Oneday Trip to Ubud by Motorcycle #Rafting #Riding



            Gue nggak tau mau dimasukkan ke dalam kategori apa kejadian yang kami alami saat itu. Bad day kah? atau happy day kah? atau Between Happy and Bad day? Whatever… Yang jelas, banyak kejadian-kejadian yang menurut gue ‘ANEH’ tapi NYATA hari itu.  Dan semua benar-benar unpredictable moment.

Begini ceritanya…..Dan kejadian ini terjadi ketika gue dan my best buddies sedang nge trip di Bali.

Hari itu, Hari Senen, kami berencana hendak Rafting di Toekad Rafting, Kedawetan, Ubud. Sebenarnya kegiatan ini juga unpredictable banget. Teman gue tiba-tiba bilang,
“Kita Rafting yok?!”
“Ha? Rafting?” jawab gue bingung karena ini nggak ada dalam daftar intenerary.
“Ntar gue telpon dulu Orang yang ngurus Rafting, kali aja bisa gratis.”
Dan ternyata, setelah terjadi perbincangan antara teman gue dengan pihak rafting, mereka mempersilahkan kami datang. dan GRATIS!!!
Ternyata, sebelumnya, teman gue dan panitia acara Gathering Pertamina yang mereka selenggarakan sebenarnya ada agenda Rafting bersama. Tapi, karena kesibukan yang super dupper padat, acara rafting tertunda. Nah, ketimbang HANGUS, maka teman gue punya ide untuk memakai “paket” rafting yang sudah dibayar perusahaan itu….

Setelah yakin kalau kami Rafting secara gratisan, gue langsung nge-wasap teman2 lainnya,” Rafting yok..?!!”
mendengar rafting teman-teman bukannya langsung menjawab Ayokk. justru diam sejenak. karena gue yakin, mereka juga mikir, kalo rafting tentu ngeluarin biaya yang nggak sedikit. Untuk biaya perorang saja butuh merogoh kocek minimal 400 ribu/orang. Hmm, uang segitu kan sudah bisa beli oleh-oleh atau makan enak. Lalu, gue kirim pesan lagi,” RAFTINGNYA GRATIS..”
langsung deh disambut gembira teman-teman”AYOOOKKK..!!”

Fix…. hari itu agenda kami Rafting.

Secara jarak lokasi rafting dari penginapan kami cukup jauh. Kami nginap di daerah Seminyak sedangkan lokasi Rafting di Kedewatan, Ubud. Ya, kalo naik motor minimal 1.5 jam. Begitu juga dengan naik mobil. Kemudian gue nanya,” Kita nyewa mobil atau motor…”
teman2 serentak menjawab,” naik motor saja, biar lebih seru bisa melihat pemandangan Ubud.”  gue mengikuti suara terbanyak saja. Meski sebenarnya gue lebih suka naik mobil, karena tinggal duduk manis nggak perlu capek2 bawa motor. karena kalo nyewa mobil sudah sekalian ada supirnya.

Jadi deh naik motor….
 3 motor
6 orang…
Sebelum berangkat, teman gue sudah wanti2 beli jas hujan. karena belajar dari pengalaman hari sebelumnya, kami kehujanan meski sudah naik mobil. Apalagi naik motor, wajib bawa jas hujan. kebetulan cuaca di Bali emang lagi musim hujan.
            “Guys, sebaiknya kalian beli jas hujan deh. wanti2 kalo hujan ditengah jalan. Mumpung lagi dekat mini market. Beli deh..” sarannya. Meski sempat ragu2 antara beli atau tidak, Namun, akhirnya Rindy dan Fadil memilih beli Jas hujan. Namun Anna dan Dhea, Kekeh jumekeh tidak mau pakai jas hujan. Mungkin dia takut kecantikannya tidak terpancar ke luar karena terhalang jas hujan (hehehhehe).

KEHUJANAN
Baru saja jalan beberapa menit, kabut tebal yang sudah mengikuti sepanjang perjalanan kami, akhirnya TUMPAH juga. Hujan turun dengan derasnya. bahkan SANGAT deras. gue, Karim, Rindy dan Fadil yang sudah prepare jas hujan langsung memakai jas hujan. Kemudian, karena takut kehujanan, Anna kemudian membeli jas  hujan. Lagi2 Dhea masih keukeh pada prinsipnya TIDAK mau pakai jas hujan. Alhasil, sepanjang perjalanan ke Kedewatan kami diguyur hujan dengan deras. Menggigil dan meski sudah dilapisin jas hujan masih saja kena cipratan air hujan sehingga membasahi Tas dan celana yang kami pakai…

Setelah melalui rintangan yang cukup parah, ditambah adegan salah jalan juga, akhirnya kami tiba di TOEKAD RAFTING Kedewatan, badan sudah lepek selepek-lepeknya. Pokoknya aura-aura kegantengan dan kecantikan jauh kemana-mana deh. Mana perut terasa lapar. Untung saja penyelenggara sudah menyediakan makanan untuk disantap. Langsung deh kami ke bagian resto untuk menyantap makanan yang ada. mulai dari ayam goreng, corn soup, nasi goreng, teh manis dan macem-macem deh…..

