Cerita tentang Seorang Ibu Tukang Pijat di Atas Kereta


Ada kisah yang menyentuh dibalik gambar ini...

Dalam perjalanan dari Surabaya ke Banyuwangi, naik kereta Ekonomi, gue bertemu dengan sepasang suami istri yang duduk persis disebelah tempat duduk gue dan teman2. laki-laki yang langsung gue tebak adalah suaminya, berjalan tertatih-tatih. rasa penasaran membuat mulut gue langsung bertanya,
"Kakinya kenapa pak?"
"Tabrakan dengan motor. kaki saya patah." jawab si bapak dengan logat jawa yang medok.
"Tabarakannya kapan?"tanya gue semakin penasaran.
"Sudah dua tahun, tapi belum sembuh2 juga.." jawab si bapak lagi dengan wajah menyesal.

Kemudian, kulihat istrinya asyik memijat-mijat kaki sampai punggung suaminya. aku yakin, istrinya jauh lebih tahu kondisi fisik suaminya. sehingga dia tahu, bagian0bagian mana saja yang perlu dipijat.  

Setelah itu....tidak ada dialog lagi antara aku dan pria tersebut. aku dan keempat temanku juga dalam kondisi yang cukup lelah setelah menuempuh perjalanan 14 jam naik kereta dari Jakarta ke Surabaya. (busyet, 14 jam mungkin gue sudah sampai ke Amerika kali ya...kalo naik pesawat) aku memilih tidur-tiduransmabil mendengarkan musik dai iphoneku. sampai akhirnya gue benar2 tertidur. 

Tidak terasa, sebentar lagi kami akan tiba di Banyuwangi. setelah menempuh perjalanan selama 6 jam dari Surabaya. menjelang tiba di tujuan. gue merasa badan semakin pegal2 dan masuk angin. kuambil minyak kayu putih dari backpackku. kubaluri ke sekujur pundak, leher, perut dan dada. biar hangat. 
ketika sedang membaluri, ibu yang duduk di sebelah gue menghampiri. 

"Badannya kenapa mas?" tanyanya. 
"masuk angin bu. pegel2 juga.."jawabku sambil terus membaluri minyak ke leherku. 
"Boleh ibu pegang?"
"Maksudnya?"
"Iya, kalo ndak marah, boleh ibu pegang pundaknya yang pegal?"
"Ooo, silahkan bu. dengan sennag hati," jawabku girang. siapa yang menolak dipijat. apalagi aku orang yang paling suka dipijat. 


Sebelum memegang pundak, leher dan tanganku, kata teman yang menyaksikan adegan itu, si ibu terlebih dahulu membaca-baca doa. entah doa apa. yang jelas, sebelum memulai memijat, si ibu berdoa. Reliji banget ya...
lalu, si ibu mulai memijat tengkukku. perlahan-lahan, kemudian semakin kencang. lalu beliau mencari titik-titik sumber "pegal" yang menyerang. sesekali gue berteriak keasakita. bukan kesakitan gimana2. tapi kesakitan enak. benar2 enak. karena ternyata si ibu tahu, bagian-bagian mana saja yang wajib dipijat untuk memusnahkan rasa pegal itu. 

Kurang lebih 15 menit dipijat si ibu, rasa pegal2 yang menyerang tubuhku langsung sirna. beneran! gue nggak bohong. gue langsung mengucapkan terimakasih sama si ibu yang ternyata memang berprofesi sebagai tukang pijat. bahkan, di kampungnya nama si ibu cukup terkenal sebagai "juaranya" mijat. konon, katanya keahlian si ibu itu diturunkan dari nenek buyutnya. alias turun temurun. bahkan, si ibu tidak hanya pintar mijat, juga pintar membaca2..entah membaca apa yang jelas keahliannya mijat gue akui tokcer!

Akhirnya, setelah ngobrol panjang lebar tentang pijat memijat, kearaban pun terjadi...si ibu mulai bercerita lebih mendalam tentang kehidupannya. terutama kehidupan rumah tangganya.  si ibu bilang, suaminya mengalami kecelakaan motor dua tahun lalu. kakinya hampir saja lumpuh karena remuk dilindas mobil. tapi, berkat ketelatenannya, kelumpuhan itu bisa sirna. meski sekarang suaminya masih dalam perawatan si ibu sendiri. 

dibalik tragedi tabrakan itu, si ibu mendapat "hikmah" yang membuat dia kembali menerima suaminya. karena, selama hampir 17 tahun, suaminya selingkuh dan punya perempuan simpanan. si ibu mengalami penderitaan yang cukup panjang. namun, meski di khianati, si ibu tidak mau bercerai. dia yakin, suatu saat suaminya pasti akan kembali padanya. ternyata doanya dikabulkan Tuhan. setelah mengalami kecelakaan, suaminya memilih kembali pada si ibu dan dirawat oleh si ibu. 
"sebenarnya hati ibu sakit sekali.  karena 17 tahun dikhianati dan ditelantarkan. Tapi, ibu tetap bersyukur, karena Allah mendnegarkan doa-doa ibu. sekarang suami ibu kembali ke pada ibu kali."  ucap si ibu dnegan mata berkaca-kaca. 

gue hanya terdiam mendnegarkan cerita si ibu. orang yang baik hati, suka menolong orang tanpa pamrih, masih saja di khianati suaminya sendiri. 

Semoga si ibu diberi ketabahan dan semoga keluarganya kembali rukun dan harmonis lagi...

Terimakasih bu, atas pijatannya...

God Bless You wherever you are...

Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....