KURSUS VIDEO EDITING YANG PALING MEMBOSANKAN....


Sejak seminggu kemaren, gue sedang mengikuti kursus Video Editing (After Effect, Adobe dll). Kebetulan gue memang suka membuat video. Kalo lagi traveling, pasti tidak ketinggalan merekam semua momen sepanjang perjalanan. Dan biasanya gue hanya mengeditnya dengan sangat "STD" alias standart. Cuma pake I-movie  yang ada di laptop gue (macbook pro)  

Di tempat kerja, aktivitas yang sering gue kerjain juga lebih sering bikin video kemudian ngeditnya sampe bisa tayang di yutup. Kebetulan si owner gue berbaik hati nawarin gue kursus video editing..
"Ver, lu mau nggak kurusus video editing afetr effect dll?"
"Mau bangetttthhh..."
Akhirnya deal deh gue kursus...
si owner yang nyariin tempat kursus sampe ngebiayainya...

Lalu....

Terhitung tangga 10 Juni lalu, gue mulai menjalankan kursus video editing. Sebelum kursus, gue sudah aktif berkomunikasi dengan F,  si owner tempat kusus video editing juga animasi, disain interior dll... Si F (untung nggak gue tambahi huruf U-C-K di depan namanya.) gue sempat browsing2 juga siapa dia dan reputasi tempat kursusnya...

Hmmm... kelihatannya  sih bagus nih tempat...

Lalu..

Tiba hari H...gue datang ke tempat kursus yang lokasinya sudah bikin bete! Jauh dan macettt (daerah Greenville..apaaa gitu. Pokoknya arah Grogol sana deh. Dekat Central park). Pertama masuk ke gedung saja gue sudah ilfill..
Ini tempat kursus ato tempat main game?? dalam benak gue tempat kursus video editing itu tempatnya adem, rapih, bersih dan penuh perlengkapan editing. Ini malah lrbih mirip tempat games. Nggak ada hawa-hawa tempat belajarnya.
Kemudian gue disambut seorang anak muda. Dalam benak gue dia pasti  si F yang selama ini kontak2an..

"Mas F ya?" tanya gue sok akrab.
"Oh, bukan... saya K.."
"Lho, mas F-nya mana?"
"Dia nggak disini..."
"Trus yang ngajar nanti siapa?"
"Saya..."

WHAT...???

Jujur dar awal gue sudah nggak interest saja sama orang ini. Bukan under estimate ya. Tapi, biasanya kita kan punya feeling, cocok atau tidak kita "diajari" sama orang tersebut. Dari awal kelihatan nih orang sudah lemes-lemes nggak jelas gitu. (Bukan karena puasa dan jangan mentang2 puasa juga harus lemas ya). trus dikit-dikit nguap...dikit-dikit nguap.. sumpah beteee bangetttt..!!!

Hari pertama kursus, gue diajari soal after effect yang menurut gue jelimettttt banget. Tapi karena gue suka ya gue serius menjalani. Tapi, ENTAH kenapa, kok otak gue susah nangkap ya kalo dia ngajarin. Cara menerangkannya itu lho... kayak nggak niat. Letoy-nya itu bikin mood kita tidak bangkit untuk belajar. 

Sampai hari pertama selesai, gue masih bingung dengan materi yang diajarkan. Lalu, gue coba2 deh di rumah. otak atik after effect. Tapi kok aneh ya... semua materi yang diajarkan bener2 nggak nempel di otak gue. Ilmu yang diajarkan si "Bodat" itu hilang saja begitu. Akhirnya, gue  telpon deh nih orang. Pengen nanya2 ke dia via whatsap atau BBM... Tapi apa yang terjadi saudara2..???

"Mas, Whatssapnya berapa? Saya mau nanya2 nih."
"Saya nggak punya wasap.."
"Ha...??"
"Iya..."
"Kalo gitu pin BB saja deh... Kalo nelponkan bisa membengkak kalo banyak nanya2.."
"Saya juga nggak punya BB.."
"WHATTTTT..??
"Trus, kalo saya mau nanya2 pas lagi di rumah, giman dong?
"Kirim email saja.."