RAFTING BEGIN
Perut kenyang, kami langsung berangkat ke lokasi Rafting pakai mobil Avanza. Kemudian, di pandu seorang guide sekaligus pengemudia Perahu karet yang kami tumpangi..Sorry guys, gue lupa nama si pemandu. Yang jelas orangnya kocak dan suka iseng. Sebelum rafting kami diberi pengarahan Do’s and don’ts. Tapi, prakteknya, sepanjang rafting berlangsung kami justru kebanyakan bercandanya. Meski diberi aba-aba tidak boleh mengeluarkan handphone karena takut jatuh, ya jelas dilanggar. Mana mungkin kami nggak foto2 sepanjang rafting berlangsung. kalo cuma mengandalkan foto dari panitia, JELAS mereka nanti akan mencekik harganya. Jadi deh gue mengeluarkan Iphone gue yang sudah disarungi pake sarung anti basah. Kami foto2 sepuas-puasnya….

Tapi, dasar Apes, tanpa gue sadari, iphone yang sudha gue selipin ke kantong celana tiba2 nggak ada di saku celana gue. panik..jelas gue panik. Jangan sampe jatoh ke sungai. Alhasil, nyari2 diseputaran perahu.. dan ternyata jatoh di dekat kaki Dhe. Untung (masih untung) nggak jatuh ke sungai ya… kalo jatoh ya bisa nangis darah tujuh hari tujuh malam gue…

Sepanjang perjalanan mengiderin sungai, rasa boring mulai menghinggapi pikiran kami. Kok Raftingnya jauh banget sih? ucap gue dan teman2..emang cukup jauh menurut gue. Bayangin saja, kami Rafting selama dua jam. Gila bukan??? dari excited sampai borring dan mati gaya. Badan sudah basah kuyup juga.

Setelah dua jam ngapung di sungai, akhirnya kami sampai juga ke Based tempat berhentinya perahu. buru2 naik ke atas. Ya, kami harus menaiki anak tangga yang jumlahnya sekitar 400 anak tangga. Busyettt….Kasihan teman kami Rindi yang badanya sedikit (sedikit lho) gemuk. Dia ngos-ngosan setiap menaiki anak tangga. bahkan dia berada pada posisi paling belakang dan tertinggal jauh di belakang.
Dan acara rafting TUNTAS…!!!

Selesai Rafting, kami langsung bersih-bersih badan di shower room. Mandi sebersih-bersihnya. Dan ketika mau ganti baju yang sudah kami persiapkan di backpack, ternyata semua isi backpack basah kuyup karena kena air hujan. Ampunnnn dah…. baju ganti yang sudah dipersiapkan ternyata ikutan basah. Tidak ada pilihan lain, baju ganti yang basah terpaksa kami pakai. Sebelum dipakai diperas seperas perasnya… Meski tetep saja basah… APESSS bangettt…
Kebayang kan gimana rasanya memakai baju basah? Ya begitulah…

Selesai ganti baju dan bersiap-siap hendak pergi.. eh, HUJAN turun lagi. meski tidak deras tapi tetap saja Genggesss..Ganggu bangett!!!


