ANTARA JESSICA, MIRNA DAN KOPI VIETNAM BERSIANIDA....


kasus kopi bersianida


MUNGKIN kasus pembunuhan yang paling banyak menyita perhatian masyarakat belakangan ini adalah kasus kematian Alm. Wayan Mirna yang langsung menghembuskan nafas terakhirnya usai meneguk kopi Vietnam bercampur racun Sianida di kafe Olivier, Grand Indonesia. Sangkin hebohnya, kasus ini juga sempat dijadikan bahan "MEME" di sosmed. Dan yang menjadi "korban" meme adalah Jessica. Karena pada kasus tersebut dia ditetapkan sebagai tersangka utama atas kematian sahabat  karibnya Wayan Mirna.

Sebenarnya gue tidak terlalu mengikuti kasus ini. Hanya saja hapir setiap kali gue "singgah" dimana saja, pasti orang-orang membahas tentang kasus kematian Mirna. Banyak yang memaki-maki Jessica dan menganggap dia sebagai cewek sadis dan Psycho, yang tega membunuh sahabat sendiri. Bahkan, teman di kantor gue pun tidak kalah heboh meneriakkan kebencian mereka terhadap Jessica. Mereka serentak mengumpat, memaki dan bahkan mereka seolah-olah ingin menghakimi Jesica dengan versi mereka sendiri.

Hmmm...... (penting banget ya ikut campur?)

foto diambil dari google


Sampai sekarang sidang kasus ini masih terus bergulir. Setelah beberapa kali cuek, akhirnya akhirnya menyempatkan diri "mengintip" sejenak sidang kasus ini yang ditayangkan secara live di tv. Gue memperhatikan bagaimana para saksi menyampaikan pengakuan mereka menurut versi mereka. Beberapa saksi yang didatangkan langsung dari kafe Olivier, namun TIDAK ADA satu saksi pun yang bisa memberikan pengakuan akurat  yang dapat  memperkuat untuk menjerat Mirna sebagai si pembunuh.  Tidak ada yang bisa bersuara LANTANG mengatakan Dia yang memasukkan racun ke gelas Mirna dan dia Psyco...

TIDAK ADA....

Bahkan CCTV sekalipun tidak bisa menjadi "juru kunci" akurat untuk mengungkapkan detik-detik Jessica memasukkan racun ke dalam gelas. CCTV memang menayangkan semua rekaman saat kejadian berlangsung, namun Tiak ada rekaman kapan dan dimana Jessica memasukkan racun itu.

TIDAK ADA!!!

Mereka yang meneliti rekaman itu hanya mereka-reka dan menduga-duga dengan melihat ekspresi wajah Jessica yang tenang. Bahkan sampai melibatkan "pakar" yang bisa membaca ekspresi wajah, namun tetap saja mereka hanya berpatokan pada "materi" yang  dipelajari tentang membaca ekspresi wajah. Mereka tidak bisa  sanggup dan tidak yakin menunjuk dimana letak kesalahan Jessica.



KASUS ini memang sangat menarik. Mirip film-film detektif yang sering diputar di tv cable. Sulit ditebak tapi kalo di film pada ending cerita akan ketahuan siapa pelakunya. Tapi ini bukan serial tv yang bisa menanti ending sesuai skenario. Ini kisah nyata yang keputusan bersalah atau tidak ada di "ketok Palu" sang bapak Jaksa/Hakim. Apakah Jessica tersangka dan dijatuhi hukuman karena benar-benar bersalah, atau Jessica di di jatuhi hukuman hanya karena "memang" bersalah akibat sudah kadung menjadi t"erdakwa" oleh hukum masyarakat...

Seperti apa sih hubungan persahabaatan Jesica dan Alm. Mirna?  Mungkin hanya mereka dan beberapa teman mereka saat kuliah di luar yang tahu. Bahkan orangtua Mirna sendiri pun tidak begitu mengetahuinya. Bahkan suami Mirna pun  juga mengatakan kalau mereka tidak terlalu dekat. Tapi, kita kan tidak tahu apakah Mirna dan Jessica benar-benar best friend? Atau mereka memang "best friend" (tanda kutif)

Who Knows....

Hanya saja....

Kalau gue boleh beropini menurut versi gue. (catat ya, ini opini versi gue yang bisa salah menurut orang lain dan bisa juga benar). Karena, sekali lagi,  sesungguhnya gue tidak kenal siapa mereka. Bahkan gue juga tidak begitu terganggu dengan kasus mereka. Tapi, boleh dong gue memberikan opini?? ya, sekedar opini...

Begini....
Kenapa kasus ini sulit terungkap? Ya, karena tidak ada satu saksi pun yang bisa memberikan kesaksian secara akurat, even itu teman2 mereka yang sedang minum2 pada hari naas waktu itu. Karena mereka juga tidak melihat dengan mata kepala sendiri kalau Jesica memasukkan racun ke gelas Mirna. Even para Barista dan sekutunya yang bekerja pada saat kejadian.

