10 TEMPAT WAJIB DI KUNJUNGI DI MELBOURNE


Ini kali pertama gue traveling ke Melbourne. Tapi kesan pertama langsung membuat gue jatuh cinta dengan kota Ini. Apalagi baru-baru ini Melbourne kembali dinobatkan sebagai kota paling nyaman sedunia oleh survei Economist Intelligence Unit (EIU). Bayangkan, bukan kali ini saja Melbourne meraih penghargaan bergengsi itu, melainkan sudah enam kali berturut-turut, cuy! Amazing!  Penilaiannya juga tidak sembarang nilai. Untuk meraih gelar tersebut, semua aspek dinilai secara teliti. Jadi tidak main-main lho. Mulai dari Infrastruktur, lingkungan hidup, pendidikan, budaya, stabilitas serta fasilitas kesehatan. Jadi. Hebat bukan?!

LIHAT VIDEO PERJALANAN GUE KE MELBOURNE


Kedatangan gue ke Melbourne karena pengen nonton koser Coldplay yang digelar awal Desember 2016 kemaren, tepatnya di Ethiad Stadium. Tapi gue tidak akan menyia-nyiakan kesempatan berkunjung ke ibukota negara bagian Victoria, Australia ini meski barang semenit pun. Sayang banget rasanya jika usai nonton Coldplay gue hanya berleha-leha di dalam hotel. No way! Haram bagi gue berleha-leha. Karena disini banyak lokasi indah yang wajib dikunjungi. Tidak berlebihan jika gue mengatakan langsung jatuh cinta dengan kota ini.
Baiklah, berikut ini gue akan menjabarkan 10 tempat menarik yang wajib Anda kunjungi ketika liburan ke Melbourne. Menurut gue, tempat-tempat ini sangat recomended banget.

Victoria State Library



Berhubung gue suka membaca dan pecinta buku sejati, maka, tempat wajib pertama yang gue kunjungi adalah toko buku atau library. Melbourne memiliki library yang sangat iconic. Dari kejauhan gedung bergaya klasik yang diberi nama Victoria State Library (VSL) sudah mencuri perhatian. Bangunan dengan pilar-pilar megah menjulang ini benar-benar sangat instagramable banget. Gimana tidak bangunan klasik ini sudah berdiri sejak tahun 1850. Bayangkan, umurnya saja sudah 160 tahunan. Gue sempat berkhayal seandainya di Indonesia ada perpustakaan sekeren ini, pasti akan selalu ramai dikunjungi dan mendorong banyak orang untuk lebih mencintai buku dan gemar membaca. But, it’s just a dream.

Perpustakaan ini memiliki enam ruangan untuk membaca atau yang sering disebut Reading rooms. Salah satu ruangan yang sangat terkenal adalah The Dome. Sesuai namanya, ruangan ini mirip kubah jika dilihat dari atas. Ruangan ini berkapasitas 500 orang. Meski menampung banyak pengunjung, namun, ketika berada di perpustakaan ini suasana sangat senyap. Karena rata-rata pengunjung yang datang bertujuan untuk membaca. Sedangkan gue saat berkunjung kesini tujuannya selain memotret gedung dan ruangan dari setiap sudut, juga numpang ngecas handphone (hehehehhe). Disini gue juga bisa merasakan sensasi free wifi yang super kencang. Ya, lumayanlah untuk update status dan browsing-browsing lokasi yang wajib dikunjungi.  VSL memiliki koleksi buku yang konon katanya sangat banyak. Melebihi 2 juta buku yang siap untuk dipinjamkan atau dibaca.

Berkunjunglah kesini, karena perpustakaan ini diperuntukkan untuk umum tanpa dipungut biaya. Hanya saja, disini tidak ada buku dengan bahasa Indonesia. Kalau tidak bisa membaca dalam bahasa Inggris, kelar hidup lo.

