EXPLORE KEBUMEN, BERTEMU ORANGTUA NAN RAMAH



Menjelang pukul 9.30 pagi, kami tiba di rumah sederhana dengan pekarangan yang luas. Di depan rumah ada pohon mangga yang sedang berbuah (panen buah mangga nih), Ada tumbuh-tumbuhan aneka jenis bunga yang sedang merekah. Warna-warni memenuhi taman. Hewan piaraan seperti ayam dan entok pun begitu bebas berkeliaran dihalaman. Suasananya benar-benar cukup mencerminkan hidup di sebuah pedesaan. Cukup tenang dan damai....

Tapi kalau dibilang sederhana sepertinyanggak juga sih. Soalnya, ketika masuk ke dalam rumah, ternyata cukup luas juga. Hanya saja tampilan dan isi perabotannya saja yang sederhana. Tapi, rumah ini tergolong cukup besar untuk dihuni dua orangtua seperti mereka. Ya, sepasang suami istri yang tidak lain adalah orangtua dari teman gue.

Kedatangan gue disambut dengan senyum ramah dua sosok yang wajahnya sudah terlihat tua dan kulitnya pun tampak keriput. Gue memberi salam kepada mereka, cukup sungkan ketika berhadapan dengan orangtua.
“Ayo, mari masukk.” ajak si bapak. 
Gue langsung masuk ke dalam rumah berbarengan dengan teman gue. Sambil memanggul backpack yang masih nyangkut di pundak. Eh, ternyata di ruang tamu sudah terhidang teh manis panas dan tempe mendoan.
“Tempe mendoan ini kesukaan anak saya…” ucap si ibu. Gue langsung speechless ketika si ibu berkata demikian. Sebegitu ingatnya dia makanan kesukaan anaknya.

Waduh, rasanya jadi kangen kedua orangtua gue. Tapi sayang mereka sudah passed away beberapa tahu lalu. (Jadi untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari mereka sangat mustahil.) Kami pun menikmati tempe mendoan plus teh manis di pagi hari ditemani kedua orangtua tersebut sambil ngobrol-ngobrol. Sebagai gambaran orangtua teman gue usianya sudah mencapai 70 lebih. Sedangkan ibunya juga hampir mencapai angka 70. Tapi, meski usia sudah 70-an tapi semangat hidupnya masih kuat. Bahkan, masih terlihat segar bugar. kalau gue? tampang aja yang kelihatan bugar tapi sering mengalami lemah letih lesu... (halaahhh...!!)

Usia breakfast ala tempe mendoan, gue masuk ke kamar pengen rebahan. Karena badan masih terasa lelah karena semalaman suktuk di jalan dan tidur secara asal di dalam mobil. Wajar badan masih pegal-pegal.  Sebelum izin istirahat ke kamar, ternyata si ibu juga pamit hedak pergi.
“ibu pergi dulu ya….”
“Mau kemana bu..?” tanya gue basa-basi.
“Pengajian…”
“Ohh…”

Hmm…masih pagi saja aktivitasnya sudah ke pengajian. 

Itulah bedanya ibu-ibu di kota dan di desa. Waktu senggang mereka manfaatkan dengan berkumpul  untuk acara pengajian. Kalau ibu-ibu metropolitan waktu luang dimanfaatkan semaksimal mungkin  untuk ngider keluar masuk butik di mall atau sekedar kumpul2 di kafe atau arisan sambil pamer harta.

Nyampe kamar gue langsung TEPARRRRR…!!!
Tertidur dengan pulas sepulas-pulasnya….

Bayangin saja.. tidur jam 10.30 pagi…eh bangun jam 1 siang…

Busyettt..!!! Tidur balas dendam judulnya.

Siang hari…
si ibu sudah balik kerumah dan sudah menghidangkan makan siang untuk gue dan teman gue…
Waduh….
Makin sungkan aja nih..dilayani dengan sepenuh hati.
“Ayo makan…. Pasti kalian sudah lapar….”

Kami pun makan siang dengan asupan gulai sapi dan daging kambing (daging tersebut katanya  dibagikan saat hari raya kurban kemaren)
“Kebetulan dagingnya masih ada disimpan di kulkas. Jadi waktu anak saya biang mau mudik, ibu langsung masakkan buat kalian..”

Again, gue semakin nggak enak hati… (enggak enak hati mulu lu Ver.. Tapi giliran makan lupa deh  itu yang dinamakan nggak enak hati. Lahap benerrrr…!!!!)

Mbeeerrr...!!!



Selesai makan siang, gue dan teman langsung ke luar hendak hunting foto di kota Kebumen. Sasarannya Alun-alun kota Kebumen. Sore itu banyak anak-anak muda berkumpul dan bermain disitu. main bola, skateboard, sepeda, motor mini dll... Jadi suasana sore cukup ramai. Pedagang yang berjualan juga cukup banyak. Tapi mereka berdagang dengan tertib. Tidak ada mangkal doang sehingga terkesan semraut. Semua terlihat rapih. 

Kota Kebumen itu kecil. Jadi dalam hitungan menit saja sudah terjelajahi semuanya.  Sangkin penasaran dengan jajanan di kota tersbeut, gue smepat mencicipi rujaknya…dodol….juga cemilan-cemilan ringan yang lupa namanya…

Menjelang pukul 20:00 WIB, kami kembali ke rumah

Suasana rumah tampak lengah…
Ternyata kedua orangtua tersebut sedang sholat berjamaah di ruang sholat. Omigod, gue bener2 speechless melihat mereka yang begitu taat ibadahnya. Mungkin sangat mustahil hal seperti ini terjadi di ibukota.
Malam itu kami juga dihidangkan makanan ….
Tapi kan gue masih kenyang….

