EVEREST: THE ONLY WAY OUT IS UP...... ITS TRUE!



Akhirnya menonton film ini juga. film yang sudah lama kunanti2 main di bisokop. bukan, bukan karena gue anggota pecinta alam yang doyan naik turun gunung. naik gunung hanya beberapa kali dan yang tertinggi yang pernah gue naiki  adalah Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 mdpl. Dan gue bisa merasakan gimana GEMPOR-nya kaki, tangan dan seluruh badan karena mendaki selama 2 hari dan turun juga 2 hari... bahkan berat badan langsung turun 3 kilo. rasa letih yang teramat sangat membuat badan enggan untuk beranjak. pengen turun ke bawah tidak mungkin. kadung sudah setengah perjalanan. 
alhasil, dengan tekad kuat, solidaritas sesama pendaki yang saling menguatkan, akhirnya gue bisa menapakkan kaki di PUNCAK GUNUNG RINJANI. dan itu sejarah tertinggi dalam hidup gue.

Ketika menonton EVEREST, gue langsung membayangkan gimana bahayanya mendaki gunung tertinggi di dunia ini (8.848 mdpl). tidak hanya tertinggi. kondisi cuaca juga cukup bikin nyali ciut!. bersalju dan badai salju yang extrim siap kapan saja mereka datang. pendaki tiak pernah tau kondisi alam yang "moody" itu.

film ini diangkat berdasarkan kisah NYATA beberapa pendaki yang bertarung melawan badai salju extrim untuk bisa mencapai puncak Everest tahun 1996. dadaptasi dari buku  karya Jon Krakauer, Into Thin Air: A Personal Account of The Mt. Everest Disaster. 

Film besutan sutradara Baltasar Kormakur ini memang cukup menegangkan. kita seolah diajak berpetualang ke puncak Everest. selain didukung pemain-pemain handal Hollywood, alur ceritanya juga membuat emosi penonton diacak kadul. sebut saja Clarke yang menjadi pemimpin tim ekpedisi pertama, ada pula Jake Gyllenhaal yang berperan sebagai Scott Fischer, pemimpin tim ekspedisi kedua. Tak lupa, ada para pemeran pendukung lain seperti Keira Knightley, Josh Brolin, John Hawkes, Robin Wright, Elizabeth Debicki, serta Sam Worthington.




Meski terlalu banyak karakter yang berbain dalam film ini, sehingga penonton tidak puas menikmati peran pemain satu persatu, namun, adegandemi adegan yang membahayakan membuat penonton lupa dengan banyaknya pemain di film tersebut. hanya adegan tragis yang memilkukan ketika satu persatu pendaki harus terpaksa mengakhiri hidup mereka karena tak kuasa melawan badai salju extrim yang membuat mereka mati membeku dan kekurangan oksigen. 

Banyak pesan moral yang bisa dipetik dari film EVEREST ini..

1. Sehebat apa pun anda, sampai kapan pun anda tidak bisa melawan alam. karena alam tidak peduli siapa pun anda. apa pun profesi, jabatan, kekayaan atau pun kepongahan anda. Alam tetap lah alam.

2. Untuk mendaki gunung, yang dibutuhkan adalah kebersamaan. toleransi, saling membantu, menjaga dan juga merasa saling memiliki. sehingga ketika kita dalam kesulitan, orang yang pertama menolong anda adalah rekan satu tim anda. jadi, mendaki gunung bukan siapa yang paling pertama mencapai puncak, melainkan kebersamaan.

3, Mendaki gunung juga bisa nge"warning" kemampuan kita. kemapuan fisik kita. jangan pernah merasa BISA demi menjaga gengsi takut dibilang tidak laki atau tidak jantan. jika tidak mampu mending menyerah. sekali lagi, jangan pernah melawan alam (kecuali Alam Mbah Dukun) lawan lah ego anda. baru anda disebut jagoan.

4. Ketika berada di atas gunung, kita baru menyadaria bahwa WE ARE NOTHING!. kita tuh nggak ada apa-apanya. seujung pentul korek api juga nggak. jadi, harus sadar kalau di atas langit masih ada langit. yang artinya being humble!


5. Ketika berada diketerasingan (puncak gunung), akhirnya kita menyadari akan orang-orang yang telah mengasihi kita. (istri, anak dan teman atau saudara). jadi, jangan terlalu individualis. 

Yang jelas, film ini recommended to watch..!!!

I love the movie!







Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

Cerita tentang Seorang Ibu Tukang Pijat di Atas Kereta