Trus, ada pertanyaan, kenapa Jessica bisa datang duluan? Dan langsung memesan kopi Vietnam untuk Mirna? Hmm, kalo menurut gue itu sih sah-sah saja. Soalnya, gue mau ngumpul dengan teman2 juga sering begitu. Siapa yang datang duluan boleh memesankan minuman sesuai yang kita inginkan. Ya, alasannya simple sih, biar pas nyampe di lokasi bisa langsung meneguk minuman yang sudah dipesan. Ribet banget  kan kalo baru nyampe trus harus pesan minuman dan pakai acara ngantri yang bujubuneeee panjangnya... Jadi, nggak ada salahnya kan kalau teman inisiatif memesani terlebih dahulu?  Ntar uangnya diganti. Atau di traktirin itu hal yang biasa. Namanya juga teman...

Ada yang aneh kah???

Trus...

Kalo misalnya Jessica benci sama Mirna oleh karena sesuatu hal yang kita tidak ketahui, lalu dia pengen membunuh Mirna. Masak iya sih dia nekad membunuh seseorang di tempat dimana dia berada pada saat kejadian? Menurut gue itu BODOH! Ini menurut gue lho.. (CATAT YA..) mending dia menyuruh atau membayar orang untuk membunuh dengan cara yang dia inginkan. Terserah mau masukin racun kek atau apa pun itu, supaya kalao pun terungkap, yang menjadi terdakwa bukan dia yang kena. Nah, itu baru namanya psyco. Dia nggak peduli yang penting target  bisa MATI.

Menurut gue lagi nih, bisa saja Jessica menjadi "korban" Opini publik. Karena public sudah kadung nge-judge dia sebagai pembunuhnya, dan pihak kepolisian juga sudah "kadung" memberikan pernyataan bahwa dia pembunuhnya. Meski sampai dua kali masa hukuman  Jessica dikurung di jeruji besi, belum juga ditemukan secara akurat kalau dia pembunuhnya.  Dan, meski akhirnya sidah digulir dan menetapkan Jessica sebagai terdakwa...

Hmmm.. masalah hukum itu ribet ya. Makanya gue nggak suka dan tidak mau memusingkan kepala untuk masalah hukum...karena konon katanya banyak "oknum2" yang gentayangan di ranah hukum dan peradilan juga. Tidak heran kan, banyak para jaksa, hakim dan pasukannya ketahuan menerima suap.....

Apakah hukum bisa dibeli????

We never knows!

Yang jelas, masalah kasus ini hanya hanya keputusan pengadilan yang ditunggu. Apakah Jessica bersalah dan diganjar hukuman sesuai perbuatannya, atau Jessica "terpaksa" dinyatakan bersalah hanya karena sudah kadung bersalah.

Kita tunggu saja hasilnya....

SIAPAKAH JESSICA WONGSO? Gue tidak mengenal siapa Jessica. Hanya saja, ketika hendak menulis blog ini, wajib hukumnya gue harus mencari tahu siapa dia? dan bagaimana kedekatan hubungannya dengan Mirna. Sama halnya dengan Jessica, secara otomatis gue juga yang tadinya tidak tahu SIAPAKAH WAYAN MIRNA itu? Akhirnya mengulik siapa dia? Kenapa kasus ini bisa terjadi?  Bahkan disebut-sebut kasus ini terjadi karena ada unsur sakit hati karena Jessica dan Mirna sempat terjalin hubungan sesama jenis alias lesbian. But, again, we never knows..


KENAPA KAFE OLIVIER Menjadi "terkenal"?  Seperti biasa, pada sebuah kasus pasti ada yang diuntungkan dan di rugikan. Jika dilihat dari kasus ini, kafe Olivier termasuk di untungkan, karena sejak kasus ini banyak orang yang penasaran seperti apa kafe tersebut. meski awalnya ketakutan (takut meninggal gara2 minum kopi disitu). Tapi, lama kelamaan justru banyak yang datang karena kadung suka dengan Atmosphere kafe tersebut.  Gue sendiri juga suka dengan suasana kafe tersebut. Apalagi gue pecinta kopi Vietnam. Karena kopinya sangat-sangat enakkk... terutama ice coffee milk-nya.  Bahkan saat traveling ke Vietnam, hampir setiap hari minum ice coffee milk-nya. (jadi ngelantur traveling nihhhh...)

foto googling


Semoga kasus ini bisa diselesaikan dengan hukuman yang berlaku seadil-adilnya. Dan bisa menguak fakta kebenaran sebenar-benarnya. Biar bagaimana pun, siapa pun itu, pasti tidak ingin kehilangan anggota keluarganya dengan cara yang tragis dan mengenaskan. Semoga Alm. Wayan Mirna bisa tenang di alam baka.


Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....