 Flinders Station


Tujuan berikutnya adalah Flinder Station. Jika rajin membuka selebaran tentang Melbourne, salah satu foto yang dipajang adalah Flinders Station. Selain perpustakaan, Bangunan Flinder Station juga sangat Iconic di kota ini. Sama halnya dengan Victoria State Library, sama-sama sudah berusia senja. 100 tahunan gitu deh. Flinder juga menjadi salah satu stasiun tertua di Melbourne. Flinders juga menjadi tempat pertemuan atau pemberhentian beberapa kereta alias transit. Dari stasiun ini Anda juga bisa mengunjungi beberapa tempat-tempat iconic lainnya.  Sehingga banyak orang membuat janji untuk bertemu di stasiun ini. Ya, istilah kerennya “Meet me under the Clock” Yang artinya bertemu di bawah jam gede yang ada di Stasiun flinder.

Flinder Station juga menjadi tempat yang paling banyak dijadikan turis untuk tempat berfoto. Ya, berfoto di depan stasiun Flinder tepatnya yang ada jam “gadang”-nya akan membuat orang yakin kalau Anda sudah kesini. Karena tempat ini juga Instagramable banget. Selain itu, agar mendapat landmark bangunan Flinder, sebaiknya Anda mengambil foto dari depan gereja katedral yang berseberangan dengan stasiun. Dijamin foto bangunan berwarna kuning kunyit itu terpampang dengan jelas. Setelah itu, dari Stasiun Flinder Anda bisa menjelajahi setiap sudut kota Melbourne.

Hozier Lane (Street Art)


Mungkin hampir disetiap kota-kota besar dunia memiliki kawasan yang khusus diperuntukkan untuk pekerja seni jalanan atau sering disebut street art. Salah satunya Melbourne yang menjadi salah satu pusat seni jalanan dunia. Beberapa artist terkenal dunia pernah meninggalkan jejak karyanya di kota ini. Para penggiat seni jalanan sering dijuluki sebagai sebagai Australian cultural capital. Beberapa jalanan dan gang-gang sempit kota ini dipenuhi karya seni grafiti yang colourful. Sebut saja kawasan Hosier Lane dan Caledonian Lane, kedua tempat ini menjadi tempat yang sangat artistik karena hampir semua dinding bangunan dipenuhi lukisan-lukisan yang artistik.

Karena begitu fenomenalnya, Hosier Lane dan Caledonian Lane sering dikunjungi para turis. Berfoto dan mengabadikan lokasi ini karena artistiknya. Hingga akhirnya karya seni yang berada di gang ini mulai dilirik oleh lembaga pariwisata setempat untuk dijadikan objek wisata bagi para turis. Karena kawasan tersebut ternyata bisa “dijual” sebagai destinasi untuk dikunjungi saat berada di Melbourne. Ya, meskipun dulunya hubungan antara pelaku seni dan pemerintah Melbourne sempat menegang karena ada kejadian membuat para peniman marah besar pada pemerintah gara-gara pekerja kota sempat menghapus karya Banksy (pelukis terkenal). Tapi, ketegangan akhirnya mencari. Apalagi kini pemerintahnya menyediakan beberapa public spaces untuk para seniman menumpahkan karya seninya dan karya mereka bisa tampil dan dilihat banyak orang. Bravo !!


Collins Street


“Sudah ke Collins Street?” Tanya teman yang tinggal di Melbourne. “Kesana deh, lu bisa melihat bangunan-bangunan tua yang cukup artistik.” Lanjutnya. Kemudian, gue pun menuju ke Collins Street.  Selain bangunan tua-nya, Collines Street juga terkenal dengan tempat shoppingnya. Di Collins Street anda bisa memilih mau ke Swanston Street, New Yorks End atau Paris End. Ketiganya sama-sama enak untuk dikunjungi.  Bagian New York adalah bagian yang lebih modern, Anda bisa menemukan gedung-gedung tinggi, kafe dan pubs, serta perkantoran. Sedangkan Paris End  bagian yang lebih klasik. Butik-butik disini memanfaatkan bagunan tua menjadi tempat butik mereka. Tapi, meski terkesan “tua” atau klasik, Bagian Paris menjadi bagian yang lebih mahal. Karena brand-brand terkenal menjajakan dagangannya di Paris End.

Jika Anda tidak sanggup berbelanja disini, ya, sekedar cuci mata atau foto-foto juga masih di halalkan kok. Karena setiap sudut bisa menjadi latar belakang foto-foto Anda. Tapi, jika sanggup melakukan kedua-duanya kenapa tidak?

