QUALITY TIME ABSURD....


Foto quality time makan bareng

Beberapa waktu lalu, gue dan teman-teman  akrab sedang ngadain acara buka puasa bersama. Judulnya sih quality time. Tapi, kalo menurut gue, semua itu Quality Time absurd. Karena di erat merajalelanya gadget/smart phone di tangan, yang namanya quality time sebenarnya sudah menjadi "barang langka". Elu bisa  saja mengatakan kalo elu sedang quality time bersama keluarga, bersama pacar, bersama adik2, bersama anak2 atau juga bersama BFF elu. Tapi, √©lu yakin kalo saat berkumpul itu Anda benar2 berkumpul bukan "berkumpul??" (pake tanda kutip)

Keraguan gue memuncak ketiga gue dan teman2 juga melakukan dating quality time, dengan alasan kangen dan karena sudah lama nggak ketemuan. Tidak ketawa ketiwi . bahkan saat ngobrol di grup wassap, semua begitu antusias mengatakan setuju untuk bertemu. Semua bilang  "sudah kangen! Sudah lama nggak ketemu! Pokoe ketemu!"

Tapi, saat ketemu, apa yang terjadi saudara2???

Menit pertama saling cipika-cipiki...
Menit kedua mulai saling menyapa, apakabar lo? Kemana aja lo..bla..bla..bla..
Menit ketika tangan mulai gelisah .merogoh2 kantong,tas atau apa saja yang bisa di rogoh.
Menit keempat mata mulai melirik handphone ditangan.
Menit kelima handphone mulai jadi pusat perhatian yang dominan..menatap lamaaa banget..
Menit ke enam mulai menyapa.."foto bareng dulu yokkk..."
Menit ketujuh...Mulai update status...mulai posting ke sosmed..
Menit ke delapan mulai senyum-senyum sendiri menunggu respon dari update-an..
Menit ke sembilan mulai sibuk membalas update-an.
Menit kesepuluh semua kepala mulai menunduk (mengheningkan cipta versi gadget) dan sibuk di depan gadget masing2....

Hmmm....

Apakah itu yang disebut quality time???
Ya iya lah... tapi pake embel-embel QUALITY TIME ABSURD!!!

ilustrasi quality time Absurd karena gadget


Sama halnya kejadian beberapa waktu lalu. Gue lagi2 sedang makan bersama teman2 di sebuah resto. Di meja depan gue ada keluarga (sakinah, mawadah gitu deh..) sepasang suami istri bersama 3 orang anaknya. Mereka terlihat harmonis kah??? Mereka menikmati qulity time kah???

Ternyata tidak..

Setelah ngorder makanan, si istri sibuk dengan gadgednya.. begitu juga dengan si suami tidak mau kalah mengheningkan cipta (menundukkan kepala di depan gadget) orangtua ini sibuk dengan dunia mereka masing2. Sementara kedua anaknya dicuekin dengan makanan mereka. Intinya, sepanjang Quality time Absurd itu, gue nyaris tidak mendengar obrolan hangat antara orangtua dan anak-anaknya. Suaranya hanya terdengar ketika si ibu memesan makanan doang. Selebihnya kembali senyapppp... Sampai dipenghujung makan2, si ibu kembali terdengar suaranya.Itu pun saat memanggil pelayan untuk minta bill... "Mas, minta bill-nya ya..."


Selebihnya senyap kembali cuyyy..!!!

Hmm.. itu kah Quality time??? Ya iya lah... QUALITY TIME ABSURD!!

foto: Quality time bersama sahabat



Begitu juga dengan dua pasang muda mudi yang kemungkinan mereka double date. Apakah mereka bener2 pacaran atau sekedar berteman. Yang jelas mereka empat orang. Sepanjang acara makan2, gue perhatikan kearah mereka, semua sibuk dengan gadget masing2. Ada yang bawa kamera DSLR yang gede, ada yang bawa GoPro lengkap dengan tongsis panjangnya, Selain itu mereka juga tetap sibuk dengan smartphone mereka. Anehnya, setiap makanan yang mereka order wajib di foto hingga berkali2.. gue sempat mikir, emang foto yang mau diposting ke sosmed banyak?? Pasti cuma satu doang kan?? (untuk satu jenis makanan). Kalo terlalu banyak di posting juga orang akan eneg alias too much. Pokoknya, tiada menit yang terlewatkan tanpa foto2. 

Hebattt...!!!

Sepanjang pertemuan, gue perhatikan mereka nyaris tidak ada ngobrol. Kalo pun ngobrol pasti ngebahas foto2 yang baru di abadikan. ada yang komplain karena wajahnya jelek atau ada yang negrasa dirinya bagus. Selebihnya foto lagi..foto lagi... Cheeerrrrssss!!!!




Berbeda lagi dengan seorang bapak dengan 3 orang anak. Mereka juga duduk di dekat kursi gue. Jadi gue bisa dengan leluasa memperhatikan pola tingkah mereka lagi (busyet... gue kok serasa jadi pengamat sosial gitu ya??). 3 anaknya sibuk dengan tablet berisikan permainan (games). sedangkan si bapak sibuk dengan gadgetnya juga. Ya, lagi2 mereka mengheningkan cipta di depan gadget. Tidak ada obrolan akrab. Sesekali terjadi obrolan ketika pelayan datang menyodorkan makanan. Selebihnya ya... sama kayak kasus di atas.. sibuk dengan gadgetnya...

Apakah itu yang disebut Quality time??? Ya iyalah.... Tapi tabahin Absurd-nya ya...

Miris ya....

Kita benar2 kehilangan Quality Time yang sesungguhnya. Apakah patut kita menyalahkan Gadget??? Gara2 gadget semua yang berlabel quality time menjadi absurd.
Eittss... don't blame on gadget... karena yang patut disalahkan ya individunya.


Untuk bisa mengembalikan Quality Time ke norma seutuhnya, Anda harus bisa menjadi leader untuk si gadget. Kita yang harus mengendalikan  si  gadget. Bukan kita yang dikendalikan si gadget...

Bisa nggak????

foto: Minuman pengikat persahabatan
disini gue benar2 bisa merasakan quality time. Karena handphone hanya dipake utk foto sekali. setelah itu masukin saku.

foto sunset di Blue point  Uluwatu Bali, Indonesia
disini juga gue benar2 merasakan kenikmatan surgawi tanpa gadget. Menikmati momen matahari terbenam sangat berharga banget dari memantengin gadget yang tidak akan pernah kabur dari saku Anda..





Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....