Akhirnya kami ngobrol-ngobrol saja dengan mereka. Ternyata si bapak yang dulunya seorang TNI AU memiliki wawasan dan pemikiran yang cerdas. Kita sempat membahas soal SBY yang terkesan lelet. Tentang anggota Dewan yang semakin banyak korupsi. Juga cerita-cerita lainnya.
Sementara si ibu sedang asyik menonton tv …
Tapi siaran yang dicari bukan tv-tv swasta yang menayangkan sinetron.
Mereka lebih sedap menonton TVRI acara dialog..
Kemudian dilanjutkan acara wayang ,,,,

Busyetttt…WAYANG...???
Iya..bener... tayangan di tvri ada wayangnya lho... Setelah gue pikir-pikir, Sudah lama bener gue tidak membuka saluran TVRI…

Pukul 21:00 WIB

Si Ibu dan bapak pamit  tidur….
Ha..?
Jam segini sudah mau tidur…??
Wah, kalo di Jakarta jam segini mah masih pagi…
Seperti istilah anak gaul Jakarta, kalo jam segitu balik kerumah “Malu sama Pintu..”

Tapi…
Gue justru suka dengan rutinitas mereka yang sudah pakem…
Pagi siang sore dan malam aktivitas mereka positif. Mulai dari pergi ke kebun, naik sepeda, ke pasar, siang duduk-dudk di rumah, nonton tv. Kemudian pengajian. Sore duduk duduk di teras rumah sambil minum kopi dan mengasup gorengan buatan sendiri. Malam nonton tv kemudian tidur…
Gimana nggak panjang umur dan hidup mereka jadi sehat. Karena mereka sangat menikmati hidup. Tidak banyak mikir…
Tidak stresss..
Tidak maruk..
tidak mau usil mikirin apa itu twitter, Facebook, dan jejaringan sosial lainnya. nonton tv aja seperlunya.kagak doyan gosip dan tayangan2an yang nggak mutu (bagi mereka)

Dan selalu bersyukur…(kita pernah nggak bersykur? selalu mengeluh dan puas kurang puas..!!)

Dan…
Gue pun ikutan beranjak ke kasur pukul 9.30 malam…
Perlahan tapi pasti mata pun terpejam…
Meski sedikit gerah karena seluruh ruangan tertutup dan pentilasi udara tidak ada yang masuk selain dari cela-cela yang sedikit…
Maklum…
Malam hari nyamuk sangat merajai dunia persilatan…terbang dari segala penjuru arah....untung gue sudah dikasih senjata penangkal Petir eh penangkal nyamuk..yaitu AUTAN..!!!!!
tidur pun jadi pulazzzzz.....!!!

Pukul 06:00
meski gue tergolong Morning person, eh, ternyata si ibu dan bapak jauh lebih morning perosn. pukul 4.30 pagi sudah bangun..sholat subuh kemudian beraktivitas...

Busyetttt...!!

keluar dari kamar..Di meja sudah terhidang GETUK LINDRI…
Getukk..???
sumpah...
gue doyan banget tuhhh...sudah lama tidak makan getuk… tiba-tiba dihidangkan getuk…
Gimana kagak kesetanan???
Dua bungkus getuk gue sikat habisss… Nyummy….

Kemudian… gue dan teman mulai hunting objek wisata…ke beberapa pantai dan juga lokasi-lokasi lainnya yang layak dijadikan bahan tulisan..
Kami hunting hingga sore menjelang…
Sore hari balik ke rumah…
Eh, terhidang nasi pecel…

DO YOU KNOW GUYS......

Lagi-lagi gue sangat suka nasi pecal..
Gue suka bumbu pecal…
Sangkin doyannya gue sempat beli bumbu pecal doang untuk dimakan di rumah…

Sampai di hari terakhir di Kebumen…
Gue bener-bener terpuaskan lahir dan batin..
Jiwa gue tenang berada di tenga-tengah kedua orangtua nan ramah ini.
Bahkan sebelum pergi, gue dihadiahkan sebungkus plastik bumbu pecal…

OMIGODDDD…!!!
Thank u mom…
U r so kind…

Dan sebagai hadiahnya…
Sebelum meninggalkan rumah tersebut, gue bertanya pada mereka..
"Bapak dan ibu mau difoto nggak..?"
"Mauuuu..."
"ayo saya foto.."
mereka pun sibuk berbenah alias berdandan ala kadarnya..
gue mengambil kamera dan memoto kedua orangtua tersebut. Mereka begitu antusias saat hendak difoto. beberapa sudut yang ada bunga di taman menjadi objek yang wajib di foto kata si ibu.
"nanti foto di bunga ini ya... itu ya...ini lagi ya..."
semua gue layani dengan senyum geli....(ternyata ibu dan bapak narsis juga ya...Kayak anaknya..)

Pertanyaan yang membuat gue tersenyum adalah..” fotonya langsung jadi ya..?” ucap si bapak dengan senyum yang tulus.

Jeprettt…jepretttt..jepreetttt..!!!

Dan hasilnya akan gue cetak dan kirim ke mereka..

Thank u so much for your caring me….
And am so happy  stay in your house even only 2 nights…

I love Kebumen....



tempe mendoan
sepeda

Tempe Mendoan

buah mangga
Mangga yang sedang panen

bunga terompet

Ayam

Entok

bunga dipekarangan

Bunga dipekarangan

Rujak

Getuk lindri
Getuk Lindri


Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....