MY NAME IS ANNA...AND U..??

ME & ANNA

Hi, Where u come from?
Indonesia...
Ha? Malaysia...?
No, Indonesia...
Ooo,Malaysia...

Hmm.. begitu sulitkah mereka melafalkan nama Indonesia, sehingga yang selalu keluar dari mulut mereka nama negara tetangga kita Malaysia. Atau terkadang Indosia bukan Indonesia. Dan itu terjadi di beberapa negara yang gue kunjungi. selalu sulit melafalkan nama Indonesia..

Forget that..!!

Disini gue pengen bercerita tentang perkenalan gue dengan seorang perempuan Sapa, bernama ANNA. Bukan mempermasalahkan soal sebutan Indonesia menjadi Malaysia atau Indosia, melainkan kedekatan gue dengan Anna selama Trekking mengeliling perbukitan dan lembah di Sapa, Vietnam Utara. 

Pertama kali bertemu perempuan bermata cipit ini ketika gue keluar dari hotel untuk menghirup udara pagi nan sejuk. di depan hotel sudah berdiri beberapa perempuan muda dengan pakaian khas mereka berwarna hitam dengan kombinasi kalung, anting gelang terbuat dari perak. dikepala mereka juga terkadang ada yang memakai tutup kepala warna warni, ada juga yang pakai penjempit rambut. rata-rata pipi mereka berwarna kemerahan karena diserang udara dingin setiap hari. gue pikir pakai blush on. 

Anna menyapa gue dengan senyum ramahnya," hi, where u come from..?"
gue pun menjawab sambil melihat tangan dia yang sedang asyik merajut benang yang tergulung panjang ditangannya. 
setelah menyebut asal negara, dia langsung memperkenalkan dirinya," my name is Anna, and you..?"
"My Name is Very..." 
"Wow, beautiful name..."

Gue nggak tau apakah itu kalimat yang sudah dihafal mati atau memang nama gue bener-bener beautiful. karena sering mendengar mereka menjawab dengan Beautiful name dalam setiap menyebutkan nama.

Lalu, Gue dan Anna pun semakin dekat karena ternyata dia terus mengikuti gue sepanjang trekking berlangsung. Meski sesekali komunikasi kami terputus karena Anna sulit mencerna apa yang gue ucapkan, juga sebaliknya gue bingung apa yang dia ucapkan. tapi, kami langsung mencairkan suasana 'diam' tadi dengan berganti tema. 

Lalu Anna bertanya soal umur. wajhnya yang masih imut ternyata sudah kepala 3 dan sudah punya dua anak. sempat kaget dan hampir tidak percaya. namun Anna memberi bukti kalau dia sudah menikah dan punya ada dengan memperlihatkan anting besar yang dia pakai. Karena menurut adat di Sapa, perempuan yang sudah menikah dan punya anak wajib memakai anting besar.  gue pun menganggukan kepala tanda mengerti. 

Meski gue tetap tidak percaya melihat wajahnya yang masih terlihat muda. hanya keriput-keriput halus terlihat karena wajah mereka tidak pernah bersentuhan dengan make up atau vitamin wajah. 

Anna mempertanyakan usia gue. meski gue jelaskan kalau usia gue jauh diatas dia, namun dia tetap tidak percaya. dia mengira saya juga masih 30 tahun. (hmm... cermin mana cermiiinnnnnn...!!) tapi gue menjelaskan kalau gue belum punya anak. 

From Anna

menjelang akhir trekking, Anna memberikan gue hadiah sebuah gelang anyam yang khusus dibuatnya dan juga kuda-kudaan yang terbuat dari batang ilalang yang banyak ditemui saat trekking.
"Very, this is for you.."
"Really..?"
"Yeah..."
"Thank you Anna..."

Gue tersenyum melihat Anna merangkai batang ilalang menjadi sebuah kuda-kudaan yang lucu. tangan mereka memang sangat trampil, karena hampir setiap hari mereka menganyam benang menjadi souvenir seperti tas, gelang, topi kupluk dan bahkan baju yang mereka kenakan juga hasil kerajinan tangan.

perempuan-perempuan di Sapa memang sangat pekerja keras. hampri setiap hari mereka berjalan kaki naik turun bukit untuk mencari nafkah tambahan sebagai pemandu turis-turis saat trekking. tidak heran kalau semakin hari bahasa Inggris mereka semakin baik. karena setiap hari mereka berpapasan dengan bule-bule dan mempraktekkan langsung bahasa Inggris mereka yang pas-pasa..

Beginilah kesehari2an perempuan di Sapa. Kalau tidak menggendong keranjang ya menggendong anak bayi dipunggung mereka. 

Sebelum berpisah dengan Anna, karena kami sudah tiba di sebuah desa di sebuah lembah yang ternyata Desa dimana Anna tinggal. dia menawarkan hasil kerajinan tangannya untuk gue beli. tanpa disuruh gue pun langsung membeli tas kecil seharga 100 Dong atau sekitar 30 ribu. gue pun mengasih tips 100 dong lagi karena Anna sudah begitu baik pada gue sepanjang perjalanan trekking yang melelahkan.
Mungkin kalau tidak ada teman berbicara gue sudah ngos-ngosan naik turun jalan yang terjal.

Meski sulit untuk bisa bertemu Anna lagi (iya kalau gue berkunjung ke Sapa lagi), tapi gue masih menyimpan kenangan manis berteman dengan Anna.. Si perempuan Tangguh dari Sapa.

Lie, masih 13 tahun tapi sudah banting tulang untuk keluarga

Rute perjalanan yang setiap hari mereka lintasi.

Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....