Yuk, Mengenal Kota "Sawit" RantauPrapat Yang Ada di Sumatera Utara


1. RANTAUPRAPAT beda dengan PARAPAT
 
Apa yang ada di dalam benakmu ketika mendengar kata RantauPrapat? Atau jangan-jangan nama tersebut masih asing di telinga kamu? Ya, wajar saja, nama RantauPrapat masih kalah pamor dengan nama kota-kota lainnya. Ya, RantauPrapat merupakan ibukota Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Indonesia. Rantauprapat dilintasi oleh Jalan Raya Lintas Sumatera. Rantauprapat juga merupakan kelurahan di kecamatan Rantau Utara.

Tapi, entah kenapa banyak orang yang salah kaprah dengan nama kota ini. Ada yang beranggapan kalau RantauPrapat sama dengan PARAPAT. jelas berbeda cuy! menurut abah Wikipedia;
PARAPAT, adalah sebuah kelurahan di kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Di kelurahan ini merupakan salah satu akses menuju ke Danau Toba berjarak sekitar 48 km dari Kota Pematangsiantar. Wikipedia
So, jangan pernah sama-samain RantauPrapat dengan Parapat ya.. 

Jadi, di kota kecil RantauPrapat ini lah gue dilahirkan. Sejak masih orok hingga usia 17 tahun gue menetap di RantauPrapat. Banyak kemajuan di kota kelahiran gue ini. Meski jarang pulang, namun gue selalu merindukan kota yang dulu dikenal dengan julukan Rubber City alias kota karet. Kenapa disebut kota Karet?

Karena pada era tahun 70 hingga 80-an, penduduk  kota ini memiliki mata pencaharian dengan berkebun pohon karet. Kala itu, hasil karet sangat menjanjikan. Tidak heran kalau berkebun karet menjadi pilihan utama penduduk setempat untuk mencari nafkah. Tapi, seiring berjalannya waktu, julukan Kota karet berubah haluan menjadi kota Sawit.



2. PERKEBUNAN SAWIT

Jika kamu berkunjung ke kota ini, sejauh mata memandang akan terlihat hamparan hijau perkebunan sawit terbentang luas. Bahkan, kamu akan terkagum-kagum dengan rapihnya tanaman keun sawit itu dibuat. Oleh karena itu, sekarang kota RantauPrapat lebih dikenal dengan kota Sawit ketimbang kota Karet. Ya, keduanya sama-sama punya peranan penting dalam membesarkan gue dan keluarga gue.  



3. JUMLAH PENDUDUK

 Sebagai gambaran kota kecilku, menurut hasil survey BPS, jumlah penduduk Kota Rantauprapat adalah sebesar 163.549 jiwa. Dari data di atas maka Kota Rantauprapat dapat digolongkan kepada kelas Kota Sedang, dimana berdasar kriteria BPS mengenai kelas kota, Kota Sedang adalah Kota dengan jumlah penduduk antara 100.000 sampai 500.000 jiwa.

Mungkin sudah menjadi tradisi bagi penduduk lokal, jika ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, banyak dari anak-anak mudanya melanjutkan pendidikannya ke luar kota dari RantauPrapat atau luar negeri. Misalkan ke kota Medan, Jakarta, Bandung atau kota-kota yang memiliki universitas yang berkwalitas. Meski, di kota ini sendiri juga ada universitas. Hanya saja, jika dibandingkan dengan universitas-universitas besar lainnya, tentu universitas di RantauPrapat jauh tertinggal. 


4. SUNGAI BILAH

Namanya Sungai Bilah. Ciri khasnya airnya berwarna coklat. Ya, mirip kopi susu. Entah kenapa warna air tersebut tidak pernah berubah dari gue masih orok hingga sudah memiliki orok ini. Tapi, sungai ini menjadi sumber air minum yang diolah oleh PDAM menjadi air minum. Warnanya??? Hmm... ya, tidak sejernih air minum yang ada di kota-kota lain. Tidak heran kalau banyak penduduk memilih memasang JetPump untuk mengambil air dari tanah. Airnya jauh lebih jernih dibandingkan air dari Sungai Bilah. Sungai Bilah juga memiliki sejarah yang sangat kuat dengan berdirinya kota RantauPrapat. Jika ingin lebih tahu sejarahnya, kamu bisa googling saja, cari wikipedia tentang kota ini.  Kalau gue yang menceritakan sejarahnya takut belepotan cuy. Karena gue bukan ahli sejarah.