Queen Victoria Market

Pasar ini memang sangat popula rikalangan pelancong. Gimana tidak, setiap pelancong yang hendak membeli oleh-oleh untuk kerabat pasti larinya ke Queen Vicktoria Market (QVM). Selain harganya lebih murah, juga banyak alternatif pilihan yang bisa dipilih. Selain oleh-oleh, pasar yang hanya buka 5 hari dalam seminggu (Senin dan Rabu Tutup cuy!)  ini menjual aneka jenis kebutuhan sehari-hari. Mulai dari ikan, sayur, beras dan lain-lain.

Gue datang kesini tidak untuk memborong oleh-oleh, hanya penasaran seperti apa pasar yang terkenal dengan bersih dan rapi itu. Kedatangan gue sempat membuat takjub dengan harga-gara yang tergolong murah. Seperti kaos dan jaket serta hoddie. Dengan kwalitas yang lumayan bagus, Anda bisa membelinya dengan harga 10 – 15 dollar. Ya, masih tergolong murah lah untuk 3 buah kaos berlabelkan Melbourne di bandrol harga 80 dollar. Nggak nyampe 100 ribu gitu lho.

Di Vic Market juga ada Deli Hall yang menjual makanan dan juga bahan-bahan yang terbuat dari susu. Ada juga Meat Hall yang menjual beragam daging, Fruit & Vegs, Organics. Ketika teman-teman sedang asyik berbelanja, gue memilih ngider disekitaran pasar. Disana ada penjual kopi yang cukup terkenal. Juga ada pengamen yang mengamen dengan suara yang layak didengar. Pengamennya benar-benar bekerja bukan seperti pengamen disini yang nyanyi sebait langsung nyodori kantongan minta uang. Kesal nggak sih?!

Botanic Garden

Ketika mengunjungi tempat ini, matahari sedang terik-teriknya. Langit membiru dengan sangat cerah. Hmm. Cuaca benar-benar sangat bersahabat. Panas namun udaranya sejuk. Jadi tidak membuat gue terpanggang kepanasan. Bagus untuk foto dan video. Fyi, Botanic Garden salah satu dua taman botanik di Melbourne. Luas taman Botanik ini sekitar 38 hektar. Memasuki kawasan ini gue langsung berdecak kagum. Karena semua taman yang berjumlah 10.000 spesies ini ditanam dan dirawat dengan baik. Wajar jika Botanic Garden menjadi salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi jika ke Melbourne. Karena, ketika bertada disini, Anda tidak hanya melihat tanaman-tanaman saja. Anda bisa berinteraksi dengan unggas-unggas seperti burung-burung, bebek, angsa dan jenis unggas lainnya.

Dikawasan ini juga sering dijadikan tempat berjemur dikala summer. Karena tamannya yang luas dan tenang membuat orang betah berlama-lama disini. Kebetulan ketika gue datang matahari sedang terik, wajar jika banyak yang berjemur di rerumputan di Botanic Garden. Pengen sih berjemur tapi sadar diri dengan kuylit yang gosong ini. Batal deh.

St. Kilda Beach


Salah satu pantai yang tersohor di Melbourne adalah pantai St.Kilda. Selain pantai, St.Kilda juga terkenal dengan taman dan sarana bermain untuk keluarga Luna Park. Karena disana sarana permainan yang cukup menguji adrenalin seperti Roller Coaster dan wahana lainnya. Jarak St. Kilda hanya sekitar 6 kilometer dari CBD. St. Kilda merupakan bagian dari City of Port Phillip yang mencakup pinggiran kota Port Melbourne dan South Melbourt.

Saat mengunjungi St. Kilda, matahari mulai perlahan-lahan beranjak keperaduan. Ya, meski jarum jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, namuan suasana masih terang benderang. Katanya, kala Summer matahari memang lebih lama memancarkan sinarnya. Disekitaran pantai deretan pohon palem membuat suasana pantainya lebih terasa. Aneka permainan bisa dilakukan disekitaran pantai. Mulai dari berenang, main volly, naik sepeda atau berjalan-jalan dengan anjing kesayangan.

Gue bersama teman-teman menikmati detik-detik menjelang sunset duduk-duduk dipinggir pantai sambil menikmati kentang dan ikan goreng yang dibeli disalah satu kafe pinggir pantai. Rasanya maknyossss..!!!