MOTOR NGGAK BISA NYALA
Karena tidak mau kehujanan lagi, Akhirnya Dhea memutuskan beli Jas hujan di mini market dekat lokasi rafting. Gue dan Karim menemani Dhea dan Anna beli jas hujan. Maksud hati sekalin jalan ke Ubud cari makan. Tapi, setelah beberapa menit berada di mini Market, kenapa Rindi dan Fadil belum nongol juga…???
langsung Karim Nelpon..
            “Kalian dimana? kok belum nongol juga?”
            “Motor kami nggak bisa nyala. Kuncinya nggak bisa dibuka.”
            “WHAT??”
Kami pun kembali ke basecamp rafting. Kami lihat ada beberapa pria sedang membantu mereka mengotak atik motor.
            “Kenapa nggak bisa nyala?” Tanya gue penasaran.
            “Iya, kuncinya nggak bisa masuk. magnetic-nya nggak berfungsi. Jadi lubang kuncinya nggak bisa terbuka..”
            “Waduh… gimana nih?” gue mulai panik.
            “Jalan satu-satunya lubang kunci harus dibongkar,” ucap seornag pria yang menolong membongkar lubang kunci pakai obeng dan martil.
            “Sudah di telpon yang punya motor?” tanyaku lagi.
            “Sudah. Dia malah marah-marah.” jawab Rindi kesal.
            “Lha, kok malah marah. Kita juga nggak mau ini terjadi kan?”
Cukup lama juga motor dikotak katik, sampai-sampai gue dan teman2 sudah kadung bête. Masalahnya perjalanan masih cukup panjang. Motor ngadat. Segala usaha sudah dilakukan pria-pria yang cukup berjasa menolong kami.  Pemilik motor pun menelpon kalau dia akan nyusul ke Ubud mau melihat motornya. Karena dia yakin kalau motornya tidak pernah rusak dan tidak pernah ngadat.

Sambil menunggu motor di pretelin, gue nanya lagi ke Rindi..
            “Kamu yakin kuncinya benar? Nggak salah kan?”
            “Benar bang..”
            “Coba lihat lagi di tasmu. Kali aja kuncinya salah jadi nggak bisa dibuka stop contact-nya.”
Rindi nurut saja, dia pun mengobok-obok isi tasnya. Terdengar suara kunci dari dalam tasnya. Kemudian dengan wajah blo’on, dia bilang,
”Bang, ternyata salah kunci. Kuncinya yang ini…”
            “APA???? Jadi…”
            “Iya banggg…Kuncinya salah..”
OMIGODDD…!!!!
jadi, setelah lubang kunci dirusak dan setelah kunci yang awalnya yakin itu kunci sebenarnya, ternyata SALAH. Apa boleh buat, lubang kunci sudah dibobol dan sudah rusak. Karena ternyata kunci yang dipakai tadi salah, Alhasil pria-pria yang menolong kami memilih pergi dan tidak mau tanggung jawab. Karena semua ini kesalahan Rindi yang salah mengeluarkan kunci….Rindi pun buru-buru menelpon si empunya motor agar tidak usah datang ke Ubud karena motor sudah bisa nyala. Meksis edikit berbohong…..

CARI MAKAN DI UBUD
Seteah berjibaku dengan kerusakan lubang kunci motor, akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Ubud. tepatnya disekitaram Pasar Ubud Mau cari makan nasi campur Bali. Tidak nyampe 15 menit, kami sudah nyampe Ubud. Motor dipakirin di dekat Starbucks Ubud. Kemudian kami berjalan kaki ngider Ubud… I LOVEEEEEE UBUD so much. gue suka suasanannya yang romantic bangettt.
Setelah ngider2, kami tidak menemukan tempat makan yang kami inginkan. Bahkan beberapa resto sudah tutup karena keesokan harinya ternyata Hari Raya Galungan. Kebanyakan resto dan kafe tutup. Ketika mau masuk ke restoran yang buka, harga makanannya cukup membuat teman2 gue keder. Giliran ada resto dnegan harga terjangkau, eh, makanan yang kami inginkan malah nggak ada alias habis. Ya sutralah…Alhasil, kami cuma nyemil-nyemil cemilan yang menurut kami unik. Seperti Beli Prozen Yogurt dengan aneka topping. Beli creamer home made Bali. Dan akhirnya mampir ke Starbucks karena tertarik dengan lokasi dan konsep bangunannya yang unik serta vintage.


Tidak terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, sementara kami masih di kawasan Ubud. Kebayangkan, perjalanan kami masih panjang  menuju pulang ke kawasan Legian dan Seminyak. Dan kami memutuskan pulang saja meski perut belum diisi makanan utama. Kali saja di perjalanan menemukan resto yang buka.
Bener saja, diperjalanan kami Menemukan resto Naughty Nury’s masih buka. dan resto tersebut cukup terkenal dengan makanan lezatnya. Kami mampir, dan ternyata lagi2 gagal. karena makanannya mengandung Babi. Dan teman2 tidak bisa makan Babi. Termasuk gue yang alergi makan babi… GATOT lagi deh…!!!

