TIDAK MUDAH MENJADI SEORANG MARSHANDA DAN MULAN JAEMILA




Apa yang ada dalam benak anda ketika mendengar nama Marshanda dan Mulan Jameela? Tentu ada yang langsung mencela, menghujat atau bahkan menyebutnya gila atau si bipolar, perusak rumah tangga orang, pela**r, perebut suami orang dan sebagainya. Bahkan mulut anda dengan lantang menyinyir seolah-olah kedua sosok ini layak dihujat. Meski sesungguhnya sedikit pun mereka tidak pernah berbuat salah pada anda. Tidak pernah melukai hati Anda. Juga, yang perlu dicatat, merekatidak kenal dengan Anda! 


Begitulah manusia, paling jago dan pintar menghakimi orang lain tanpa pernah berkaca pada diri sendiri, bahwa KITA itu belum tentu lebih baik dari orang yang kita hujat, hina dina dan cela. Merasa paling bersih, paling suci, paling benar dan paling paling paling lainnya. Sangkin merasa paling bersih, sampai-sampai mengalahkan deterjen deh.

Kenapa gue menulis blog tentang kedua sosok ini? Karena sejujurnya gue prihatin dan kasihan. Kenapa? Gue kenal?? Hmm, mungkin ketika masih menjadi jurnalis yang ngeliput kehidupan selebs, gue kenal kedua sosok ini. Bahkan gue pernah wawancara langsung pada mereka. Ke rumah Marshanda ketika dia masih menjadi bintang utama di Sinetron Bidadari. Pernah bermain ke rumahnya beberapa kali. Sempat menemani dia berenang bersama kedua adik dan mamanya di kawasan Kuningan. 


Mulan Jameela? Jauh sebelum terkenal, sebelum heboh siapa pengganti Pingkan Mamboo, gue suka berwara-wiri ke kota Bandung mencari sosok Mulan. Ngubek-ngubek markas tempat dia latihan ngeband bersama band tempat dia bernaung. Sempat maen ke kantor gue dan sempat juga foto bareng (kala itu artis yang gue wawancarai, wajib foto bersama dengan gue sebagai bukti akurat kalo gue sudah wawancara mereka… hehehhe)

Abaikan introduce yang gak penting itu…


Tidak mudah menjadi mereka. Kenapa? Ya, segala hal yang berhubungan dengan tingkahlaku mereka pasti selalu menjadi sorotan. Meski mereka hanya memajang aktivitas mereka di akun sosmed pribadi mereka. Ketika mereka memposting foto-foto mereka di Instagram mereka, langsung ratusan hingga ribuan manusia2 bermulut cadas mengeluarkan kata2 tajam menghujat dan mencaci maki mereka. Entah apa salah mereka pada mereka yang doyan menghujat. Apa gara-gara Marshanda buka hijab? Apa gara2 Mulan jameela menikah dengan Ahamd Dhani?  Sehingga Anda langsung bebas merdeka menghujat mereka. Tapi, apa Anda pernah mencari tahu kenapa mereka melakukan itu? Trus, apa anda dirugikan?? Sepertinya tidak. Sepeser pun anda tidak dirugikan. Tapi, kata-kata Anda jauh lebih kejam dari pisau yang sering di asah. 





Gue bisa membayangkan gimana seandainya gue menjadi mereka. Setiap posting tulisan, foto dan apalah itu selalu mendapat hujatan. Meski ada yang membela, namun yang menghujat jauh lebih bejibunnya. Gue saja, pernah dikata2in teman baik sendiri yang mengatakan gue iri dan dengki sama dia. Serta kata-kata kasar ala mulut BANCI yang merasa sok paling benar dan tidak tau diri kalo dia sudah di tolong. Dengan arogannya dia mengata2in dengan kalimat yang versi dia benar. Sejak saat itu GUE SUMPAHKAN tidak akan pernah mau berteman dengan DUA mahluk yang menurut gue sudah tidak layak dijadikan teman. Kagak akan pernah mau berurusan dengannya lagi… Nah, begitu emosinya gue ketika dikata2in yang menurut gue kagak benar. Karena sama TUHAN saja gue kagak pernah iri dan dengki, masak gue harus iri dan dengki dengan orang seperti ia? Kagak pernahhh...Amit2… nggak ada dalam kamus gue cong!!


Tapi., salutnya gue dengan Marshanda dan Mulan jameela, meski dihujat, dicaki, dimaki, bahkan dikata2in dengan kata2 kasar, namun mereka tetap menyikapi dengan bijaksana. Mereka tidak membalas dengan hujatan, cacian makian. Sementara gue yakin gimana sakit dan terlukanya hati mereka ketika setiap saat hujatan dan caci makian menghampiri mereka. Apalagi, mereka punya anak dan  gue yakin anak2 Mulan Jameela juga merasakan gimana penderitaan ibunya. Mereka juga mendapat serangan dari lingkungannya. Tanpa pengecualian. Padahal, kehidupan mereka tidak ada yang aneh. Tidak mencerminkan manusia binal dan nakal. Mereka perempuan baik2 dan berhati baik juga. 


Gue berharap, semoga manusia2 penghujat itu bisa membeli CERMIN segede gaban agar mereka bisa bercermin dan rajin bercermin, apakah mereka sudah baik? Sudah bersih? Sudah berprilaku yang mencerminkan mereka berahlak? Jangan sampai cermin yang mereka beli RETAK gara2 kelakuan mereka yang bobrok membuat cermin enggan memantulkan wajah mereka. 


Apakah Anda sanggup menjadi Marshanda dan Mulan Jameela? Seandainya Anda sanggup berarti iman anda benar2 telah diuji dengan kuatnya.  Semoga kita juga banyak belajar dari mereka dan juga dari para haters mereka, bahkan SADARLAH, kita belum tentu jauh lebih baik dari mereka. Kenapa harus menghujat?

  
 






Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....