tips, kami pun bergegas keluar dari tempat massage plus-plus tadi.
“Tadi lu dikerjain nggak?” tanya teman gue.
“Iya. Si masseurnya menempel-nempelkan payudaranya ke dada gue. Mana payudaranya gede banget lagi. Jelas gue nyesak.”
“Sama... gue juga digituin. Tapi karena yang mijat gue badannya oke. Ya, disenggol-senggol dikit nggak apa-apa deh.”
“Ha? Jadi lu sempat juga beradegan mesum di dalam bilik?”
“Iya. cuma raba-raba dan gue juga diraba-raba.”
“Sialan! Tujuan kita kan bukan untuk cari plus-plus melainkan benar-benar pijat.”
“Apa boleh buat, sudah terlanjut.” Ucap teman gue sambil tersenyum puas.
"élu sit enak yang mijat sintal dan cantik. kalo gue? membayangkan bodynya saja gue nyesek. apalagi ditimpa payudaranya. bisa-bisa gue tewas deh.!"

Kami berdua pun langsung tertawa sambil berjalan menuju hotel. Jadi kalau mau pijat ala Thai Massage, ada baiknya anda perhatikan tempat pijatnya. Apakah benar-benar untuk pijat atau masih ada plus-plusnya. Tinggal pilih saja sesuai selera!   

       







Comments

  1. Menarik banget ya. Luaaarbiasa

    ReplyDelete
  2. Terimakasih atas informasinya :) semoga sukses slalu .. Ditunggu informasi menarik selanjutnya :) senang berkunjung ke website anda, terimakasih. sekali lagi thanks.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

Cerita tentang Seorang Ibu Tukang Pijat di Atas Kereta