MY LIFE, MY XL....


Ha? XL sudah 19 tahun? 
time flies so fast....

Nggak terasa sebagian aktivitas hidup gue yang mobile ini, ternyata selalu berkaitan dengan XL. Gue sudah menjadi bagian dari XL sejak tahun 1998 (dua tahun setelah XL lahir). Dan sejak saat itu, gue tidak pernah ganti-ganti provider lain selain XL. Entah sugesti atau apalag itu, setiap ada tawaran dari provider lain, gue selalu menolak dengan halus, kalo gue sudah pake XL. Sebagian teman-teman memakai XL juga dan sebagian (banyak) pakai provider lain. Terkadang antar sesama teman kita sering saling memuji dan memojokkan provider lain. Biasalah, canda-candaan.  Mereka mengatakan XL bla bla bla..dan gue juga nggak mau kalah mengatakan provider yang mereka pakai juga bla..bla..bla... Seolah-olah nggak sudi provider yang dipakai dihina dina...

Sebagai pecinta traveling, terkadang gue sering berbenturan dengan signal. Ya, ketika gue berada di sebuah daerah terpencil dengan jangkauan signal yang "prihatin", gue sering di sodorin pilihan untuk hijrah ke provider lain. 
"Sudahlah, ngapain juga pake XL, pelit di signal. Pake yang ini saja. Signalnya bebas merdeka," bujuk teman gue. Tapi, seakan XL menjadi anak kandung sendiri yang nggak mungkin tega membuangnya, maka, tawaran tersebut pun gue abaikan. gue lebih memilih, bersabar dan bertoleransi dengan signal. toh, tidak nge update status atau posting foto sehari, tidak membuat dunia ini kiamat bukan??? Meski dalam hati berharap, semoga tiba-tiba Tuhan memberi signal yang full di XL gue. (tanpa berkoar-koar ke teman pengguna provider lain)

Tapi, ketika berada di sebuah daerah yang signal XL-nya tumpah ruah, dengan suka cita gue langsung membangga-banggakan XL itu hebat! dengan leluasa gue mengupload foto-foto kami saat traveling. 

Kejadian yang tidak kalah mengehbohkan, ketika pulang ke kampung. sebelum pulang ke kampung, sodara di kampung menelpon dengan singkat dan padat,
"Haloo? kau pake nomer apa?"
"XL.."
"Ganti dong, biar nelponnya hemat."
"Kamu aja yang ganti ke XL. kan sesama XL juga hemat."
"Tapi disini semua pakai Sim**** Nggak mungkin dong aku pakai XL."
"Pokoknya, suruh mereka pake XL selama aku di kampung ya."
"............"
Hening... 
Mungkin sodara bingung, kenapa gue nyuruh mereka ganti XL saat di kampung nanti ya? apakah aku ini Brand Ambasadornya XL seenaknya menyuruh mereka pake XL? 
eh, ternyata, sehari sebelum pulang kampung, ada beberapa nomer XL yang tidak dikenal menelpon ke nomer XLku. 
"Jadi pulang bang? kapan? sudah nggak sabar nih. Oiya bang, ini nomer XL-ku ya. jadi kita bisa telpon-teponan hemat."
"Hallo bang... Ini nomer XL-ku ya. di Save ya bang. biar kita bisa telpon-telponan."
  dan beberapa nomerl XL baru lainnya muncul di layar handphone gue. jika dihitung, ada 8 saudara gue yang mengganti nomer lama mereka ke XL, entah itu sementara atau selamanya, yang jelas, gue bisa mempengaruhui mereka pakai XL. 

Sebagai orang setia, gue juga setia dengan XL,  gue bertahan dengan kesetiaan itu hingga   17 tahun menggunakan XL. Jka ditanya kekurangan dan kelebihan, yang namanya manusia saja punya kekurangan dan kelebihan. Hanya saja, apakah kita setia atau tidak?  inti dari kesetiaan adalah, menerima kekurangan dan kelebihan tersebut. 

Bagiku XL itu bukan hanya provider yang menjembatani gue berkomunikasi, tetapi XL sudah menjadi bagian dari hidup gue. Kemana pun gue pergi dia selalu ada bersama-sama dengan gue. 

19 tahun usia yang masih sangat ranum. Masih banyak cita-cita yang harus digapai..

Chaiyo XL!!!




Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....