Liburan ke Negara Eropa, Awas Aksi Copet & Cyber Crime

foto: take from google image


Hampir dua pekan lamanya teman gue berada di Milan, Itali. Kebetulan dia ada proyek kerjaan sekaligus liburan. Begitulah asyiknya mereka yang bekerja di bidang seni. Mereka bisa bekerja dimana dan kapan saja. Sejauh imajinasi dan laptop ada ditangan, semua urusan pekerjaan bisa dituntaskan dengan damai sejahtera. Begitu juga dengan teman gue.

Milan adalah Negara pujaannya. Apalagi dia memang tergolong perempuan melankolis yang suka hal-hal yang berhubungan dengan romantisme. So, Itali menjadi salah satu destinasi impiannya. Tidak heran kalau selama berada di beberapa Negara Eropa tersebut, dia begitu rajin membuat followers di akun sosmed-nya iri. Gimana tidak, dia memposting foto-foto ketika dia sedang makan di resto keren atau mwah, juga foto-foto di depan gedung  iconic atau juga belanja di butik-butik ternama. Semua terpampang manja di akun somednya. 

Intinya, liburan sambil bekerjanya di negara Eropa benar-benar sukses jaya. Ya, sukses bikin teman-temannya iri dan juga sukses menguras isi dompetnya karena tak bisa menahan godaan belanja barang-barang branded. 

Tapi….

Apa yang terjadi setelah dia meninggalkan Negara nan romantis tersebut? Entah musibah apa yang menimpa dia, tiba-tiba saja kebahagiaannya terenggut dengan musibah yang menimpanya. Dia menulis di akun sosmed-nya, kalau tiba-tiba uang yang ada di dalam tabungannya ludes-des-des. Ludesnya bukan karena dihabisin untuk belanja, melainkan uangnya tiba-tiba raib tanpa diketahui kemana dan siapa yang mengambilnya. Dan hilangnya diambil melalui ATM pribadinya.  Anehnya lagi, kejadiany pengambilan uang via ATM terjadi ketika dia sedang berada di dalam pesawat ketika hendak meninggalkan negara tersebut. Gimana tidak panik kalau uang yang ada di ATM ludes seketika. Dan pelakunya sampai saat ini belum diketahui siapa. Laporan ke pihak bank juga tidak membuat dia lega. Pihak Bank konon memberi jawaban yang membuat emosinya meninggi. Ya, iyalah, uang hilang dalam jumlah yang banyak, namun pihak bank bukannya memberikan solusi atau jawaban yang bisa bikin hati ADEM. 

Ya, teman gue menjadi salah satu korban kejahatan yang sering terjadi di Negara-negara Eropa. Bahkan, ini bukan kasus yang pertama gue dengar soal kejahatan yang menimpa para turis yang sedang menghabiskan liburannya di Negara yang terkenal Tajir dan seolah-olah rakyatnya juga jarang ada yang miskin atau tingkat kriminalitasnya minim. Anggapan itu keliru saudara-saudara. Terbukti, beberapa kasus kejahatan telah mencoreng citra baik beberapa kota di Negara Eropa.

foto taken from google image

Menurut keterangan dari seorang teman yang berprofesi sebagai seorang guide, dia menjelaskan kalau hampir semua kota di Eropa sangat rawan dengan kasus pencopetan. Sebut saja Belanda, Roma, Milan, Paris, Barcelona, Madrid, praha, Venesia, Brussels dan kota-kota kecil lainnya. Anehnya, kebanyakan yang menjadi korban adalah turis-turis yang berasla dari Negara Asia.

Selain teman gue yang di atas, beberapa rombongan selebritis Indonesia, juga pernah mengalami nasib naas ketika mereka sedang jalan-jalan ke Negara Eropa dalam rangka “hadiah” jalan-jalan dari sebuah ajang pemilihan di televisi. Mereka pergi beramai-ramai mengunjungi beberapa objek wisata dan juga belanja ke butik-butik ternama disana.

Apesnya, seorang selebritis tersebut kecopetan ketika sedang duduk-duduk di sebuah taman kota usai berbelanja di butik ternama. goody bag berisi beberapa tas branded yang baru di belinya raib tak berbekas. Kebetulan waktu itu dia sedang diajak ngobrol oleh seorang pria berwajah tampan dan penampilannya pun tidak mencurigakan. Menurut dia, pria tersebut mirip seorang esmud-esmud di ibukota Jakarta. Ya, maklumlah, mata si artis tersebut langsung berbinar-binar melihat pria ganteng, pakai jas dan penampilannya juga klimis. Secara dia sangat terobsesi dengan pria-pria berwaja bule.  dan bercita-cita pengen menikah dengan pria bule. Maka, Jadi deh dia korban kejahatan di Paris.  

