TEN YEARS WITHOUT CIGARETTE….. (I'M PROUD !!)


ABOUT MY COMMITMENT FOR STOP SMOKING
(10 YEARS WITHOUT CIGARETTE)


Awal April 2004 (tanggal pastinya lupa. Yang jelas awal april), gue memutuskan untuk BERHENTI MEROKOK. Setelah mengalami sesak nafas yang sangat menyiksa saat melakukan trip ke KL dan Singapura bersama teman-teman kantor.

Ceritanya begini….

Sebenarnya sejak duduk dibangku SMP gue sudah merokok. Meski masih curi-curi dan gaya-gayaan, tapi setiap ada kesempatan ngumpul sama teman-teman gue pasti merokok. Kebiasaan itu berlanjut sampe gue bekerja. Kebayangkan sudah berapa ribu atau bahkan jutaan puntung rokok yang menempel di bibir gue. Dan berapa kilo atau untuk ukuran asap rokok apa ya??? Kilo kali ya..??
Nah, sudah berapa kilo gram asal rokok yang keluar masuk ke dalam paru-paru gue.
Bahkan ketika sudah kuliah, gue baru berani terang-terangan merokok di depan ortu. Meski ada larangan, namun lagaknya anak laki yang ‘sok’ dewasa, gue tetep aja merokok. Berlanjut hingga selesai kuliah dan bekerja. Hmm, makin gaya aja deh… ngerasa sudah punya penghasilan sendiri dan sudah berhak merokok dimana saja.

Intinya, rokok merupakan sahabat sejati gue kapan pun dimana pun dan dalam suasana apa pun. Kalo nggak ngerokok rasanya letoy (meski itu sangat sugesti!). parahnya lagi, setiap pergi ke kantor atau juga sedang liputan, stok dua bungkus rokok harus sudah ada di dalam tas. Kalo nggak, ya, kayak orang sakaw sibuk nyari warung untuk nyetok rokok.  Basi banget nggak sih…!!!

Sampai suatu ketika, ketika gue mengalami sesak nafas di Negara orang. Ampun dah, rasanya mau narik nafas sekali saja beraaaattttt banget. Kayak ada yang nyangkut. Panic, gelisah dan sedih. Gue takut aja mati di Negara orang atau juga takut berurusan dengan rumah sakit di Negara orang. Secara kalo berobat tentu biayanya membengkak dengan itungan dollar.  
Pikiran gue kalut banget kala itu. Teman satu kamar juga prihatin melihat gue mirip orang BENGEK alias TBC yang susah bernafas. Setiap mau narik nafas ekstra penuh perjuangan. Itu juga nggak pool nafasnya.  Bahkan, dalam hati gue berIKRAR. Kalau gue masih bisa kembali ke Negara tercinta Indonesia dalam keadaan selamat, gue akan berhenti merokok. Dan gue akan buang semua rokok yang ada di dalam tas (kebetulan waktu trip ke Spore dan KL, gue membawa dua slop rokok sampoerna Mild).
            “Ver, mending lo ke dokter deh. jangan sampe lo kolaps disini..” ucap teman gue yang melihat kondisi gue bener-bener miris. Tapi gue menolak karena ya, kondisi keuangan tentu nggak akan memungkinkan untuk berobat ke RS di Spore. Lagian gue juga malas dengan prosedur yang ribet. Secara gue bukan warga Negara Sing. Tentu banyak prosedur yang harus gue hadapi. No way..!!

Sampai akhirnya, liburan usai. Saatnya kami kembali ke tanah Air. Meski dalam kondisi lemah, gue tetap antusias menyambut kepulangan ke Jakarta. Hingga sampai di bandara SOETTTA, gue masih bisa berjalan dengan letoy-nya. Namun gue tetap pada komitmen gue untuk BERHENTI MEROKOK!
Kemudian, gue rogoh backpack gue, lalu beberapa bungkus rokok yang masih tersisa gue ambil, gue remas-remas lalu gue buang ke ting sampah. Dengan bengisnya rokok-rokok itu gue remas sampe lebur. Dan dengan bengisnya gue bersumpah, tidak akan pernah merokok lagi sampe kapan pun!

Keesokan harinya, gue pergi ke dokter dan periksa kesehatan. Rotgen paru-paru dan hasilnya memang betul kalau paru-paru gue ada flek! Ya, itu akibat kebanyakan merokok dan dokter menyarankan agar gue berhenti merokok sementara. Selama enam bulan. Namun, dengan tegas gue bilang ke dokter,” bukan enam bulan dok, tapi Selama-lamanya! Gue tidak akan pernah mau merokok lagi sampe selama-lamanya dok!”

Si dokter hanya tersenyum. Karena dia yakin gue hanya sumpa palapa. Paling Lama-lama luPa (Palapa).  Terserah apa dugaan dokter.



TAPI KINI….

Setelah 10 tahun berlalu (APRIL 2004 – APRIL 2014), gue masih tetap komitmen pada prinsip hidup gue. Gue tidak akan merokok lagi. Dan sekarang, gue pengen merayakan keberhasilan gue berhenti total merokok selama satu dekade.  Bagi gue itu prestasi yang cukup gue banggakan. Karena ditengah pergaulan yang rata-rata perokok dan drugs. Namun gue tetap kuat pada prisnip hidup untuk hidup sehat dengan pola hidup yang sehat juga….

Thanks God, for the Healthy life…

·      Pesan moralnya: Banyak perokok yang ngaku-ngaku pengen berhenti merokok tapi selalu mengalami KENDALA. Sehingga selalu gagal dan gagal lagi. Sebenarnya tidak ada resep yang manjur untuk bisa berhenti merokok selain NIAT DARI DIRI SENDIRI. Kalo lu sudah niat pengen berhenti, ya tekad kan dan bulatkan niat lu untuk berhenti. Jangan setengah-setengah dengan alasan apa pun! Karena sekali engkau mencoba, maka akan ke bablasan!. So, simple to try…. COMMITMENT!

·      Setelah berhenti merokok, segala SUGESTI BULSHIT yang bilang, nggak merokok nggak keren, otak buntu, nggak jalan imajinasi atau juga tidak bisa tidur, tidak nikmat kalau abis makan nggak merokok… SEMUA itu hanya sugesti ketololan yang elo pelihara yang perlahan-lahan akan membunuh dirimu sendiri… so STAY AWAY…!!!!



Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....