Bukan Tentang Pesta Pernikahan impian

Foto: Pinterest

I think a lot of people get so obsessed with the wedding, and the expense of the wedding that they miss out on what the real purpose is. It's not about a production number, it's about a meaningful moment between two people that's witnessed by people that they actually really know and care about. 

- Jane Seymour - 

Hmmm....
Mungkin gue menjadi salah satu saksi "hidup" yang bisa melihat langsung bagaimana proses pernikahan klien, kerabat, keluarga dan juga sahabat-sahabat terdekat gue. Dan, gue bisa merasakan bagaimana excited-nya mereka saat menyambut detik-detik hari bersejarah itu. Segala persiapan benar2 telah dipersiapkan secara "matang". Kenapa matangnya pakai tanda baca ("..") Ya, karena kebanyakan dari mereka memaksakan diri untuk menggelar pesta mewah perhelatan pernikahan tersebut. 

Ada yang rela minjem duit kesana kemari demi sebuah pesta pernikahan yang pengen diakui dan dianggap meriah. Tapi, Ujung-ujungnya, usai pesta, dia malah dikejar-kejar hutang. Alhasil, usia prnikahan seumur jagung terganggu dengan hadirnya rentenir yang terus menghantui kehidupan rumah tangga baru mereka. Demi sebuah gengsi hutang pun jadi deh... 

Makan tuh gengsi!!!

Ada juga yang mau menikah sudah benar-benar siap lahir batin. Siap mental, materi dan juga dukungan dari keluarga yang begitu powerful. Sehingga pesta digelar dengan suksesnya. Bahkan tergolong MEWAH WAH WAH.... Resepsi aja digelar di hotel berbintang 5. Tamu yang datang juga dari kalangan pejabat, pengusaha dan juga kalangan sosialita. Bahkan, konon hadiah pernikahan sebuah rumah mewah serta isi perabotan. plus mobil mewah untuk mempermudah bersosialisasi kemana-mana. Hmmm....beruntung banget nasib lu sobat. (bukan ngiri, sih. Tapi,  relaitanya? (baca sampe tuntas nih kisah..)

foto - google- image


Ada juga yang menikah karena terbawa suasana Novel. terobsesi dengan tokoh yang diperankan, sehingga ingin mendapatkan The right Man impian sesuai dengan tokoh yang ada dalam novel.  Dia pun menemukan figur impiannya. Pacaran lalu menikah. Terjadilah pernikahan yang real but unhappy ending. Meski di novelnya pernikahan tersebut happy ending. Tragis!  Ingat guys, novel ada halaman terakhirnya. Sedangkan kehidupan manusia? Halaman terakhir dalam kehidupan manusia ada ketika si tokoh tersebut meninggal dunia. Belum mati saja, kehidupan rumah tangganya sudah porak poranda bak diterjang badai topan halilintar yang sadis... 

Kebahagiaan itu nyaris tidak berbekas. 


Foto: Pinterest


So...?

Ada juga yang menikah karena terpaksa.. ya, karena Bunting alias MBA alias hamil duluan dan alias alias pergaulan yang teramat bebas sebebas bebasnya. Kemudian, Pernikahan digelar dengan perut yang mulai membusung. Sengaja ditutup-tupi, tapi tetep aja nyembul dibalik gaun penganting mewah yang kekecilan (efek perut tek dung). Tapi, nyatanya, kehidupan pernikahan mereka aman-aman saja tuh. Bahkan anaknya sudah gede-gede. Jangan-jangan bentar lagi mau mantu... 

So...???

Bagaiaman dengan kehidupan pernikahan gue? Jangan salah.. kehidupan pernikahan gue juga nggak kalah porak poranda dulunya. Tapi, semakin matangnya usia, mungkin cara berpikir juga semakin matang juga kali ya... 
Ego di rem..
Gengsi dibuang
Menerima kekurangan dan kelebihan dari pasangan...
Menyadari kalo nobody is perfect... 

Meski sempat hampir karam, namun, Puji Tuhan, kehidupan rumah tangga gue aman-aman saja.. meski masih (tetep) aja gejolak dan riak dalam mengarungi hidup ini.. Ya, namanya juga hidup.. kagak ada yang mulus.... 

So, intinya...

Sebenarnya tujuan dari menikah itu adalah bukan SEBUAH PERAYAAN, melainkan setelah perayaan, apakah Anda dan pasangan siap mengarungi bahtera rumah tangga bersama-sama? Jangan cuma mau senang pesta pernikahannya doang. Usia pesta malah jadi Bhayyyy nekkk...  Ya, alamat karam deh tuh rumah tangga.

Dari beberapa klien dan teman, kerabat yang menikah secara besar-besaran ternyata berakhirnya dengan Perceraian. Menurut pengataman gue, semua berpangkal dari EGO yang masih terlalu dijunjung tinggi. Juga masih tidak siap menerima kekurangan dan kelebihan pasangan...

Hmmm.. apakah Anda masih mendambakan sebuah PESTA pernikahan yang megah? Atau Anda lebih menyiapkan mental untuk menjalani hidup setelah pesta pernikahan usai?

Rememeber...
It's aboaut dream life not dream wedding party...

keputusan ada ditangan Anda...









Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....