BUSYETTTT..!!!

Sumpah bikin bete nggak sih???

Hari gini nggak punya wasap dan BB? Itu kan bukan benda yang mahal? dan bahkan, tukang kebon gue di kampung saja punya wasap dan bb. Bahkan pembantu di rumah juga punya. Lha, ini? Orang yang mengajar gue, tidak bisa dihubungi lewat wasap atau bb. gara2 hapenya tidak punya fasilitas itu...

Makin bikin Bete kan?

Akhirnya...gue sukses tidak bisa menerapkan ilmu dari dia soal after effect. Karena susah dihubungi, ujung2nya gue buka Yutup untuk belajar secara. Gedeg banget ya... 

Masuk ke pertemuan kedua.... gue sudah semakin ilfil dengan si pengajar ini. Bahkan gue sempat komplen dengan si F  ( tanpa U-C-K) 
Gue bilang...
"Mas, tim pengajarnya nggak ada yang lain?"
"Nggak...emang kenapa mas.?"
"Pengen yang lain, bisa?"
"......."
Responnya datar.... shitt!!!

Karena tidak ada pilihan, akhirnya gue tetepa belajar dan diajar sama si orang yang bikin bete. Bahkan di pertemuan kedua dan ketiga...masih bikin bete. Diki-dikit nguap. Dan pembawaannya itu lho, letoyyyy banget. Dalam arti tidak membuat yang diajar punya motivasi. Yang bikin bete lagi, setiap waktu belajar sudah mau selesai, gestur tubuhnya itu makin bikin muak.. Pura2 lihat jam dan lihat jam dari hapenya (yang tidak punya wasap dan bb)... 
Dari gerak geriknya itukan pertanda kalo, dia sudah ngasih syarat "waktu belajar sudah habis cuyyy..." busyet dah.. kayak tukang pijat tunaetra saja setiap mau mijit pasang alaram...

Dan...

Gue punya faham betul signal yang diaberikan. Buru-buru gue kemas peralatan gue dan cabut...emang rugi banget ya kalo lewat beberapa menit? Ilmu yang gue serap  dari yang dia ajarkan pun masih cetek! Jadi, kalo di rumah, Gue justru lebih banyak belajar dari YUTUP ketimbang dari ilmu yang dia berikan..parahhh..

Masih ada beberapa pertemuan lagi..... Gue sudah komplen ke boss gue juga sama si F (tanpa U-C-K) minta ganti pengajar.  Tapi tetep saja si bodat ini tidak bisa menyanggupi karena tidak punya tenaga lagi... Seharusnya, ya, kalo si F (C-U-K) pinter, jika ada custumer atau klien mengeluh seperti itu, dia bisa nangkap dan mencoba menggantikan si pengajar. nggak perlu nanya2 lagi. Karena itu isyarat kalo si pengajar tidak memuaskan kinerjanya. Ini malah asyik nanya mulu...

"Kenapa mas dengan dia..??"

Ya, gue nggak perlu menjelek2kan si pengajar ke dia juga kan? Yang pasti komplen itu pertanda kalo kita tidak cocok diajar sama orang tersebut. Jadi TAKE ACTION, STUPID!!!!

Untuk itu, buat Anda yang pengen kursus apa pun, sebaiknya selidiki dulu tempatnya, pengajarnya serta kwalitasnya. Karena apa yang sering di pajang di internet tidak selamanya BETUL adanya.... 

Dan, buat Anda yang berbisnis JASA, sebaiknya, kalo ada custumer atau klien mengeluh, ANDA harus "peka" dan langsung take action untuk menggantikan posisi orang tsb  yang dianggap tidak cocok. SUPAYA.. informasi tentang anda juga positif. Apalagi sekarang sudah jamannya internet dan banjir fasilitas sosmed... Orang bisa mengeluh atau memuji tentang perusahaan Anda lalu nge-share ke sosmed dengan mudahnya...

Anda mau penilaian yang positif atau negatif, itu tergantung bagaimana Anda melayani dan bersikap baik pada custumer/klien Anda....

Gitu aja...!!!



Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....