Brighton Beach


Setelah mendapat momen sunset di St.Kilda, kami berburu sunset ke Brighton beach. Sejujurnya gue tidak tahu rute menuju Brighton beach. Hanya saja, gue dan teman-teman mencoba naik tram atau kereta. Tapi sayang menunggu tram atau kereta saat itu sangat lama. Sehingga kami memutuskan naik taksi. Ternyata naik taksi jauh lebih simple ketimbang tram atau kereta. Naik taksi kami hanya melintasi jalan yang ada dipinggir pantai dan tidak sampai 10 menit kami sudah tidak di Middle Brighton beach. Dan itu merupakan best place untuk menuju Brighton beach.

Sementara beberapa teman gue menuju Brighton menggunakan kereta dari stasiun Flinder. Ya, kurang lebih 20 menit waktu yang dihabiskan sampailah mereka di Stasiun Brighton beach, lalu mereka melalui Sandringham. Dari situ mereka harus berjalan kaki lagi menuju pantai. Ya, kurang lebih 10-15 menit berjalan kaki.

Tiba di Brighton beach, jangan lupa berfoto di deretan 90 rumah kecil berwarna-warni. Karena rumah kecil itu menjadi icon di melbourne dan juga pantai Brighton. Jika ingin menikmati pantai, siap-siap saja masuk angin. Karena angin disitu cukup kencang dan dingin. 
Sebagai info, kawasan Brighton kono katanya kawasan Elit. Rumah-rumah yang ada disekitara pantai berdiri dengan megah dan harganya selangit. Jadi, perhatikanlah rumah-rumah mewah yang ada di kawasan tersebut tidak ada satu rumahpun yang terlihat jelek dan kecil. Ya iyalah, kawasan elit gitu lho..

Chapel Street


Bagi Anda yang suka nongkrong di kafe, mungkin Chapel Street bisa menjadi salah satu destinasi untuk “nongki-nongki cantik” disini ada deretan cafe yang bisa Anda nikmati sambil memandang lalu lintas kenderaan yang melintasi jalan ini. Karena kebanyakan kafe-kafe disini menyediakan tempat duduk outdoor.  Selain itu, di Chapel Street juga banyak pusat perbelanjaan yang memanjakan mata Anda juga menguras isi kantong Anda (bagi yang lapar mata).

Disini juga ada bar yang buka hingga larut malam. Ya, minuman beralkohol penghangat tubuh bisa anda cicipi sini. Tidak ketinggalan ada pasar makanan paling tua di melbourne juga ada disini, namanya The Prahra Markets. Segala jenis makanan tersedia disini. Mulai dari makanan ringan, daging, makanan laut hingga aneka jenis roti tersedia disini.  Sebaiknya jika hendak ke Marketnya, Anda harus melihat jadwal dulu, karena pasar ini buka hanya mulai dari hari Senin sampai Kamis saja. Sedangkan Jumat buka dari jam 10 sampai setengah 9 malam. Sedangkan hari Sabtu buka mulai pukul 10 hingga 6 sore. Kalau Minggu buka jam 11 siang hingga 6 sore. Catat agendanya ya....

Degraves Street

Hampir sama dengan Chapel Street, di Degraves Street juga merupakan tempat nongki paling kece. Banyak pecinta kopi atau sekedar hang out memilih tempat ini. Karena tempat ini terkenal dengan banyaknya kafe-kafe yang menyediakan minuman bernaeka rasa. Mulai dari kopi sampai wine. Selain duduk-duduk cantik, Anda juga bisa melihat orang-orang berlalu lalang di Degraves Street. Berhubung jalannya yang sempit sehingga kafe dan orang berlalu lalang seakan tidak ada jarak. Tapi, suasananya cukup menarik karena satu sama lain menjadi serasa akrab. Selain kopi dan wine, disini ada juga toko yang menjual cupcakes yang lezat.

Lokasi Degraves ini agak terpencil, jadi untuk menemukan jalan ini dibutuhkan ketelitian supaya Anda tidak tersesat. Karena disepanjang jalan ini banyak toko-toko yang membuat Anda bingung mencari jalan Degraves. Oiya, Anda jangan mengunjungi jalan ini pada hari Sabtu atau weekend, karena jalan ini tidak beroperasi. Alias kafe-kafenya tutup cuy!.


Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....