Jangan Ngaku-Ngaku Traveler, Jika .....




Sekarang ini sepertinya banyaaakkk banget yang bangga dan ngaku-ngaku sebagai seorang traveler. Bahkan, di  bio status nya juga dengan tegas mengaku dirinya sebagai seorang pecinta jalan-jalan. Tapi, ketika dilihat akun sosialnya, ternyata status hanya tinggalah status. Karena foto-foto saat sedang traveling-nya sangat minim alias bisa dihitung dengan jari. Yang membanjiri isi akun sosmednya hanyalah foto-foto selfie dengan tampilan wajah memenuhi frame.

Apakah itu yang dinamakan seorang traveler?

Atau, ada juga yang ngaku-ngaku sebagai traveler dan juga seorang adventure ulung, tapi, beberapa foto di akun sosialnya dengan bangga dia  berfoto sambil mencoret-coret  tembok, bebatuan di gunung yang dia daki dan juga mencoret-coret dinding  tempat dia menginap dengan menuliskan nama dan tanggal dia datang ke tempat tersebut. Ini mah, namanya traveler dan adventure karbitan yang gagal faham.



Sebenarnya, banyak banget orang-orang yang ngaku-ngaku Seorang traveler dan adventurer tapi dalam etika mereka masih layak di “karantina” agar mereka bisa memahami arti jiwa traveler dan adventurer sesungguhnya.

Berikut ini beberapa Ciri-ciri orang yang mengaku Traveler dan Adventurer tapi sesungguhnya mereka adalah “perusak” image traveler dan adventurer yang sesungguhnya.

1.    Doyan Planning
Sesungguhnya, mereka yang masuk ke dalam kategori traveler dan adventurer adalah, mereka-mereka yang tidak bisa melihat tanggal mereah atau Harpitnas alias Hari libur kejepit Nasional. adrenalin mereka langsung berkobar-kobar pengen mengatur jadwal liburan kemana saja. Bahkan, rela bolos kerja demi menyalurkan hobi traveling dan adventur mereka. Berbeda dengan mereka yang “ngaku-Ngaku” traveler dan adventurer, liburan hanya dilakukan setahun sekali. Itupun liburan bersama keluarga mengunjungi rumah keluarga. Selebihnya tidak ada niat untuk explore keindahan Indonesia seorang diri. Hmm, masih mau ngaku sebagai seorang traveler dan adventurer?

1.    Doyan Selfie
Biasanya, kalau sedang melakukan perjalanan atau sedang adventure, yang namanya foto-foto memang wajib hukumnya. Ntar kalau tidak foto-foto disebut HARAM. (nah, lho..) Tapi,  bagi seorang traveler dan adventurer sejati yang namanya foto selfie justru Di-HARAM-kan. Buat apa Anda melakukan perjalanan ke pelosok negeri atau mendaki gunung setinggi-tingginya, kalau ujung-ujungnya Anda hanya foto selfie tanpa memperlihatkan keindahan alam yang Anda kunjungi?
So, kalau Anda masih doyan foto selfie wajah memenuhi FRAME, sebaiknya habus status “traveler atau Adventurer” dari biodata Anda. Karena sesungguhnya, mereka yang doyan jalan-jalan akan dengan senang hati berbagi foto-foto keindahan alam atau daerah yang mereka kunjungi di akun sosmed mereka ketimbang membagi-bagikan foto selfie Anda yang dari dulu ke dulu begitu-begitu saja. Tidak ada yang berubah Cuy!  



Kalaupun Anda ingin memposting wajah Anda, sebaiknya Anda juga menampilkan keindahan pemandangan yang sedang Anda kagumi. Dan, kalau pun juga pengen memposting wajah Anda secara frontal, ya sesekali masih ditolerin kok. Asal jangan foto selfie lebih dominan. Ingat, lama-lama orang juga “eneg” lihat akun sosmed Anda yang isinya wajah Anda semua.

