Traveling Seru Saat Makan Bersama Orang Asing di Sapa Vietnam Utara



Pernah makan satu meja dengan orang asing? Alias bule atau makan bersama beberapa orang yang berasal dari berbeda-beda warga negara. Jika belum pernah, coba deh rasakan. Karena gue pernah merasakannya dan gue menceritakan kisahnya di bawah ini.

Makan bersama satu meja dengan orang-orang asing (berbeda-beda warga negara) tersebut bisa terjadi ketika kita sedang melakukan solo traveling ala backpacker. Makan di satu meja yang memang di peruntukkan untuk para traveler. Jadi  direstoran tersebut kita bisa makan bersama-sama. Disitu gue bisa saling berkenalan, berinteraksi dan juga saling mempromosikan negara masing-masing dengan menonjolkan keunikan budaya dan tradisinya.

Sebenarnya ini bukan kali pertama gue makan semeja dengan bule-bule (orang asing) yang baru gue kenal, dan  gue selalu menemukan keunikan-keunikan yang terkadang bisa membuat gue geli bahkan bisa menjadi JIJIK!

BACA JUGA:  PEREMPUAN-PEREMPUAN DI SAPA, VIETNAM

Seperti kejadian, saat traveling ke SAPA, Vietnam Utara. Kebetulan gue solo traveling dan tiba di Sapa gue sengaja memakai jasa tour lokal untuk menjelajahi  daerah Sapa dan sekitarnya. Kemudian tour lokal tersebut pun mengumpulkan beberapa orang untuk bisa lokal tour bersama-sama menjelajahi desa-desa di daerah tersebut.  Waktu itu, gue satu-satunya orang Indonesia bergabung bersama beberapa bule-bule dan beberapa turis Asia. Ada yang berasal dari Prancis, Amerika, Jerman, Korea dan Hongkong. awalnya tidak saling kenal sampai akhirnya berkenalan dan menjadi sahabat dalam perjalanan. So far menyenangkan memiliki teman baru dari berbagai negara. 

Seperti teman baru gue bernama Scott. Dia berasal dari Australia. Keunikannya, kalau bicara terlalu cepat. Bahkan sangat cepat sehingga sangat susah bai telinga gue untuk mencerna omongannya. Sementara satunya lagi ada orang Amerika, yang menurut gue sedikit sombong dengan negara adidayanya.  KAlau bicara suka meninggi dan membanggakan negaranya. Kemudian orang Prancis yang suka sok romantis dengan pasangannya. Dikit-dikit ciuman. Bikin orang baper deh. Dan  dari beberapa teman baru itu, gue cukup akrab dengan orang Jerman. Kami sering ngobrol ngalur ngidur tentang negara masing-masing. Dan kebetulan, dia tinggal di Hamburg, yang kebetulan lagi Paman (tulang) gue tinggal disana. JAdi sedikit nyambung gitu deh. Kemudian, teman dari Hongkong kaka beradik yang paling doyan foto-foto. Setiap langkah pasti foto. Sedangkan orang Korea, salah satu rombongan yang paling teliti. Setiap apa yang dilihat dan dimakan diteliti terlebih dahulu. 

So unique right..???



Sampai  pada acara makan siang bersama di sebuah resto yang sudah direkomendasikan tour leader....

Disitu gue mulai merasakan hal-hal yang lebih aneh dan unik dari teman-teman baru gue. Saat hendak makan, rata-rata dari mereka (si bule-bule), lebih doyan minum minuman bersoda seperti Cocacola atau Bir sebagai teman makan mereka. Sedangkan orang China, Hongkong, suka minum yang panas-panas dan orang Korea lebih suka yang natural seperti teh tanpa gula. Sedangkan gue lebih demen air mineral sebagai teman makan.

BACA JUGA: SIGHTSEEING SAPA

Saat makan terjadi pun masing-masing melakukan hal yang lajim mereka lakukan tapi bagi gue tidak lajim dilihat. seperti si bule, dia lebih suka makan daging-dagingan kemudian makan sambil nge bir. Sedangkan si Korea dan Hongkong kalau makan terlihat sangat serius. Tapi anehnya, mulut si orang Hongkong  kalau makan terlalu brisik.  Ya, kayak "anjing" sedang makan. Begitu juga saat nyerut kuah soup berbunyi sangat kencang

Sruuuuppp...sruuupppppp...!!!!

Berbeda dengan gue, kalau makan harus komplit. Harus ada nasi, ikan, sayur dan sambal (saos chili) baru deh makan dengan lahap. Berhubung kala itu makannya tidak pakai piring melainkan mangkok kecil. (Kalo di negara kita mangkok tersebut biasanya untuk kuah soup.) Karena mangkoknya cukup kecil, jadi rasanya makan siang itu nggak nampol. Apalagi saat makan juga tidak pakai sendok melainkan sumpit. Hmm.. Emang gue Jacky Chan yang jago pake sumpit? (Kalau makan mie sih oke oke saja. Tapi, kalo makan nasi pake sumpit? Kapan kelarnya...??)

BACA JUGA: MY NAME IS ANNA, AND YOU?



Satu hal yang paling menjijikan terjadi dan membuat nafsu makan gue jadi drop dan buyar adalah. ketika kami sedang asyik-asyiknya makan,  tiba-tiba si bule-bule  tadi saling bergantian buang ingus disaat kami sedang asyik makan dan suara ingusnya sangat menjijikkan. Persis depan gue lagi...

Sroootttt...!!!
Sroooott...!!!

Kebayangkan gimana rasany suara ingus  yang dikeluarkan secara paksa dari hidung? Suaranya  terdengar dan adegan itu terlihat jelas dimata gue. seketika  nafsu makan gue langsung bubar jalan alias droppppp!!! Bahkan gue langsung mual mau muntah...
Memabayangkannya saja gue sudah mau muntah. Apalagi gue sangat penjijik melihat sesuatu  yang tidak lajim dilaukan saat makan.

OMIGODDD....!!!!

Alangkah menjijikan mereka...

Seketika gue langsung menghentikan makan gue dan menatap ke mereka. Kemudian mereka juga bingung melihat ekspresi gue yang tidak senang.

"WHAT'S GOING ON..??"

Karena nggak sanggup menjelaskan lagi, gue langsung ke luar meninggalkan meja makan dan memilih duduk-duduk di teras resto sambil menikmati kopi susu panas orderan. Gue berusaha mencoba melupakan adegan jorok tadi dari benak gue. namun, sangatlah susah.

BACA JUGA: MY JOURNEY TO HANOI

Demikianlah keseruan "tragedi" saat makan bersama dengan orang-orang asing saat traveling.





Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....