5. JEMBATAN SUNGAI BILAH

Jembatan ini merupakan satu-satunya jalan penghubung warga menuju kota RantauPrapat. jembatan ini sudah terjadi perombakan beberapa kali. mulai terbuat dari Kayu hingga baja. Dan seperti pada foto di atas, seperti inilah jembatan penghubung yang sering dilalui warga. Dulu, jembatan ini juga menjadi akses melintasnya bus-bus serta truk-truk besar menuju kota Medan dan sebaliknya ke pulau Jawa. Tapi,  sejak di buka jalan baru, bus dan truk tidak diizinkan melintasi jembatan ini. Jalan baru tersebut menjadi lalu lintas bus dan truk-truk besar lainnya.


6. BECAK MOTOR/BECAK MESIN

Becak menjadi salah satu transportasi massa yang sering dipakai atau ditumpangi warga. Becak motor atau becak mesin sudah menjadi ciri khas di kota ini. Wujudnya mirip dengan becak-becak yang ada di kota Medan. Waktu sekolah dulu, gue suka naik becak ini dan duduk di belakang atau di atas tempat duduk. Seru deh!


7. PARABOLA
Meski tv cable sudah masuk ke kota ini, namun di beberapa lokasi warganya masih memakai parabola sebagai alat bantu untuk menangkap saluran luar negeri. Jadi, kalau kamu berkunjung ke kota ini, penampakan seperti di gambar di atas akan terlihat dibeberapa kawasan. Seru juga sih, karena dulu, gue juga merasakan gimana excited-nya memiliki parabola. Tapi, sekarang benda bulat nan besar yang berdiri kokoh di atas genteng rumah sudah tidak ada lagi. Karena tv cable lebih praktis.




8. BANGUNAN TUA

Meski kota ini sedang menunjukkan progres pembangunannya. Namun, di pusat kotanya gue masih melihat beberapa bangunan tua yang masih berdiri kokoh meski usianya melebihi usia gue. Bangunan-bangunan ini berbentu ruko yang berjejer dengan rapih diantara bangunan -bangunan ruko yang baru. Mungkin pemiliknya ingin mempertahankan arsitekturnya. atau karena bangunan tersebut memiliki sejarah yang tidak bisa tergantikan.


9. PDAM
ini juga menjadi salah satu icon di kota RantauPrapat. Ya, gambar tersbeut terlihat sebuah menara yang di atasnya ada wajah besar yang dipakai untuk menampung air yang akan diolah menjadi air minum. Ya, gambar tersebut berada di kantor pusat Perusahaan Air minum di RantauPrapat. Gue suka banget dengan bangunan ini. Karena sangat iconic.


10. GEREJA HKBP

Salah satu gereja tua yang masih berdiri kokoh di daerah Janji. dulu, waktu masih kecil, gue gereja disini. meski gue tidak mengerti bahasa Batak, namun karena wajib pergi ke gereja maka, gue dan adik serta kakak pegi ke gereja tersebut. Sewaktu pulang kemarin, gue menyempatkan berkunjung ke gereja tua ini. Wujudnya masih juga tidak terlihat berubah. Meski sedang dalam renovasi.


11. STASIUN KERETA API
Waktu masih kecil gue dan teman-teman sering bermain-main ke stasiun kereta. Ya, sekedar melihat-lihat datang dan perginya kereta. Kereta Api juga menjadi salah satu transportasi yang bisa dipakai menuju kota RantauPrapat selain naik bus dan mobil pribadi. Jarak tempuh dari kota Medan sekitar 6 hingga 7 jam lamanya.  Ada kelas bisnis dan eksekutif pilihannya. Kalau kelas bisnis tiket Rp. 125.000, sedangkan eksekutif Rp.150.000. Bedanya hanya di tempat duduk saja.



Comments

Popular posts from this blog

SETEGAR HATI SUCI .....

The LODGE-MARIBAYA, Menikmati Sky Tree, Mountain Swing & Zip Bike....