LIFE IS LIKE RAINBOW.....



Kemaren, ya, kemaren sore...
Gue bertemu dengan sahabat lama gue. sahabat ketika sama2 masih jadi kuli tinta di media cetak. ngejar2 narasumber. sebenarnya sudah lama banget sobat gue ini pengen ngajak ketemuan. katanya sih pengen ngobrol2 saja. kangen sudah lama nggak ketemu. memang sih, kami masih keep in touch by sosmed. dia temanan sama gue di FB, Path dan Twitter. tapi, era sekarang, ketemu si dunia maya jauh lebih intents dibandingkan di dunia nyata. sehingga kontak batin pertemanan ini ya hanya sebatas say hello doang....

"Kapan ada watu bro...ngopi2 yokkk.." ajaknya.

Tapi gue nanggapinnya biasa aja. karena gue males aja kalo say hello-nya berbuntut hal-hal lain. misalnya ngak ketemu trus tiba2 malah ngajakin gabung di MLM ato bisnis-bisnis nggak jelas. ujung2nya jadi nggak enakkan. setelah nggak direspon eh malah jadi nggak pernah keep contact lagi. 

Basi nggak sih??? fake bangeth!

itu sebabnya, gue paling malas basa basi.. Malas nongkrong yang nggak penting. gue lebih BETAH stay at home baca buku, ngetik atau nonton film sekalian. ketimbang ngobrol2 yang nggak ada juntrungnya. karena gue emang "orang rumahan"

sore itu, setelah cukup lama nyocokin waktu bertemu,akhirnya kami bertemu di sebuah Mall yang sederhana. bukan mall megah yang banyak hedon people. karena syarat ketemunya juga "kalo bisa jangan di dalam mall ya.. malas banget!"
dan kami memilih sebuah mall yang out door-nya asyik buat nongkrong...

Pesan kopi...
eh nggak ding... gue pesan teh tarik. meski awalnya pengen thai tea, tapi nggak ada. jadi deh teh tarik...

setelah melihat perubahan soal bentuk badan.. teman gue ini wujudnya jadi melebar gitu alias gemuk..
"iya nih.. gue jarang olahraga.." katanya. "aku juga. Perutku maju tiga jengkal"  balasku sambil tertawa berbarengan..

Obrolan kami sebenarnya sangat sederhana. mengingat2 masa2 "kejayaan" dulu. ketika kami berjibaku dengan narasumber sampe menjelang dini hari. sampai moment2 kumpul bersama teman2 yang sekarang ada yang sukses, ada yang berubah dan ada juga yang menghilang netah kemana... 

juga membahas soal keluarga. anak, istri serta keinginan2 sederhana yaitu," gue pengen hidup lebih tenang dan tidak terlalu ambisi mengejar apa yang sesungguhnya tidak perlu dikejar.."

juga membahas kebiasaan-kebiasaan baru yang dulunya tidak pernah terpikirkan...

Intinya,,,

pertemuan dengan sahabat lama ini benar2 sekedar ngobrol2, temu kangen sambil ngopi2, membahas masalah sederhana...
dan ternyata, hidup itu cukup sederhana jika kita melihat dengan kacamata sederhana...

Hidup akan jauh lebih ribet ketika kita melihat dengan keriwetan-keriwetan yang tak ada ujungnya....

dan hidup itu seperti pelangi... indah dilihat tapi butuh proses untuk menciptakan keindahan itu... 

Thank you for ngopi2nya brother!!!


Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

Cerita tentang Seorang Ibu Tukang Pijat di Atas Kereta