OH TAKSI DI BALI....

foto from google.com

Sebenarnya cerita tentang taksi di Bali cukup beragam kisahnya. rata-rata mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan. gue dan teman beberapa kali mengalami nasib sial gara-gara si supir taksi dengan seenaknya memasang tarif 'kuda liar' alias harga yang nggak logis. apalagi kalau habis pulang dari tempat dugem. si supir taksi mematok harga yang rasanya pengen nonjok wajahnya berkali-kali. dengan jarak yang cukup dekat si supir bisa mematok tarif 100 hingga 200 ribu. sementara kalau harga normalnya hanya 25 ribu atau 30 ribu....

Untuk itu, setiap ke bali, gue dan teman-teman lebih memilih menyewa mobil (kalo lebih dari tiga atau empat orang).kalau cuma berdua mending nyewa motor. lebih murah dan praktis.  jadi tidak ada alasan ketipu atau diakal-akali supir taksi lagi....atau kalau lagi bernasib baik, teman yang stay di bali menghibahkan kendaraannya sementara saat kami berada di bali.... (setelah itu dibalikin lagi)

Tapi, kejadian taksi 'sedeng-gila-bego-licik' terjadi lagi. sebenarnya tidak ada niat atau keinginan untuk kena kesialan oleh supir taksi. tapi yang namanya apes kita kagak pernah tau kapan dan dimana terjadinya... dan, kali ini terjadi lagi saat gue last week liburan ke bali.

Ceritanya begini....
Waktu itu, gue dan teman-teman habis ber-sunset ria di kudeta. sekedar nge bir atau martini lychee sambil ngobrol-ngobrol. sampai matahari beranjak keperaduan. setelah itu kami hendak pergi ke tempat lain. tapi berhubung mobil sedang dipakai teman, kami terpaksa naik taksi untuk menyamperin mereka. di depan Kudeta, gue menyetop taksi berwarna biru. kalo dari wujudnya dan logonya mirip BLUE BIRD (meski sebenarnya bukan BB). maka kami pun dengan lantang memanggil si taksi.

Taksi berhenti kami langsung naik sambil menyebutkan nama tempat.."Pak, ke warung Eropa petitenget ya..."
sebenarnya jarak Kudeta dengan Warung Eropa sangat dekat. dan gue yakin seyakin-yakinnya semua supir taksi disana pasti tau jalan Petitenmget. tapi dengan sok pilon alias bego si supir bilang..
"Petitenget dimana ya..?"
"Masak bapak nggak tau? kan dekat dari sini. lurus aja pak," ucap gue sambil menunjuk arah.
"gimaka kalau kita kearah jalan....bal bla bla.." ucap si bapak sambil menganjurkan ke arah yang lebih jauh.
"Nggak usah. ke petitenget aja.."

belum nyampe lima menit duduk di jok belakang, tiba-tiba teman dikagetkan dengan argo yang tertera di layar argometer.
"Ha, nggak salah tuh?"
"kenapa?'
"kok argonya sudah 100 ribu?"
"Ha...?" gue nggak kalah kaget.
kami langsung protes.
"Pak, itu argo kok sudah 100 ribu, kita kan baru naik?"
dengan seenaknya si supir bilang, iya, nggak apa-apa. nanti kalian bayar aja segitu."

wah, sudah nggak bener nih. dengan tegas gue bilang,"berhenti disini saja. inis udah nggak beres. belum apa-apa kok sudah nipu!"

taksi berhenti, kami pun turun dan si supir ngomel-ngomel. kami nggak kalah sengit mendebatinnya. akhirnya si supir tancap gas...

Edan..!!
masih ada saja yang berotak licik untuk mencari nafkah. apa dia nggak mikir aja image taksi yang dia pakai akan terus memperburuk nasibnya..

mencari nafkahlah dengan jujur dan halal.....

Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....