2.     Doyan Pamer Lokasi Keberadaan di Sosmed
Waktu sedang berada di Hongkong beberapa waktu lalu, teman gue begitu antusias mengambil smartphonenya saat disebuah pusat keramaian, sambil berseru,” Gue belum check in lokasi gue nih. Biar orang-orang tahu kalau gue ada disini.”
Waktu itu masih jaman Foursquare, hampir setiap langkah dia selalu check in lokasi. meski terkadang sesungguhnya dia hanya berdiri di tempat yang sedang hits. Yang penting dibenaknya adalah bisa check in status di akun sosmednya.
Kalau Anda masih mengharapan “pengakuan” dari pemerhati akun sosmed Anda dengan rajin posting dan check in setiap kali traveling, sebaiknya Anda jangan  nyebut Anda seorang traveler. Mereka tidak butuh pengakuan di sosmed, karena bagi mereka bisa menjelajai penjuru dunia tanpa gembar gembor di sosmed jauh lebih nikmat ketimbang minta pengakuan orang lain.

3.     Doyan Nyampah
Setiap kali melakukan perjalanan ke sesuatu tempat (pegunungan, pulau, pantai, pedesaan atau juga perkampungan), hal yang paling sering gue lihat adalah, banyaknya sampahbertebaran ditempat-tempat wisata tersebut. Sampah-sampah tersebut terlihat jelas bekas dari pengunjung yang sebelumnya datang ke tempat tersebut. meninggalkan sampah plastic bekas bungkus makanan ringan begitu banyak, serta kaleng-kaleng atau kotak minuman ringan yang mereka bawa.

Jika Anda masih melakukan “kebodohan-kebodohan” seperti ini, sebaiknya Anda jangan bangga menyeburt diri anda seorang Traveler atau Adventurer. Karena untuk mengontrol diri sendiri saja Anda belum bisa. Sebagai seorang traveler atau adventurer, Anda harus memberi contoh pada mereka-mereka yang masih bau kencur sebagai seorang petualang untuk menjaga kelestarian alam dan membuang sampah pada tempatnya. berikan contoh untuk orang-orang disekitar Anda. Dan ingat, Sampah yang Anda bawa adalah tanggung jawab Anda, bukan orang lain.

 
4.     Doyan Corat-Coret
Coba lihat tembok-tembok  bangunan tua di kota tua, begitu banyak corat-coret mengatas namakan “anak gaul” yang berpetualang. Coba lihat juga di dermaga-dermaga pelabuhan di sebuah pulau kecil yang ramai dikunjungi pelancong, juga banyak corat coret mengatas namakan orang yang tengah memadu kasih. Ungkapan kata-kata bulshit ditorehkan di papan dermaga. Coba lihat juga di bebatuan pegunungan, begitu banyak corat-coret dengan cat semprot menempel disitu. Lagi-lagi mengatas namakan cinta, solidaritas dan ungkapan rasa bangga karena bisa menggapai puncak.

Sadarkah Anda kalau tindakan-tindakan Anda itu sangat konyol alias bodoh. Itu bukan sebuah kebanggaan melainkan kebodohan yang dilestarikan pada diri Anda. Jika Anda merasa tempat-tempat yang Anda kunjungi adalah “rumah” Anda, tentu And aingin rumah And aterlihat selalu bersih dan indah bukan? Tnetu Anda tidak ingin rumah Anda dikotori bukan? Tapi, kenapa and atega mengotori tempat tersebut dengan coretan-coretan tidak penting itu?

Mungkin Anda belum puas melakukan corat coret saat masih kecil dulu, sehingga meski usia sudah dewasa hasrat mencorat-coret masih bergelora.

So, tanamkan pada diri Anda, tempat-tempat yang Anda kunjungi untuk traveling adalah rumah Anda, jadi jagalah kebersihan dan keindahannya. So simple bukan?


5.     Doyan Ngeluh
“Masih jauh nggak?” “ Duh, tempatnya kok begini?” “Kita Tidur disini? Aduh, aku nggak bisa tidur nih kalau nggak ada AC…” “ Makanannya kok begini sih?” “Kamar mandinya kok nggak pakai shower sih?”

