MEMAKNAI ARTI KEHIDUPAN DAN KEMATIAN.....


Jika kita berbicara tentang kehidupan, maka disitu kita merasakan seperti apa dinamika kehidupan itu. Kita bisa membahas apa saja soal kehidupan... Bicara soal hukum, politik, peguasa, pengusaha, yang kaya dan miskisn, tentang yang cantik dan yang buruk, Tampan, jelek, gemuk, kurus. Tentang perbedaan, perseteruan dan juga pertikaian...dan banyakkkkk lagi...

Berbicara tentang kehidupan, maka kita harus siap meluangkan waktu yang begitu panjang untuk membahasnya. Karena, kehidupan itu sama halnya jalan panjang yang berkelok-kelok, naik turun dan  seperti jalan yang tidak terlihat ujungnya. Meski sesungguhnya, setiap jalan pasti memiliki ujung. Begitu juga dengan kehidupan, sejauh apa pun Anda melangkah, sehebat apa pun Anda berkarya dan segemilang apa pun karir dan jabatan yang Anda miliki, semua akan ada ujungnya....

Karena, kehidupan hanyalah jalan panjang yang (tetap) memiliki ujung.

Bagaiamana jika kita bicara tentang kematian? 
Pasti semua akan memasang wajah diam. Tertunduk dan juga bahkan bersedih. Kematian memang selalu identik dengan kesediahn. Siapa sih yang mau mati duluan? Semua tidak akan ada yang  menjawab siap. Meski pada kenyataannya, semua mahluk hidup akan memiliki "waktu" untuk mengakhir masa hidupnya... alias mati. Tapi, layaknya teka teki, kita tidak pernah tahu jawaban, kapan kita akan mati. 

Kalau bicara kematian, pasti selalu akan berakhir dengan Perenungan. Intropeksi diri dan insyaf (sesaat). Pernahkan Anda melayat teman, kerabat atau saudara atau juga orangtua Anda yang meninggal? Pasti di depan jenazah, Anda menunduk  dengan limpahan airmata. Kemudian merenung, kalau hidup itu adalah jalan yang singkat (ada juga yang bilang jalan yang panjang...) dan setiap orang yang hidup pasti akan mati.....

Kemudian....

Siap kah Anda mati?
mungkin banyak yang menjawab SIAP! Tapi, giliran sedang berhadapan dengan maut, langsung dengan lantang menjerit minta tolong pada Tuhan untuk menyelamatkan diri dari maut. 
Sesungguhnya, semua manusia yang hidup belum siap mati.  Meski dia yang sudah beriman sekalipun... Hanya saja, mereka yang imannya lebih tebal dari gue, mereka akan lebih pasrah dengan kematian (juga kehidupan). Tapi, bagi mereka yang TAJIR, POPULAR, PENGUASA, CANTIK, pasti mereka akan ketakutan ketika malaikat pencabut nyaa mendekatinya..(masih mendekati lho.. belum ngajak pergi..)Karena mereka belum siap berpisah dengan ketajiran, kepopuleran, kekuasaan dan segala ke..ke..ke..lainnya...

Kalau gue ditanya, apakah gue takut akan kematian???
jawabnya Ya...
kenapa???
Ya karena gue belum tahu seperti apa kematian itu...
(Meski gue pernah mengalami yang namanya mati suri selama hampir 8 jam) Tapi, tetap saja gue masih takut....Ya, gue jujur saja. ngapain gue sok wise, ngaku2 siap.. ngaku2 iklas... meski dalam hati ketar ketir...

Tapi, yang menjadi perenungan gue adalah...
Entah kenapa, setiap hari..(setiap hari lho..) di sekitar tempat tinggal gue... dari pengeras suara di masjid, gue selalu mendengar pengumuman tentang orang meninggal. Bahkan, dalam satu hari ada dua kabar dukacita itu...Terkadang kabar duka itu berkumandang dipagi hari, kadang di malam hari, bahkan kadang di sore hari... Nah, jadi, kematian itu kapan saja (tanpa mengenal waktu), pasti akan tiba..

Disitulah gue mulai merenung...

Bahwa sesungguhnya kehidupan adalah Jalan panjang menuju kematian... dan setiap manusia yang hidup (serta mahluk hidup lainnya), pasti akan mengalami masa dimana dia akan menyelesaikan perjalananan panjangnya....

Jadi, jika ditanya lagi....apakah gue siap mati???
jawabnya SIAP!!!!!
kenapa???
Ya, karena setiap manusia yang hidup akan menemukan akhir dari perjalanan panjang hidupnya...

Faham kan???

Renungkanlah dan maknailah Arti kehidupan dan kematian yang sesungguhnya...

Apa yang Anda cari dari kehidupan???

Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....