Ada Little Savana di Taman Nasional Baluran Bongol, Banyuwangi



Taman nasional Baluran - foto - Very Barus

Sore itu, perlahan-lahan mobil yang gue tumpangi bersama keenam teman gue, memasuki kawasan Taman Nasional Baluran (TNB). Dari depan gapura bertuliskan TAMAN NASIONAL BALURAN, kami langsung menuju loket penjual tiket masuk. Harga tiketnya kala itu sekitar Rp. 10.000/orang dan mobil dikenakan biaya Rp.10.000 juga. Selesai urusan tiket, mobil kembali melaju memasuki kawasan Taman Baluran lebih dalam. Hampir sejauh mata memandang yang terlihat hutan-hutan yang terlihat mengering. Mungkin karena musim kemarau melanda. 

Sebelum menginjakkan kaki ke tempat ini, gue sering mendengar kalau di Indonesia ada salah satu taman nasional yang mirip dengan Padang rumput Savana di Afrika Selatan. Julukannya pun dibuat hampir sama yaitu Africa van Java atau Little Africa. Rasa penasaran gue pun membuncah. Setelah mendaki Gunung Ijen, gue dan teman-teman menyempatkan diri untuk mendatangi kawasan ini. Dari kota Banyuwangi jaraknya hanya sekitar 13 km saja. 


Taman nasional Baluran - foto - Very Barus

Dilihat secara administratif, lokasi Taman Baluran Bekol ini masuk dalam wilayah Situbondo. Meski berada di Wilayah Banyuwangi. ya, namanya juga perbatasan, jadi tidak ada masalah apakah Baluran masuk ke Wilayah Situbondo atau Banyuwangi. Yang jelas, gue dan teman-teman masuk lewat Banyuwangi.  Konon katanya, waktu terbaik mengunjungi taman ini adalah disaat musim kemarau. Dimana semua pepohonan terlihat mengering dan tanah pun ikut retak. Sehingga sensasi Savana di Afrika begitu terasa disini. Jika musim hujan, semua taman terlihat menghijau. mungkin bukan hal aneh jika kita melihat padang runpun nan hijau bukan? Jadi, sensasinya kurang terasa. 


Taman nasional Baluran - foto - Very Barus

Dijuluki Taman Nasional Baluran, karena letak taman ini berada persis di bawah kaki gunung Baluran. Jadi, setibanya kamu di kawasan ini, kamu bisa melihat dnegan jelas Gunung baluran berdiri kokoh dan angkuhnya. Tapi, latar belakang gunung itu menjadi "pemanis" taman baluran semakin menarik. Luas taman Baluran ini sekitar 300 hektar. Disitu banyak dijumpai aneka satwa liar seperti rusa,  babi hutan, kera,  aneka  jenis burung dan binatang lainnya. Disitu Kamu bisa melihat hewan-hewan tersebut berlalu lalang dengan bebasnya. Bahkan, saat kamu datang,  Monyet-monyet pun ikut menyambut kedatangan kamu.Taman nasional Baluran - foto - Very Barus

Selain satwa. Aneka jenis tumbuhan pun banyak kamu jumpai disini, terutama tanaman-tanaman liar.  Keberadaan tanaman liar Acacia nilotica menjadikan pemandangan di sekitar Savana Bekol menjadi semakin menarik dan natural. Kamu juga bisa melihat beberapa tengkorak kepala hewan diletakkan (dipajang) pada sebuah papan kayu yang sengaja disusun rapi agar setiap pengunjung bisa melihat langsung jenis tengkorak hewan apa yang ada disitu. Hanya saja, beberapa tengkorak-tengkorang yang ada disitu jadi rusak karena bekas coretan-coretan oleh tangan-tangan pengunjung yang tidak bertanggung jawab. Seharusnya, kita pengunjung turut menjaga kelestarian Taman Nasional ini. Tapi, masih ada saja tangan-tangan jahil mencoba merusaknya. 

Taman nasional Baluran - foto - Very Barus

Jika berkunjung kesini pada musim kemarau, kamu bisa merasakan betapa pansnya kawasan ini. Benar-benar seperti berada di Afrika. Oleh karena itu jangan lupa bawa payung atau sunblock. Terik matahari benar-benar akan membakar kulitmu. bahkan, gara-gara panas matahari, sering terjadi kebakaran hutan dikawasan ini. Semua itu dikarenakan teriknya matahari tadi sehingga membakar ilalang yang kering. Api langsung merambat kehutan-hutan kering juga. 

Taman nasional Baluran - foto - Very Barus

Momen terbaik di taman Baluran adalah menanti matahari terbit. Sunrise di sini begitu indah. Kamu bisa mleihat moemn ketika matahari muncul dari beraduan. Taburan cahaya matahari berwarna jingga menyirami padang rumput dan pepohonan kering. Agar bisa mendapatkan momen tersebut, kamu bisa mendatangi taman ini saat subuh sebelum matahari terbit. Atau kamu juga bisa menginap di Taman Baluran. Disitu disediakan penginapan yang bisa menampung banyak orang. Seperti yang saya kalukan bersama teman-teman. Kami memilih menginap semalam di Bengsol agar bisa menikmati sunrise nan indah. Dan, hasilnya pun tidak mengecewakan. Selain ketenangan jiwa dan raga, karena selama menginap disitu tidak ada kebisingan. Yang terdengar hanya suara jangkrik dan juga suara hewan-hewan liar lainnya.

foto: Very barus


Aktivitas yang bisa kamu lakukan selama berada di Baluran :

1. Foto-foto atau hunting foto. Mulai dari foto sunrise hingga sunset. Tapi, momen sunrise sangat bagus disini.
2. Mengitari kawasan hutan sambil melihat-lihat pemandangan
3. berolahraga. tempat ini bebas polusi. Jadi kamu bisa dengan bebeas berolahraga disini. 
4. Nginap di penginapan. Disini kamu bakalan merasakan seperti apa tengah malam tanpa ada cahaya lampu. Karena menjelang malam, lampu disini dipadamkan. Gue juga tidak tahu alasan pastinya kenapa. Yang jelas, waktu menginap disitu, tengah malam lampu pada dan gelap gulita melanda. But, i love it. 
5. Melihat satwa-satwa berkeliaran. Atau kamu juga bisa berinteraksi dengan mereka. 
6. Menelusuri Pantai BAMA. hanya berjarak sekitar 3 km dari taman Savana. Disini kamu bisa mandi-mandi, snorkeli atau sekedar duduk-duduk saja. 
7. Mengitari hutan mangroove. konon katanya disini ada hutan mangroove yang usianya mencapai ratusan tahun. Dan terbesar di Asia. hebat bukan?

Taman nasional Baluran - foto - Very Barus










Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....