10 Poin Penting Agar Travelingmu Tetap Seru di Bulan Puasa



Biasanya, memasuki bulan Ramadhan, banyak teman-teman traveler memilih “menunda” jadwal petualangannya dengan alasan puasa dan takut nggak kuat, lemes dan alasan-alasan lainnya. Padahal, puasa bukan menjadi halangan untuk kamu berhenti “sejenak” ritual  berpetualang kamu, bukan? Kecuali, saat traveling kamu melakukan kegiatan-kegiatan ekstrim yang memastikan menguras energi. Misalkan naik gunung atau kegiatan adventure lainnya.

Sebagain orang mungkin akan menolak diajak naik gunung saat bulan puasa. Banyak pertimbangan yang dipikirkan sebelum menyanggupi ajakan tersebut. Salah satunya takut dehidrasi saat mendaki. Mendaki bukan kegiatan yang mudah. Mendaki juga paling boros menguras energi dari dalam tubuh kita, sehingga sangat riskan bagi yang belum terbiasa. Atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena kurangnya asupan makanan dan minuman saat mengeluarkan energi yang berlebihan.

Meski begitu, ada juga yang nekad melakukan olahraga naik gunung di bulan puasa, lho. Alasannya menguji iman, menguji fisik dan juga menguji nyali. Semua berbalik pada yang empunya jiwa dan raga. Jika sanggup, do it! Tapi, kalau merasa tidak mampu jangan memaksakan diri biar dibilang keren. Kita yang tahu batas kemampuan fisik kita, bukan orang lain.

Berbeda dengan traveling yang masih bisa dianggap aktivitas “ramah” untuk tubuh dan bisa dilakukan kapan saja meski pun di bulan puasa. Agar Traveling kamu tetap berjalan dan puasa kamu juga tetap lancar, berikut beberapa tips yang bisa menjadi “masukan” yang mungkin bermanfaat bagi kamu. 


1.         Tentukan Kota/Negara Tujuan
Menentukan kota atau Negara tujuan memang cukup penting sebelum kamu melakukan trip. Misalkan kamu melakukan perjalanan ke sebuah kota atau Negara yang aksesnya sangat sulit dijangkau, itu bisa menguras energi kamu. Oleh karena itu, sebaiknya kamu memilih kota atau Negara yang “ramah” untuk jiwa raga kamu yang sedang berpuasa. Misal kota/negara yang sejuk tentu sangat membantu kamu dari rasa haus atau lapar. Jangan memilih kota atau Negara yang panas. Itu sama dengan “bunuh diri” 


2.         Tentukan Jadwal Perjalanan
Menentukan jadwal perjalanan juga sangat membantu kamu terhindar dari godaan rasa lapar dan haus. Misalkan kamu hendak berpergian, sebaiknya pilih jadwal keberangkatan pesawat, kereta atau bis di siang hari. Jika jarak tentuhnya yang cukup jauh, pilih keberangkatan dari pagi hari sehingga ketika tiba di kota atau Negara tujuan sudah mendekati waktu berbuka.

3.         Selalu Bawa Bekal Untuk Berbuka
Yang namanya traveling, segala sesuatu bisa saja terjadi di luar prediksi kita. Misalkan, di dalam perjalanan naik bis atau kereta, tiba-tiba bis atau kereta yang kamu tumpangi mogok, rusak atau mengalami kecelakaan disebuah lokasi yang sangat jauh dari peradaban. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya, setiap kali melakukan perjalanan, baik jauh mau pun dekat, kamu persiapkan bekal makanan dan minuman untuk “jaga-jaga”. Bawa makanan secukupnya namun mengandung gizi dan energy yang memadai. Mislakan coklat, buah-buahan yang tidak mudah busuk atau biscuit. Selain itu bawa juga minuman. Hindari minuman bersoda atau menagndung rasa manis berlebihan. Itu akan semakin membuat kamu cepat haus.  

Jika kamu trip bersama genk, tentu ada yang puasa dan tidak. Mungkin sebagai best buddies, kalian sudah tahu rule-rule apa yang wajib dipatuhi ketika sedang trip di bulan puasa. Teman kamu pun pasti tidak sembronoh menikmati makanan di depan kamu. Atau karena sudah mengenal karakter masing-masing, meski best buddies makan di depan mata, kamu tetap cuek dan berpegang teguh pada prinsip puasa kamu. Begitu baru namanya traveler handal. Tidak tergoda meski dalam kondisi apa pun. 



4.         Merasakan Sahur di Tempat baru
Meski ritual sahur bukan hal baru yang kamu lakukan, namun, sahur di kota atau Negara lain yang baru pertama kali kamu kunjungi merupakan sebuah “kesempatan” langka bagi kamu. Oleh karena itu, agar sahurnya berjalan sesuai waktu yang berlaku, maka, ada baiknya kamu mencari informasi waktu yang tepat sahur di kota atau Negara tersebut. Jangan sampai gara-gara sotoy akhirnya kamu ke bablasan tidak sempat sahur atau kelupaan sahur.