Selain itu, ada juga salah seorang dari rombongan mengalami nasib naas lagi. Kartu kreditnya dibobol oleh pelaku cyber crime. Entah bagaimana caranya sehingga mereka bisa memanfaatkan kartu kredit si korban  tanpa diketahui pemiliknya. Gimana tidak kaget ketika pulang ke Indonesia, tagihan kartu kredit membengkak hingga ratusan juta rupiah. Maka disarankan oleh pihak kepolisian di Negara setempat agar setiap kali hendak berbelanja, sebaiknya melakukan transaksi dengan uang cash. Jangan pakai atm atau kartu kredit. Karena  cyber crime di sana sangat canggih. mereka bisa dengan mudah melacak pin atau identitas pemilik kartu kredit saat si pemilik melakukan transaksi dengan menggesek kartu kredit mereka saat berbelanja di butik-butik atau di kafe atau restoran.  

Begitu juga beberapa kisah “tragis” para turis yang mengalami nasib apes saat liburan di Negara-negara Eropa yang gue kutip dari beberapa situs.

foto taken from google image

Seorang warga Indonesia yang berlibur ke Eropa bercerita bahwa tas ranselnya yang berisi laptop, paspor, dompet, dan sejumlah uang lenyap disikat penjahat yang berpura-pura mengajak ngobrol. Dia tidak menyadari ranselnya diambil ketika dia asyik ngobrol dengan penjahat lainnya. Itu terjadi sangat cepat di stasiun kereta di Brussels, Belgia. Warga Indonesia lainnya yang sedang menikmati Amsterdam, Belanda, tidak menyadari dompetnya berisi uang dicopet. Di Milan, Italia, pencopet menyilet tas dan menggerayangi isinya.
Jadi, cerita miring tentang rawannya kasus pencopetan di Negara Eropa bukan hoax semata. bahkanTripAdvisor.com juga dengan gamblang menuliskan 10 tempat rawan kasus pencopetan di kota-kota di Eropa berdasarkan pengalaman anggota di situs tersebut.  Kota-kota yang dianggap “rawan” tersebut diantaranya Barcelona (Spanyol), Roma (Italia), Paris (Perancis), Madrid (Spanyol), Athena (Yunani), Praha (Ceko), Costa Blanca (Spanyol), Lisbon (Portugal), Tenefire (Spanyol), dan London (Inggris). Bahkan, Barcelona disebut-sebut sebagai “heaven”-nya para pencopet. Karena dimana ada turis pasti disitu ada copet. Parahhhh!!!

foto taken from google image


Konon katanya, pencopet-pencopet disana bekerja secara berkelompok. Ya iyalah, jangankan disana di Negara kita sendiri  (Indonesia) juga demikian Pencopet-pencopet itu telah merancang strategi apik agar bisa memuluskan aksi mereka. itu sebabnya kenapa mereka berkelompok. bahkan, untuk mengelabui korban, mereka sengaja mengajak anak-anak, perempuan, remaja dan orangtua untuk menjadi sindikat pencopetan. Hebattt!!!
Berikut beberapa Tips Agar terhindar dari kejahatan juga Dari Cyber Crime

1.     Pastikan kalau sebelum berangkat Anda telah menyiapkan uang cash.
2.     Jangan melakukan transaksi apapun dengan menggunakan kartu kedit atau kartu debit.
3.     Jangan mudah terbuai dengan ketampanan pria-pria berdasi saat mendekati dan mengajak anda ngobrol. Waspada, rata-rata pencopet disana berpenampilan rapid an berdasi. KAlau soal tampan, rata-rata mereka juga tampan. So, beware.
4.     bersikap acuh lebih baik saat ketemu orang baru yang mencoba menawarkan apapun pada Anda. Abaikan saja sebelum dompet Anda berpindah tangan.
5.     Simpan dompet Anda ditempat yang aman. pakailah money beltuntuk mempermudah Anda mengambil dan menyimpan uang.
6.     Bawalah uang Anda secukupnya jika hendak berperian dari hotel. Selebihnya, anda bisa menyimpan di brangkas hotel atau ditempat yang aman.
7.     Simpan benda-benda berharga ditempat yang Amana tau titip pada pihak hotel. Paspor, kartu pengenal dan uang Anda titip pada pihak hotel. atau safety box.
8.     Jangan berbelanja terlalu over di butik-butik ternama. Karena tingkah Anda menjadi incaran pencopet.
9.     Jangan mengeluarkan uang ditempat keramaian.
10.  Jangan pergi sendirian atau terpisah dari rombongan. Sebaiknya tetap stay in group supaya Anda bisa terhindar dari kejahatan.



Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....