BAN MOTOR BOCOR
            Memasuki kawasan yang cukup gelap, dan perjalanan masih panjang lagi, kami sempat was-was, apakah kami salah jalan atau benar. Masalahnya sepanjang penglihatan semua gelap. “Ini jalannya bener nggak sih?” Tanya Karim. Menurut penglihatan di Papan penunjuk jalan memang betul. Meski sempat ragu juga. Karena gelap dan sepi. Tapi kami berharap jalannya benar. Tiba-tiba, ban motor yang gue pakai oleh… PESSSSS…..!!!! terdengar suara ban mengempes.
            ‘Waduh, ban kita bocor nih…” teriakku.
Kami pun berhenti. dan benar saja, ban benar2 bocor. Waduh… cilaka.. tragedy seperti ini yang gue takutkan. Ban bocor di tengah jalan nan sepi dan tidak ada bengkel yang buka. Kami pun mendorong. Berbagi tugas dengan teman2 yang lain agar mereka mencari bengkel motor yang buka. Meski mustahil karena jam sudah hampir pukul 10 malam.
Anehnya lagi, dari arah belakang tiba2 ada motor mengikuti kami. seorang pria langsung menunjuk nunjuk ke ara sebuah rumah…”DIsitu ada bengkel..”katanya.
Aku dan Karim sempat heran. Kok dia tahu ban kami bocor? dank ok tiba2 dia muncul? Kecurigaan semakin jelas, ketika ada pria muncul sambil menawarkan jasa untuk menggantikan ban motor yang bocor… Tapi dengan syarat bukan ditempel melainkan ganti ban dalam… WADUH..!! benar2 permainan..

Sempat berdebat dan sempat ragu2.. takut kalo2 merea melakukan kejahatan. Karena pria tersebut menyuruh motor kami dimasukkan ke dalam pekarangan rumahnya yang gelap gulita. Sementara teman2 yang lain sudah nyerah karena tidak menemukan bengkel. Hmm.. bingung dan dilematis… Alhasil, dengan  terpaksa, kami menyerahkan motor diperbaiki pria tersebut dengan bayaran Rp. 50.000.  Dalam kondisi terjepit seperti ini, tidak ada pilihan lain. Mana mungkin kami mendorong motor sampai Seminyak. Bisa dua hari dua malam baru nyampe.
Kemudian pria tersebutpur2 nelpon temannya pake bahasa Bali. Meminta ban dalam baru. Dan tidak lama kemudian dia pergi ngambil ban dan tidak berapa lama lagi pria misterius tadi juga muncul… Hmmm… ini mah hampir sama kejadian di Jakarta. RANJAU PAKU mencari kesempatan dalam kesempitan.

Puji Tuhan, Alhamdulillah, meski ragu2 dan waswas.. ban motor bisa diganti dan kami pun bisa kembali mengendarai motor itu lagi. Sambil berdoa, semoga tidak ada kejadian-kejadian aneh lagi. Masalahnya, sepanjang sejak berangkat sampai pulang, kami merasakan benar2 BAD DAY banget. ada saja kejadian2 diluar dugaan kami.
Sampai akhirnya muncul penyesalan,” tau gitu mending kita nyewa mobil saja. Nggak perlu repot2 kehujanan, Nggak perlu repot2 ngotak ngatik kunci, nggak perlu repot2 nyetir dan nggak perlu repot2 bocor ban…”

Ya, namanya juga musibah, kita tidak pernah tau kapan datangnya. Dan yang namanya penyesalahan mana pernah datang duluan bukan???

Yang jelas, meski mengalami BAD DAY… tapi gue dan teman2 merasa Happy happy saja hari itu.. semua kami nikmati bersama-sama dalam suka dan duka…

Nyampe di wilayah Kuta, kami langsung nyari makan untuk mengganjal perut yang sudah lapar banget… Meski sempat juga beberapa kali mengalami ke sialan lagi. Pas mau ke pusat oleh2  KRISNA yg kami kira 24 jam.. eh ternyata tutup dan bukan di wilayah tersebut yang buka 24 jam. Truspas mau makan nasi Bebek Pedas..eh, bebeknya sudah habis….

Bahkan, sampai dipenghujung hari itu pun kami masih diberi cobaan. Karena pemilik motor yang disewa Rindi, bolak balik nelpon mau mengambil motornya. ALasan motor mau dipakai dan dia mau pulang kampung karena Galungan. Sementara kami masih dijalan…Dan endingnya, tiba di Hotel, Rindi dan pemilik motor sempat berdeba seru… Meski berujung maaf maafan…

Ya, begitulah kisah sehari yang rasanya seperti nano-nano.. Rameeeeeee bangett!!









Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....