TRIP TO JOGJA PART 3 : MASIH TENTANG TUKANG BECAK

Duduk-dudk tukang becak

Masih tentang pengalaman naik becak di Jogja. Sebelumnya, Anda bisa membaca kisahnya disini

"Naik becak, cuma 5000 keliling2 .." 
Ucap beberapa tukang becak yang berpapasan denga gue saat sedang berjalan-jalan dikawasan Maliobro bersama keluarga. bukan pemandangan asing bagiku melihat tukang becak menawarkan jasanya dengan iming2 harga 5000 saja. sementara gue tau dan yakin banget kalau itu hanya 'alibi' semata. bagaimana mungkin dengan bayar 5000 kita bisa diajak jalan2 keliling objek wisata Jogja

"jangan mudah terbujuk rayu tukang becak ya..." ucapku pada kakak dan ponakan. karena gue pernah kena "jebakan betmen" para tukang becak, yang memberi iming2 5000 untuk ke tempat jual oleh2. ternyata saat sudah diatas becak, mereka mengajak ke tempat2 yang bukan tujuan utama, dengan alasan, "disana lebih bagus.." " disana makanannya lebih enak.." bla..bla..bla.... sejuta alasan apa pun tetep nggak ngefek bagiku. sekali lu bilang 5000 makan gue pegang ucapan lu...

Akhirnya, dipenghujung 'acara' terjadi perdebatan soal harga. si tukang becak minta lebih dengan alasan dia sudah membawa ke beberapa tempat yang menurut dia objek wisata. meski gue dan teman berkali2 bilang," nggak perlu kesana..balik saja.." tetep gak digubrik..

alhasil... gue membayar 10.000 dengan kekecewaan yang melumut dan trauma yang kronis.. gue pun berjanji pada diri sendiri,"KAGAK" akan mau naik becak lagi saat ke Jogja..



Beberapa tahun kemudian, (2011-2015) gue kembali datang ke Jogja, meski sesungguhnya Jogja bukan kota yang gue sukai untuk dikunjungi berkali2.sekali rasanya cukup! nggak ngena dihati dan nggak dapat feel-nya. banyak alasan gue kurang suka jogja... seperti yang sudah gue ceritain di tulisan sebelumnya.yang jelas, tujuan ke jogja kali ini karena menemani keluarga yang belum pernah ke Jogja...

Sebelum nyampe gue sudah kasih  rambu2.. DO'S and DON'TS... salah satunya jangan sampe kena Jebakan betmen para tukang becak. dan mereka ngangguk tanda setuju. mending nyewa mobil dan ngider saja pake mobil. dan itu pun kami lakukan. selama  4 hari di Jogja, kami nyarter mobil ELF yang lumayan gede untuk bertujuh... bebas tidurrrr....dan mampu mencapai objek wisata diluar kota Jogja...


dasar APES...
dipenghujung liburan, saat kami hendak ke Keraton Jogja, muncul beberapa tukang becak menghampiri kakak, bini dan ponakan. diiming2i keliling Kraton dengan bayar 10.000. plus, ke pusat kerajinan, pabrik batik dan pabrik kaos. mendengan bujuk rayu, dari dalam mobil gue mengingatkan supaya jangan mau terbujuk rayu. tapi, dasar nggak mau dengan omonganku, mereka malah bilang, kasihan sama tukang becaknya. nggak apa2 lah naik becak keliling Kraton...

Terserah deh... yang penting hati2 saja kena jebakan betmen...
akhirnya mereka naik becak (3 becak untuk 6 orang). sementara gue dan supir tadinya mau parkir di mobil saja.. tapi, seorang pria yang ngaku tukang jaga parkir nyodorin kertas untuk bayar parkir sebesar Rp. 25.000. busyet..... mahal amat parkir beberapa menit saja kena Rp.25.000??? edan..mending pergi aja deh...

Kami pun pergi nyari tempat duduk yang ada jual makanan. dan nggak jauh dari keraton ada tempat makan yang jual kue2 dan minuman.. ngemil deh disitu..bayar 15 ribu sudah makan kue2 dan minuman yang bikin kenyang..
tapi, baru saja minum dan makan, tiba2 ditelpon sama bini nyuruh balik ke tempat parkir tadi... lha, kok cepat banget.???
buru2 kami kembali ketempat semula..
pas nyampe, mereka langsung teriak," kami tertipuuuuu..kami kena jebakan betmen.."

Nah loooo..gue bilang juga apa?????

ternyata, mereka nggak diajak ke Keraton karena sudah tutup.. Nah, seharusnya si tukang2 becak sialan itu kan tau, kalo kraton sudah tutup? kenapa mereka masih memberi iming2 bisa naik becak ke keraton? trus, mereka nggak diajak ke museum, ke pabrik batik dan juga pabrik kaos.. mereka hanya melintasi toko batik, kaos dan oleh2 yang ada di dekat keraton.. "itu ada jual batik, oleh-oleh..dan jual kaos Dagadu.." kata si tukang becak sialan itu...

Gue kata juga apa..? menurut gue tukang becak di Jogja manner-nya perlu disekolahkan. biar mereka tau menghargai penumpang. apa mereka nggak takut KARMA apa ya??? sehingga mereka tega ngebohongi turis dari tahun ke tahun??? 

seharusnya dengan banyaknya Turis yang mengeluh tentang Ulah mereka, pemerintah setempat harus memberikan EDUKASI agar memberikan wejangan yang mengarah lebih baik lagi. semakin mereka bersikap baik, otomatis turis akan makin demen naik becak mereka..

Jangan kasih iming2 5000 tapi menjerat turis dengan harga yang tidak sesuai dengan harga yang disepakati..... moral..!!

Again...
Jogja masih belum menjadi kota tujuan untuk liburan yang mengangenkan...

Sorry...!!!

Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

Cerita tentang Seorang Ibu Tukang Pijat di Atas Kereta