Budaya Membuang Sampah Sembarangan Yang Kronis


Bicara soal SAMPAH, gue suka emosi jiwa kalau melihat orang membuang sampah, meninggalkan sampah atau meletakkan sampah seenak jidatnya. dan pemandangan ini kerap terjadi dan anehnya, kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya sangat MINIM sekali. 
jika di tegur....
eh, malah ngotot!
ngajak berdebat...
adu mulut bahkan adu kekuatan becking......

Edan! sudah salah, nggak mau ngaku salah, malah pamer becking... malu nggak sih???

Jujur, gue orang yang sangat-sangat-sangat MENJAGA yang namanya kebersihan. gue berpikir, kalo dirumah gue bisa menjaga kebersihan, masak di luar tidak bisa menerapkan kebersihan itu??? so, dimana pun gue, kalo emang mau membuang sampah, ya cari tempat sampah. kalo pun nggak nemu tempat sampah, gue akan masukkan ke dalam tas gue ato saku celana gue atau dimana saja, asal tidak membuang sembarangan...

Disiplin itu gue terapkan pada orang2 dirumah gue. bini, sodara dan teman2 yang datang ke rumah. nggak peduli, tua, muda atau masih kecil sekali pun. mending gue bawel urusan kebersihan ketimbang mendukung mereka melestarikan kejorokan...

Gue sering komplain pada pengunjung SEVEN ELEVEN yang palingggggggg sering meninggalkan sampah bekas makanan mereka di meja atau bungkus rokok, botol minuman dan apa saja yang mereka makan. bungkusnya digeletakin seenak jidatnya. padahal sudah jelas2 tertulis BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA. bahkan disana juga disekiakan tempat sampah SEGEDE GABAN, agar pengunjung yang kebanyakan BUTA KEBERSIHAN bisa meliaht dan membuangnya disitu. tapi, apa daya... budaya masyarakat kita masih budaya bar-bar... nggak bisa disiplin...

gue juga pernah menegur pemilik mobil mewah yang dengan seenaknya membuang satu plastik gede sampah. sampah tersebut bungkusan nasi kotak trus dibuang saja dijalan. karena tidak suka dengan sikap membuang sampah seenaknya, tuh mobil gue datangi, gue ketok kaca mobilnya, trus ngomong deh ke yang buang sampah. di dalam mobil ada seorang bapak, dua orang anak kecil (anaknya) dan seorang perempuan (istrinya). 
"Mas, kok sampahnya dibuang dijalan?"
"Nggak apa2... ntar juga diambil orang.."
"Siapa yang ngambil mas?"
"tar ada tukang parkir yang ngambil.."
"Nggak bisa gitu mas. silahkan mas ambil sampah mas sendiri.."

dia ngotot... terjadi perdebatan yang nggak berujung. dia kekeh dengan arogannya tidak mau mengambil smapah itu lagi. sebenarnya berniat mau memasukkan kembali sampah tersebut ke dalam mobilnya. biar dia tau malu. tapi, dilerai teman gue...
"Mas, sadar nggak kalo mas, mengajarkan pada anak anda hal yang tidak benar? anda sudah mendidik anak anda menjadi manusia yang bakal mengikuti apa yang anda perbuat..."

dia pun buru-buru menyalakan mobilnya dan tancap gas....

see....

sudah salah, ngotot dan kabur..!!! mental seperti itu yang patut dibasmi.. 

makanya, kebanyakan orang indonesia kalo sedang jalan2 keluar negeri suka KAGET BUDAYA. disana yang namanya kebersihan sangat diprioritaskan. disiplin, antri dan juga tepat waktu..semua serba disiplin. tapi dasar mental indonesia, ya, suka kaget2 dan suka mau nyelonong dan buang sampah seenaknya.. alhasil mendapat teguran bahkan kena denda karena tidak disiplin...

gue nggak tau, samai kapan negara kita bisa terbebas dari KUDIS (kurang disiplin) dan KUJABER (kurang jaga kebersihan). yang jelas, kebersihan itu sebenarnya cerminan dari diri anda sendiri. cerminan dari didikan orangtua anda. seperti apa orangtua anda mendidik sejak kecil hingga segede sekarang, itu akan terlihat dari anda bersikap.  
budayakan antri...
budayakan menjaga kebersihan
budayakan buang sampah pada tempatnya 
budayakan tau rasa malu...

kalo anda tau malu, maka anda akan malu kalo masih doyan buang sampah sembarangan....

Masih punya malu kan???

Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....