Apakah Anda sering mengeluh saat melakukan traveling dan Adventur? Jika iya, sebagiknya Anda muter balik dan kembali pulang ke rumah, cuci kaki, minum obat dan langsung tidur. Karena Anda masih belum layak disebut sebagai traveler. Seharusnya Anda sudah siap dengan segala konsekwensi-konsekwensi yang Anda hadapi saat traveling. Karena semuanya tidak seindah yang Anda imajinasikan. Namun, semuanya akan terasa Indah dan begitu berkesan jika Anda menikmati setiap momen perjalanan Anda. Itulah yang disebut seorang traveler dan adventurer.



6.    Doyan Membanding-Bandingkan
Hal yang paling menjengkelkan ketika traveling bersama teman yang suka membanding-bandingkan antara kota yang satu dengan kota yang lain. Negara yang satu dengan Negara yang lain. Pulau yang satu dengan pulau yang lain.  Jika Anda masih melakukan itu, sebaiknya Anda kerja disebuah agent property. Karena Anda kana selalu mebanding-bandingkan antara  pesaing Anda dengan tempat And abekerja.
Bagi gue, Filosofi dari traveling dan adventure adalah  semua tempat yang Anda kunjungi memiliki kesan tersendiri. Memiliki cerita tersendiri tanpa bisa disbanding-bandingkan dengan tempat lain yang pertan anda kunjungi. So, jangan pernah melakukan perbandingan karena Anda bukan anggota DPR/MPR yang sedang melakukan study banding. Anda sedang traveling, so enjoy it!


7.    Doyan Bawa Barang Overloaded
Seorang traveler tidak akan pernah resah dengan pakaian yang mereka pakai. mereka mengabaikan brand dan juga tidak memperdulikan berapa kali mereka ganti baju. So, jika Anda suka traveling tapi selalu resah dengan barang-barang yang hendak di bawa, sehingga hanya untuk traveling satu minggu saja Anda membutuhkan dua koper besar untuk membawa pakaian dan printilan-printilan lainnya. Ingat, Anda hendak traveling bukan fashion show.

8.     Doyan Mikirin Oleh-Oleh
Suatu hari, gue traveling bersama teman gue yang ngotot banget menyebut dirinya seorang traveler. Karena nafsunya begitu gede ngajak gue jalan-jalan, akhirnya gue turuti deh keinginan tersebut sambil melihat sejauh mana keasyikan traveling bersama teman satu ini.
Tiba di sebuah Negara tujuan, hal utama yang mulai direcokinnya adalah “OLEH-OLEH”. BAru hari pertama yang ada dibenaknya langsung daftar oleh-oleh.
“Gue harus beli oleh-oleh nih, untuk si A, B,C,D,F,G,H,I,J,K,L,M,N,O,P dll… Ntar kalau nggak dibeliin dibilang sombong.”

Mendengar celotehnya, gue langsung speechless. Karen ague nggak nyangka kalau dia lebih mikirin nyari oleh-oleh ketimbang menjelajahi Negara yang dituju. Alhasil, hari-hari kami dihabiskan di pusar oleh-oleh menemani dia nyari oleh-olah yang daftar pesanan begitu banyak.  So, you guys, kalau masih mikirin oleh-oleh setiap kali berpergian, sebaiknya Anda jangan ngaku-ngaku traveler atau adventurer deh. Anda layak disebut “Kurir atau jasa DHL” yang suka ngantar kiriman. Abaikan oleh-oleh setiap kali Anda berpergian. Emang persahabata atau persaudaraan Anda dengan mereka-mereka hanya diukur sebatas oleh-oleh? Budayakan cuek soal oleh-oleh, okay buddies?!



9.      Doyan Over Bagasi
Setiap kali hendak pulang dari traveling, teman gue selalu mengeluh barang-barangnya selalu over bagasi. Barang-barang yang hendak dibawa pulang beranak pinak jadi dua atau tiga kali lipat. Ini namanya bukan traveling melainakn shopping. Biasanya, seorang traveler  justru mengurangi barang-barang bawaan mereka dengan menjual atau memberikan kepada teman-teman sesama traveling ketika mereka hendak pulang ke Negara masing-masing. Tidak heran kalau di lokasi-lokasi penginapan para traveler banyak dijual barang-barang second bekas milik dari para traveler yang back to their country.


So, jangan ngaku traveler kalau barang bawaan Anda saja bisa jadi beranak pinak ketika hendak kembali ke Negara Anda.  

Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....