THE JOURNEY TO IJEN, BANYUWANGI


12 Oktober - 16 Oktober 2015

Pukul 10:30 WIB, 
gue dan teman2 (Genk Ijen) memulai petuangan ke Banyuwangi. kota yang belum pernah gue kunjungi tapi rasa penasaran sudah cukup lama pengen datang kesini. Tujuan utamanya jelas ke Gunung/Kawah Ijen. Tapi, selalu ada saja halangan ketika ada ajakan dari teman2 yang hendak ke Ijen

Tapi, kali ini, ketika teman gue RIKA ngajak naik Gunung Ijen, setelah lihat2 tanggal dan skejul, gue langsung menyanggupi ajakan tersebut. Rasanya excited banget pengen cepat2 kesono. persiapan untuk naik gunung pun langsung disusun dengan baik. meski ke Ijen nggak perlu kemping seperti waktu gue naik gunung Rinjani. kali ini, kami nginap di hotel di Banyuwangi. 

Trip kali ini di gue bersama Donce, Rika, Ntien,Mbak Wiwied dan Aznie. teman2 baru semua. (Tapi ternyata klop dans eru!) 

Judulnya BACKPACKERS. jadi semua serba ekonomi. naik kereta ekonomi dari Stasiun Senen menuju Stasiun Gubeng Surabaya. busyet, perjalanan 14 jam dari Jakarta ke Gubeng bikin gue dan teman2 mati gaya. tapi, dibalik ke mati gayaan, gue banyak mendapat kisah yang mungkin nggak bakalan gue dapatkan kalo gue naik pesawat atau naik mobil pribadi. itulah serunya backpacker, dibalik keterbatasan, kita mendapatkan kisah2 yang bisa menjadi inspirasi untuk mensyukuri hidup itu sesungguhnya. 

Waktu berangkat dari Jakarta ke Surabaya, disebelah gue ada seorang bapak yang doyan ngoceh. semua masalah hidupnya dieritain A sampe Z. ditanya satu dijawab 10. jadi, mending nggak usah ditanya biar diem. eh, ternyata tetep ngoceh. trus, badannya rada2 bikin kepala migren. bau asem! sumpah bauk banget! kepala langsung nyut-nyut. 14 jam perjalanan duduk bersebelahan dengan Bau badan emang PEER bangetttt!!!

Tapi, dibalik kekurangannya, si bapak punya hati yang baik. dia bawa makanan yang selalu ditawarin untuk gue dan teman2 dan juga orang2 disekitar kami. meski ditolak secara halus, si bapak terus makasa untuk kita makan. akhirnya, gue ambil sepotong biskuit lalu gue makan. mengehargai kebaikannya. sampai menjelang perpisahan, karena sudah mau nyampe tujuan, gue bisa merasakan kebaikan si bapak tersebut yang tulus. sempat merasa bersalah telah ngejudge. tapi, si bapak juga merasa bersyukur bisa berkenalan dengan gue dan teman2...

That's life....selalu ada misteri dibalik kehidupan yang kita jalani...


 Setelah 14 perjalanan, jelas badan terasa GEMPOR. mau tidur susah. nyampe di Gubeng subuh. tepatnya jam 2 dini hari. kali ini nggak ada trip manja. karena, nyampe di stasiun, menunggu perjalanan ke Banyuwangi kereta jam 10 pagi, kami harus melanjutkan kantuk kami dengan tidur di stasiun kereta. ngantukkk banget!!!! nyamuk banyak bikin mata gue nggak bisa mejam. 
Alhasil, sepanjang subuh, gue dan teman2 mirip orang ronda. ngider2 keluar masuk warung. menikmati soto yang enaakkkk banget yang ada di pojok stasiun Gubeng. Ngopi2...ngobrol2...dan nggak lupa update status. 
sementara teman2 yang cewek tidur dengan pulas sambil menjaga carrier kami yang mirip orang pengungsian...




13 Oktober 2015

Pukul 10:00 pagi..

Perjalanan dilanjutkan naik kelas bisnis dan AC-nya lumayan nampoll ke Banyuwangi. jarak tempuh Surabaya ke Banyuwangi sekitar 6 jam. Karena rasa kantuk yang teramat sangat, akhirnya, sepanjang perjalanan gue mencoba memejamkan mata sejenak. Tapi, dasar mata security, pejamannya cuma bentar doang. selebihnya ya terbuka saja gitu. Pokoknya tidur gue bener2 belum nampol deh. badan mulau terasa masuk angin karena AC terlalu kencang dan juga terkadang AC ngadat. bisa tiba2 mati nggak ada dingin2nnya. 

Pengalaman seru di dalam kereta ke Banyuwangi, waktu itu gue sedang ngolesin minyak kayu putih ke leher dan punggung. tiba2 seorang ibu yang duduk disebelah gue bilang begini,
" Kenapa mas...?"
"Masuk angin kayaknya bu..."
"Boleh saya pegang?"
"hmmm.... maksudnya?"
"Boleh saya pegang lehernya.."
gue langsung mempersilahkan si iu megang badan gue. kata teman gue sebelum megang badan gue dia baca2 alias berdoa dulu. kemudian mulai memijat2 badan gue yang mulai masuk angin. pijatannya bener2 enak bangetttt dan dia bisa mengangkat angin yang bikin badan pegal2. alhasil, seketika badan yang tadinya pegel dan masuk angin hilang seketika. 


Kemudian,terjadi obrolan dengan si ibu ternyata dia emang tukang pijat spesialis. dia bisa melihat orang yang sedang sakit atau tidak enak badan. kemudian dengan refleks dia akan menyamperin lalu melakukan pijatan2 untuk pertolongan pertama. konon katanya si ibu cukup kondang di kampungnya dengan segala keahliannya. siang itu, dia juga sedang mengobati suaminya yang patah tulang akibat jatuh dari motor. sempat dua tahun tidak bisa bergerak. tapi, setelah ditangani si ibu, lambat laun suaminya mulai membaik... konon, kemahirannya mijat warisan dari nenek buyutnya...

Hanya saja, menurut si ibu, selama hampir 17 tahun dia di khianati suaminya. karena suaminya punya perempuan lain. namun dengan sabar si ibu tetap setia pada suami dan Tuhan MENEGUR sang suami dengan kecelakaan yang dialaminya. terbukti sekarang sang suami kembali ke pangkuan si ibu...

thank u so much for your kindness bu... semoga bisa ketemu lagi


Satu jam berikutnya, kereta tiba di Banyuwangi.... kota yang sedikit panas dan gerah. karena perut terasa lapar, setelah dijemput mobil yang telah kami sewa sebelum tiba di banyuwangi, kami langsung ngider nyari makanan..... tujuannya SOTO RUJAK... 
meski katanya cukup kondang SOTO RUJAK. namun bagiku biasa saja. kurang pas dilidah... gue lebih doyan NASI PECEL...

Selesai makan, kami langsung  ke penginapan... istirahat untuk melanjutkan PENDAKIAN subuh hari berikutnya....

zzzz....zzzzzz.....zzzzzz....zzzzz






Menyicipi soto rujak disini
Nyampe di banyuwangi, Anda harus mengunjungi beberapa tempat wisata yang spekta di banyuwangi. Supaya lebih jelas panduannya, sebaiknya Anda baca disini
JAngan lupa juga mencicipi beberapa kuliner di Banyuwangi. Coba tilik lokasinya disini
Bingung mencari penginapan di Banyuwangi? Coba lihat disini

Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....