KETIKA PEREMPUAN ITU MENANGIS….


Sore itu, disebuah coffee shop waralaba terkenal, gue dan sahabat perempuan gue bersua setelah beberapa tahun tidak bertemu.
Sejak beberapa tahun lalu, dia memutuskan hijrah ke negara orang dan memilih hidup bahagia dengan pria bule pujaan hatinya.
meski susah bertatap muka, namun kami sering bertegur sapa lewat social media. terkadang Socmed memang sangat mempermudah bagi kita untuk melepas kangen dengan sahabat, keluarga dan juga siapa saja yang kita anggap merindukan.
begitu juga gue dengan sahabat baik gue ini….

setelah sekian tahun tidak bertemu, kami pun bertemu…
bercerita…
ketawa ngakak dan juga saling mengingat-ingat kelakuan sahabat2 kami yang konyol.
sesekali dia juga meuji anaknya yang semakin hari tumbuh beranjak remaja.
ada ke khawatiran melihat perkembangan anak-anak sekarang terlalu cepat dewasa.
"gue takut anak gue dewasa sebelum waktunya…"
ya, dewasa secara prematur membuat kaum ibu was-was. Untuk itu, sahabat gue berjanji pada dirinya sendiri akan melimpahkan segala perhatian,kasih sayang dan juga ingin selalu berada di dekat buah hatinya sampai kapan pun…..

dan…
tiba-tiba dia menangis…
terisak…
tersedu…
bahkan tak sanggup berkata-kata…

What's wrong dear…??

"Aku tidak ingin anakku kehilangan figure ibu…. aku tidak ingin anakku kehilangan kasih sayang…"

so, what should you do..? tanyaku…

Ya, aku trauma…

HA? trauma? why?
aku trauma akan masa kecilku.
aku tidak pernah merasakan seperti apa kasih sayang seorang ibu. seperti apa rasanya kita bermanja-manja dengan ibu. dan aku juga belum pernah merasakan menangis dipangkuan ibu.

So, where's your mom..??

Sejak kecil aku dibuang oleh ibuku…

WHAT..?

seakan ada butiran debu ditenggorokanku sehingga aku sulit untuk berkata-kata. Sosok sahabat yang aku anggap cheersful, selalu hangat terhadap siapa pun, bahkan sangat baik sekali sebagai sahabat. tidak pernah memperlihatkan kedukaan. Tiba-tiba dia menangis di depanku. meratapi masa lalunya yang kelam… dan dilubuk hati yang paling dalam, ada rasa sakit hati…dendam yang begitu kuat terhadap sosok yang disebut IBU/MAMA/MAMAK/OMAK/NYAI atau apalah itu…

Trauma masa kecil yang kelam begitu sulit dihapus. bahkan terus bersarang di dalam hati adalah sakit yang sulit disembuhkan….

Aku sakit hati pada ibuku yang tega membuang aku dan kakak2ku. dia tidak pernah mengharapkan kehadiran kami dimuka bumi ini.
ibu macam apa yang tega membuang anak2nya?
ibu macam apa yang tidak pernah merindukan anak2nya?

Aku tidak ingin anakku mengalami nasib yang sama. dan aku tidak ingin anakku kehilangan figure seorang ibu. aku ingin kelak orang yang pertama dicari anakku dimana pun dia berada adalah AKU… ya, aku ibunya,,,, bukan ibu-ibu yang lain….

Hmmm…
usai pertemuan, diperjalanan, aku berpikir…
Inilah hidup…kita tidak pernah tau masalah apa yang bersarang di kepala orang-orang terdekat kita. namun, alangkah bahagianya, ketika kita menjadi orang kepercayaan sahabat kita untuk menumpahkan segala keluh kesahnya…

Keep strong sahabatku…

Life must go on...

Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....