Ajak teman travelermu untuk sahur bersama. Siapkan makanan untuk sahur jauh sebelum sahur tiba. Bila perlu pada malam harinya kamu sudah mempersiapkan. Jangan sampai gara-gara tidak memiliki bekal sahur, akhirnya nyari-nyari resto makanan yang buka di subuh hari.
Hmm… pe-er banget bukan?? 




5.         Mengisi Waktu Luang Dengan….
Ketika sudah tiba di kota atau Negara tujuan, banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk mengisi waktu berpuasa kamu agar tidak terlalu membosankan. Kamu bisa melahap buku bacaan yang sudah lama belum kamu tuntaskan. Saatnya kamu duduk-duduk cantik di sebuah taman, di pinggi pantai berpayung kan sebuah merk minuman bersoda. Atau jalan-jalan santai cuci mata ke pasar-pasar tradisional untuk mencari barang-barang unik. Atau juga berinterasi dengan local people untuk lebih mengenal adat istiadat di kota atau Negara tersebut.  

6.         Mencari Makanan Berbuka yang Beda
Puasa di kota atau Negara yang berbeda tentu memiliki sensasi yang beda juga pastinya. Oleh karena itu, mumpung berada di lokasi yang baru, tidak ada salahnya kamu menjejali kuliner khas kota atau Negara tersebut yang berlabelkan “HALAL”. Mungkin kamu akan terkaget-kaget atau terpesona dengan aneka jenis kuliner yang baru kamu lihat. Rasa penasaran untuk mencicipinya saat waktu berbuka puasa tiba. Tapi ingat, jangan lapar mata semua makanan dibeli tapi berujung pada mubajir alias tidak di makan karena kekenyangan. Belilah  makanan secukupnya untuk menghindari istilah mubajir.

Selain itu, jangan lupa tradisi baru di dunia sosmed, makanan baru nan unik-unik menarik itu kamu abadikan dulu lewat kameramu. Kamu bisa posting di akunmu atau bisa juga review di blog pribadimu. Syukur-syukur bisa juga kamu tulis untuk sebuah media berbasis traveling. Lumayan kan…

7.         Sholat di Tempat Baru
Namanya juga tarveling di bulan puasa. Agar puasa kamu semakin berkesan, ada baiknya kamu melengkapinya dengan menyempatkan sholat 5 waktu di kota atau Negara orang. Lebih seru lagi jika kamu menyempatkan diri sholat di masjid yang “iconik” di kota atau Negara tersebut. Bukan riak atau pamer ketika kamu memposting foto kamu sedang sholat di masjid tersebut, melainkan sebuah wujud terima kasih pada Tuhan karena kamu masih diberi kesempatan berpuasa dan sholat di kota atau Negara yang baru pertama kali kamu kunjungi. 



8.         Hindari Tempat Clubbing Atau Party Life
Biasanya saat traveling ke Negara atau kota yang baru, kamu pasti ingin menjejali dunia malamnya juga. Ya, maksudnya kamu ingin merasakan sensasi nigh life di Negara atau kota tersebut. Memasuki tempat clubbing bersama teman-teman. Meski tujuannya bukan untuk mabok-mabokan, di bulan puasa ini sebaiknya ritual tersebut di coret dulu dari daftar "to do” yang biasa kamu buat. Namanya juga bulan puasa. Banyak setan berkeliaran bo!

9.         Pilih Pakaian Yang Sopan
Pakai celana pendek, kaos tank top saat traveling sudah menjadi “trade mark” para traveler cewek. Alasannya simple sih, supaya simple dan tidak gerah. Atau berenang-renang di pantai atau kolam renang dengan baju renang two pieces Tapi, untuk trip di bulan puasa kali ini, tanggalkan dari backpack mu pakaian-pakain seksi tersebut. Umpetin dalam-dalam agar tidak masuk ke dalam pakaian yang wajib di bawa. Ya, namanya juga bulan puasa. Bersopan-sopan dulu nggak dosa kan???



10.   Kembali ke Rumah Sebelum Lebaran Tiba
Namanya juga traveling, sejauh mana pun engkau pergi pasti akan berlabuh juga ke rumah orangtuamu. Begitu juga dengan trip di bulan puasa kali ini. Sejauh mana pun kamu pergi, sebaiknya kamu sudah merencanakan kembali ke rumah sebelum lebaran tiba. Biar bagaimana pun, Lebaran bersama keluarga jauh lebih nikmat dan berkesan ketimbang seorang diri di Negara atau kota lain. Jangan lupa bawa oleh-oleh lebaran untuk keluargamu. Ya, supaya mereka juga merasakan sensasi traveling di bulan puasamu.







Comments

  1. Halo Mas Barru

    Di bulan puasa saya juga pernah kok jalan jalan / traveling ke daerah yang cukup jah dari rumah. Kurang lebih sekitar 4 – 5 hari

    Untuk poin pertama. Saya sepakat itu sudah saya lakukan juga di bulan puasa

    poin dua. biasanya juga berangkat pagi hari dan agak siang sekitar jam 9 sudah sampai

    Dan apa yang disampaikan benar benar menambah membantu sekali. Thank secuil ilmu tips travelingnya mas. Walaupun masih benyak kesalahan dimana mana itu tak mengurangi antusiame saya membaca

    Mukhofas Al-Fikri | BauBlogging

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....